Cara Bagaimana Brand Besar Merespon Pandemi

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read

Cara merespon pandemi yang dilakukan oleh brand besar dapat Anda tiru ke dalam bisnis Anda sendiri. Ketika pandemi menyerang dunia, otomatis kehidupan yang biasa kita jalani langsung berubah. 

Brand besar merespon pandemi
Image by Gradecipta

 

Begitu pula dengan tata cara Anda dalam berbisnis. 

Mulai dari penyesuaian jam buka, perubahan shift karyawan, dan lain sebagainya. Tetapi di tengah situasi sulit ini, selalu ada sesuatu yang bisa membuat Anda terinspirasi. 

Kali ini datang dari brand-brand kenamaan dunia yang merespon pandemi dengan cara yang cerdas. Respon mereka ini tidak ada salahnya Anda tiru atau Anda jadikan inspirasi agar Anda mampu melewati pandemi ini dengan semangat. 

Mari simak brand apa saja yang merespon pandemi dengan cara yang inspiratif. 

1. Netflix

Seiring perubahan gaya konsumen yang harus berdiam diri di rumah, perusahaan streaming film dan serial ini merespon pandemi dengan cara yang memanjakan pelanggannya. 

Netflix memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk menyaksikan tayangan menggunakan layar yang berbeda pada program Netflix Party yang dilakukan pada tahun 2020 lalu. Dengan begitu, pelanggan dapat menikmati tayangan yang mereka sukai bersama-sama walaupun jaraknya terpisah. 

Contohnya saja, Anda menonton dari kamar di lantai 2, sementara anak Anda menyaksikan film dari ruang tamu. Cara ini sangat membantu mereka yang sedang isoman. 

Dengan begitu, anggota keluarga yang sedang sakit tidak merasa tersisihkan. Seluruh anggota keluarga tetap dapat merasakan kebersamaan dan kebahagiaan bersama. 

2. Coca Cola Merespon Pandemi dengan Iklan Unik

Cara unik yang dilakukan oleh brand minuman soda dunia ini cukup sederhana namun membawa pesan mendalam. 

Seperti yang Anda tahu, penulisan kata “Coca” dan “Cola” menggunakan font seperti layaknya tulisan tangan yang bersambung bukan? 

Namun ketika di masa-masa awal pandemi, brand ini memasang iklan di kawasan Times Square dengan penulisan font yang memisahkan setiap hurufnya. Iklan yang sederhana tersebut membawa pesan yang sangat dalam maknanya, bahwa untuk sementara kita semua masih harus menjaga jarak agar pandemi ini segera usai. 

3. Apple Merespon Pandemi dengan Menggandeng Google

Sementara itu Apple merespon pandemi dengan memberikan cuti kepada karyawan mereka namun tetap digaji. Lebih hebatnya lagi, cuti yang diberikan ini tidak terbatas alias unlimited. 

Selain itu, Apple menyumbang 10 juta masker kepada fasilitas kesehatan di Amerika Serikat. 

Diluar itu, ada langkah yang sangat menakjubkan dilakukan oleh brand teknologi ini. Anda pasti tahu bukan betapa bersaingnya Google dengan Apple? Tetapi di masa yang sulit ini, Apple bekerjasama dengan Google untuk bersama-sama mengembangkan aplikasi untuk tracing. 

Aplikasi ini dapat membantu penggunanya untuk melacak dengan siapa saja mereka melakukan kontak apabila dinyatakan positif. 

Aplikasi lintas sistem operasi ini menunjukkan bahwa walaupun secara bisnis mereka saling bersaing ketat, namun jika sudah menyangkut kemanusiaan, maka yang menjadi nomor satu adalah kolaborasi. 

4. Google

Tidak lengkap jika setelah membahas Apple tidak melibatkan Google. Selain merespon pandemi dengan memberikan cuti kepada karyawan yang dinyatakan positif, perusahaan yang berawal dari mesin pencari ini juga banyak menyumbang. 

Tercatat sumbangan yang diberikan mencapai nilai 800 juta dolar untuk diberikan kepada bisnis skala kecil sampai menengah. Mereka juga tentu saja mengalokasikannya untuk organisasi kesehatan. 

Ditambah lagi, perusahaan ini memboikot iklan atau informasi yang menyajikan informasi yang salah mengenai pandemi. Walaupun memang masih ada yang “lolos”, tetapi upaya ini sangat penting. Sebab seperti yang mungkin Anda rasakan juga, selain gelombang pandemi, kita juga harus melawan gelombang hoax. 

Google juga menambahkan fitur untuk melacak daerah mana saja yang sudah terpapar pada Google Maps. Sehingga orang yang bepergian dapat menjadi lebih waspada. 

5. Starbucks Merespon Pandemi dengan Mengubah Cara Berbisnis

Brand besar yang lain bahkan harus mengubah cara berbisnis adalah Starbucks. Sejak pandemi menyerang, brand ini sudah tidak bisa lagi menggantungkan diri pada konsumen yang berdiam diri dengan laptopnya. 

Kondisi yang mengharuskan orang untuk bekerja di rumah tentu saja menjadi pukulan telak bagi model bisnis seperti Starbucks. 

Tetapi walau begitu, brand ini tetap bertahan dan mengubah penjualan menjadi pola take away. Apalagi sejak sebelum pandemi sekalipun tercatat 80% penjualan adalah bagi mereka yang mengambil pesanan lalu berangkat kerja. 

Maka dari itu, Starbucks mengadaptasi pola grab & go ini menjadi pengiriman secara daring. 

Jika sebelumnya konsumen yang harus mendatangi gerai mereka, kini mereka yang akan mengirimkan produk sampai ke tangan konsumen. 

Karena itulah, jika bisnis Anda sedang kesulitan saat ini, lihatlah sejenak ke brand besar di luar sana. Mereka pun sama seperti Anda. Masih harus berjuang dan menurunkan ego untuk bersedia mengubah pola bisnis yang dijalankan. 

6. Disney

Banyak orang yang tidak menyangka sebelumnya jika Disney yang sebelumnya dikenal sebagai bisnis taman hiburan justru menjadi pesaing berat Netflix. 

Di saat taman hiburan Disneyland harus tutup pun mereka tetap membayar karyawan dan mengembalikan dana kepada mereka yang sudah terlanjur membeli tiket. 

Di sisi lain, walaupun perusahaan ini mengalami kerugian karena tutupnya taman bermain, mereka justru berhasil meraup untung dari channel Disney+. Layanan streaming film ini bahkan berhasil mendapatkan 54.5 juta pelanggan dan masih terus bertambah sampai dengan saat ini. 

Inilah salah satu contoh betapa pentingnya untuk melakukan adaptasi bisnis. Karena zaman terus berubah, dan pandemi ini “memaksa” kita untuk berubah pula. 

Dari beberapa contoh brand besar dalam merespon pandemi, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan. Bahwa di tengah kesulitan, kita harus terus berpikir kreatif, berkolaborasi dan beradaptasi. 

Bagi Anda yang saat ini terus berjuang, semangat selalu ya! Semoga kisah bagaimana brand besar merespon pandemi ini dapat memberikan Anda ide dan inspirasi baru. 

Leave a Reply