Taktik Marketing yang Harus Anda Hindari

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Taktik marketing
Ilustrasi taktik marketing. Image by Linkedin Sales from Pexels

Dalam menjual produk atau jasa Anda, ada beberapa taktik marketing yang harus Anda hindari. Jangan sampai niat hati ingin menjual, namun justru pelanggan meninggalkan Anda. Niat hati ingin untung malah buntung. 

Ada kalanya ketika Anda ingin meningkatkan penjualan tanpa disadari Anda justru melakukan tindakan yang membuat pelanggan “kabur.” Bisa jadi taktik marketing yang Anda lakukan justru membuat pelanggan alergi dengan cara penawaran Anda. 

Berikut adalah beberapa taktik marketing yang perlu Anda hindari. 

1. Terlalu Banyak Bicara Daripada Mendengar

Setiap orang ingin didengarkan, dan begitu juga konsumen Anda! Ya, bisa jadi Anda sangat antusias dengan barang atau jasa yang Anda miliki. Anda tahu segala seluk beluknya, termasuk kelebihannya dibandingkan pesaing. 

Karena Anda sangat mengenali barang atau jasa Anda sendiri, Anda menjadi terlalu bersemangat dan lupa jika Anda bukan berbicara dengan benda mati. Ingatlah bahwa yang Anda temui itu adalah manusia yang juga ingin didengar. 

Sebab bisa saja segala kehebatan produk atau jasa yang Anda miliki itu ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya saja orang yang tidak suka durian tidak akan menyentuhnya walaupun Anda tawarkan gratis sekalipun! 

Jika ini terjadi, maka energi dan waktu Anda juga akan terbuang percuma karena Anda salah sasaran. 

Karena itu pastikan untuk mendengarkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen Anda. 

2. Berbicara dengan Orang Lain Ketika Menelepon

Bayangkan Anda sedang berbicara dengan seseorang di telepon lalu orang tersebut justru ngobrol dengan orang lain di seberang sana. Tindakan ini bukan saja tidak sopan, tetapi juga sangat mengganggu. 

Lebih fatal lagi jika hal ini Anda lakukan ketika sedang mencoba memasarkan bisnis Anda. Calon pembeli akan mempertanyakan keseriusan dan profesionalisme Anda. 

Mungkin hal ini sepele namun kesalahan taktik marketing seperti ini masih sering terjadi. Agar Anda terhindar dari kesalahan ini, Anda dapat menunjuk satu orang staf untuk melakukan tugas telemarketing. 

3. Taktik Marketing dengan Menakut-Nakuti

Sebetulnya tidak ada salahnya melakukan trik “menakuti” konsumen Anda. Misalnya Anda menggunakan kata “Segera dapatkan sekarang, karena esok harga naik!”, “Item hanya tersisa 3 saja. Apakah Anda tidak akan menyesal melewatkan yang satu ini?”, dan lain sebagainya. 

Tetapi jika cara Anda menakuti mereka dengan kalimat yang salah maka dapat berakibat fatal. 

Contohnya Anda menggunakan surat tertutup dengan judul yang dikaitkan dengan pandemi, seperti “Segera buka amplop ini agar keluarga Anda terlindungi dari virus!” 

Memang kondisi pandemi ini menuntut Anda untuk menjadi lebih kreatif, namun Anda harus berhati-hati apabila Anda akan menggunakan isu sensitif. Sebab siapa pula orang yang tidak akan emosi ketika setelah membuka amplop namun yang mereka dapatkan justru brosur apartemen. 

Pesan yang calon konsumen dapatkan akan berbeda apabila Anda memberikan mereka masker dengan logo brand Anda. 

4. Taktik Marketing Door-To-Door

Di era digital seperti saat ini, maka taktik marketing dengan cara mendatangi langsung rumah pembeli sudah ketinggalan zaman. Anda justru akan dipandang sebagai penjual yang tidak menghargai privasi orang lain. 

Lebih buruknya lagi ketika Anda melakukan cara ini di masa pandemi! Ketika semua orang ingin melindungi diri di dalam rumah, Anda justru mendatangi mereka dengan muka ceria seolah tidak ada apa-apa. 

Ada banyak cara lain yang lebih nyaman bagi calon konsumen agar mereka dapat menerima penawaran Anda. 

5. Menelepon Tanpa Henti

Taktik marketing berikutnya yang harus Anda hindari adalah menelepon tanpa henti. Cara ini akan membuat calon pelanggan Anda tidak nyaman dan merasa bagaikan dikejar debt collector!

Memang cara memasarkan barang atau jasa menggunakan telepon adalah cara terbaik untuk mendapatkan respons. Tetapi jika Anda terus menerus menelepon tanpa henti, bahkan lebih dari lima kali sehari, jangan heran jika nomor Anda akan di block

Jika memang pembeli belum tertarik maka Anda dapat menelepon mereka kembali setelah jeda satu atau dua hari. Pastikan juga Anda sudah meriset perilaku konsumen. Sebab jenis konsumen tertentu akan berbeda antara satu dengan lainnya. 

Ada yang cocok untuk ditelepon setiap akhir pekan, ada pula yang dapat Anda telpon pada hari kerja. Waktu untuk menelpon juga harus Anda perhatikan. Apakah pagi, siang atau malam. 

6. Mengirimkan Email Terus Menerus

Setelah telpon mungkin Anda pikir lebih baik terus menerus mengirimkan email. Namun inbox yang penuh dengan penawaran Anda hanya akan membuat calon pembeli Anda merasa terganggu. 

Apalagi jika Anda menyinggung mengenai panggilan telepon Anda yang tidak diangkat oleh calon pembeli Anda di dalam email tersebut. 

Calon pembeli Anda akan merasa tidak nyaman dan merasa terbebani karena seolah-olah mereka “diwajibkan” untuk membeli barang atau jasa Anda. Jika motivasi membeli hanya agar Anda berhenti menghubungi mereka, maka dalam jangka panjang reputasi Anda akan tercederai oleh tindakan Anda sendiri. 

Dalam memasarkan barang atau jasa tentu saja Anda harus melakukan berbagai trik marketing. Ada banyak sekali taktik marketing yang dapat Anda pilih. Tetapi apabila Anda salah memilih taktik marketing, maka akibatnya akan menjadi buruk bagi kelangsungan bisnis Anda. 

Beberapa taktik marketing yang terlalu memaksa calon pembeli akan membuat mereka kabur dan menjauhi Anda. 

Leave a Reply