
Bagi Anda yang menjadi pemilik atau brand manager sebuah perusahaan financial technology, tentu membutuhkan berbagai teknik marketing efektif untuk merangkul banyak pengguna baru. Bagaimana caranya agar Anda bisa menonjol di tengah persaingan yang ada?
Tidak bisa dipungkiri jika industri financial technology (fintech) adalah salah satu yang pertumbuhannya paling cepat. Bahkan menurut sebuah sumber, nilai valuasi industri ini naik dua kali lipat hanya dalam waktu empat tahun saja.
Tapi tentu saja, sesuatu yang tumbuhnya cepat akan menemui banyak angin dan hambatan. Termasuk dengan persaingan yang semakin ketat. Karena itu, ada beberapa taktik marketing efektif yang dapat Anda jadikan pertimbangan untuk mengembangkan perusahaan fintech Anda. Beberapa diantaranya:
1. Produk Financial Technology Harus Mudah Diakses Menggunakan Gadget
Trik marketing efektif yang paling penting agar fintech Anda terus berkembang adalah mengakrabkan diri dengan pengguna smartphone atau gadget. Hal ini paling penting sebab perbedaan antara layanan keuangan berbasis teknologi dengan yang konvensional adalah kecepatan dan kemudahannya.
Jadi tidak cukup jika Anda hanya fokus pada pengembangan website saja. Karena di zaman yang serba cepat ini, semakin banyak pengguna smartphone. Merekalah yang dapat menjadi ceruk pasar baru bagi Anda.
Tingkatkan terus situs atau aplikasi mobile Anda, pastikan kecepatan dan kemudahan saat mengakses selalu baik. Dengan begitu calon nasabah, klien, atau konsumen akan selalu mengingat brand fintech Anda.
2. Aktif di Media Sosial
Media sosial bukan saja efektif bagi pengguna pribadi untuk menyebarkan cerita, pesan atau apapun. Sebab sebuah brand fintech juga harus mampu memanfaatkan kekuatan media sosial ini.
Saat ini semakin banyak orang yang aktif di media sosial. Bahkan bisa berjam-jam! Maka dari itu taktik marketing efektif bagi perusahaan fintech yang bisa Anda lakukan adalah dengan aktif membuat post dan memberi tanggapan di media sosial.
Namun Anda tetap harus pelajari dahulu media sosial mana yang paling tepat untuk mengembangkan daya jangkau fintech Anda. Sebab setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula basis penggunanya dapat berbeda antara media yang satu dengan yang lain.
Contohnya saja, cara Anda membuat post di TikTok bisa jadi akan jauh berbeda dengan post Anda di Facebook, YouTube, atau Twitter.
3. Aplikasi Financial Tachnology dengan Gamification
Siapa sih yang tidak suka bermain games? Gabungkan unsur permainan ke dalam cara Anda memasarkan, maka dampaknya dapat sangat baik. Tidak perlu yang terlalu rumit. Karena permainan sederhana seperti kuis, puzzle, atau lainnya akan memikat calon konsumen dengan cara yang menarik, menyenangkan dan interaktif.
Beberapa rekomendasi gamification:
- Mengadakan kontes sekaligus hadiah bagi pemenang
- Membuat kuis, puzzle, atau permainan lain untuk mengedukasi dan menarik minat konsumen dengan cara yang menyenangkan
- Memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mendapatkan poin. Poin ini bisa didapatkan misalnya dari pengaktifan rekening baru, nominal pinjaman tertentu, pembelanjaan, dan lain sebagainya.
Tujuan utama gamification adalah bagaimana caranya konsumen rela berinteraksi dengan produk Anda. Semakin banyak yang bersedia melakukan interaksi, maka pada akhirnya akan berpengaruh pada nilai konversi Anda dan tentunya pendapatan akan meningkat.
4. Content is King
Apapun bentuk konten Anda, baik itu listicle, how-to, atau bahkan sekedar post di Facebook, pada era saat ini, konten tetap menjadi raja. Content is still king.
Konten yang memiliki nilai lebih bagaikan tambang emas di dunia digital marketing, khusus jika dikaitkan dengan pemasaran fintech. Contohnya saja, generasi milenial cenderung memiliki kepedulian tinggi terhadap finansial dibandingkan kelompok usia lain. Sayangnya, masih banyak perusahaan keuangan yang mengabaikan mereka.
Jika target konsumen Anda adalah milenial atau bahkan usia yang lebih muda, maka berikan selalu konten-konten yang informatif, menarik dan mudah diakses oleh mereka. Semakin mudah mereka mendapatkan informasi dari Anda, semakin besar pula kesempatan bagi perusahaan fintech Anda untuk sukses.
Sebuah konten bukan sekedar post. Karena, dari situlah Anda bisa membangun rasa percaya konsumen. Sementara itu, kepercayaan adalah hal yang krusial di dalam industri finansial.
Buatlah berbagai jenis konten seperti artikel, blog, video, ebook, webinar, kuis atau apapun. Semakin rutin Anda membuatnya, lambat laun perusahaan Anda akan dianggap sebagai ahli di bidangnya.
5. Perusahaan Financial Technology yang Melibatkan Konsumen
Tetapi konten saja belumlah cukup. Karena sebanyak apapun blog, tweet, atau video yang Anda buat tetapi Anda tidak melakukan komunikasi dua arah dengan konsumen, maka mereka akan merasa tidak dilibatkan.
Usahakan lakukan berbagai hal kecil seperti membalas komentar mereka, memberi tanggapan pada ulasan yang diberikan, dan berikan sesuatu dalam bentuk fisik kepada mereka. Dengan begitu, bukan saja konsumen Anda akan merasa dihargai, tetapi juga mereka akan merasa dipedulikan oleh Anda.
Cara yang paling efektif adalah dengan memberikan mereka sesuatu yang bisa dibawa pulang. Bentuknya dapat berupa bingkisan, hadiah, atau apapun, dengan logo perusahaan fintech Anda. Dengan memberikan suatu benda fisik seperti ini, calon konsumen atau nasabah dan klien lebih mudah mengingat Anda.
Selain itu, kesan yang baik juga akan lebih mudah dirasakan oleh konsumen Anda. Mereka seolah mendapatkan “bagian” dari perusahaan Anda untuk dibawa pulang. Agar Anda lebih mudah memilih item apa yang bisa diberikan, konsultasikanlah bersama Grade Cipta untuk menemukan souvenir atau merchandise perusahaan fintech yang paling tepat bagi Anda.
Baca juga: Mengapa Terjadi Tren Fintech Saat Ini?
***
Perusahaan fintech terus berkembang dan bersaing saat ini. Lakukan berbagai taktik marketing efektif agar perusahaan Anda mampu menjangkau cakupan konsumen baru dan mempertahankan nasabah setia.
