Wajah Dunia Bisnis Setelah Pandemi

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Ilustrasi wajah bisnis setelah pandemi. Image by Freepik

Apakah Anda sudah memikirkan seperti apa wajah bisnis dan pekerjaan Anda nanti setelah pandemi usai?

Ketika belum ada tanda-tanda kapan kondisi dunia seperti saat ini akan berakhir, namun pertanyaan tentang masa depan harus tetap kita pikirkan.

Sebab jika vaksinasi sudah merata dan semakin banyak orang yang memiliki daya tahan yang baik untuk melawan virus, maka masa kenormalan baru pasca pandemi harus Anda hadapi.

Seperti apa kira-kira gambaran masa depan di dunia bisnis dan pekerjaan nanti? Mari simak ulasan berikut ini.

Bekerja dari Jarak Jauh dan Virtual Terus Digunakan

Adaptasi paling besar yang harus dilakukan oleh banyak perusahaan adalah keharusan bekerja dari jarak jauh. Karena resiko terpapar lebih besar jika pekerjaan harus dilakukan di kantor. Resiko tersebut semakin besar saat di perjalanan.

Namun rupanya bekerja secara jarak jauh membuka mata banyak orang. Bahwa ternyata bekerja dengan produktivitas yang sama atau bahkan lebih tinggi tetap mampu dicapai walaupun tidak berada di kantor.

Dengan penyesuaian serta seiring berjalannya waktu, bekerja dari jarak jauh atau remote ternyata tidak seburuk yang mungkin banyak orang perkirakan sebelumnya.

Menurut survei yang dilakukan oleh McKinsey pada 278 eksekutif pada tahun 2020 menemukan bahwa rata-rata berencana untuk mengurangi ruang kantor sebanyak 30 persen.

Sehingga di masa depan setelah pandemi, ruang-ruang kantor mulai menjadi hal yang tidak wajib. Selama ada koneksi internet dan saluran komunikasi, pekerjaan tetap dapat dilakukan.

Rapat kerja secara virtual juga akan tetap digunakan karena rapat jarak jauh terbukti membawa banyak kemudahan. Karena Anda dapat mengundang pembicara dari belahan dunia manapun dengan mudah dan dapat didengarkan oleh seluruh tim dengan biaya yang rendah.

Wajah Bisnis Retail yang Berubah Setelah Pandemi

Salah satu raksasa retail Giant yang harus menghentikan kegiatan bisnisnya mengejutkan banyak orang. Namun jika menyimak ucapan dari Patrik Lindvall selaku Presdir PT Hero Supermarket, ia mengatakan bahwa perusahaan akan lebih fokus pada bisnis yang lebih segmented.

Hal ini wajar adanya, sebab bisnis retail kini menjadi lebih dekat jaraknya dengan masyarakat umum. Tanda yang jelas adalah dengan menjamurnya minimarket justru pada saat pandemi.

Mungkin Anda sendiri merasakannya dengan melihat sendiri banyaknya minimarket baru di sekitar tempat tinggal Anda. Justru di tengah ekonomi sulit, namun minimarket terus tumbuh bak cendawan di musim hujan.

Retail raksasa sudah semakin ditinggalkan karena kebiasaan berkunjung ke mall atau pusat perbelanjaan semakin sulit di masa pandemi.

Sehingga akhirnya timbul kebiasaan baru dari konsumen dimana mereka lebih memilih berbelanja ke minimarket yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Jika kebutuhan bulanan mampu didapatkan hanya selangkah dari rumah, untuk apa repot-repot pergi ke supermarket atau mall bukan?

Take Away Terus Dilakukan Setelah Pandemi

Salah satu tren yang sangat jelas terlihat pada saat pandemi adalah bisnis makanan dan minuman yang dibawa pulang atau take away.

Tren ini kemungkinan besar akan terus berkembang karena masyarakat sudah merasa nyaman dengan makanan atau minuman yang dibawa pulang atau kemanapun mereka ingin membawanya.

Terlebih lagi didukung oleh layanan pembelian makanan secara daring melalui berbagai aplikasi yang semakin memudahkan pelanggan untuk membeli produk makanan dan minuman.

Restoran yang bersifat dine-in yang banyak terkena dampak selama pandemi memberi pelajaran mengenai pentingnya memikirkan konsep bisnis makanan dan minuman.

Jika Anda ingin membuka bisnis restoran maka sebaiknya Anda juga memikirkan bagaimana cara menarik pelanggan untuk melakukan take away. Anda dapat mengedukasi pelanggan Anda dengan berbagai program menarik. Misalnya saja pemberian merchandise atau giveaway bagi mereka yang melakukan take away dalam jumlah tertentu.

Wajah Bisnis Hiburan Setelah Pandemi

Dengan tutupnya jaringan bioskop besar membawa kita semua kepada wajah baru dunia hiburan. Di balik “runtuhnya” bioskop ternyata membuka peluang baru dari bisnis streaming film dan serial.

Pilihan ini juga dirasakan lebih menguntungkan bagi pelanggan karena hanya dengan membayar uang setara satu kali menonton film di bioskop kini mereka dapat menyaksikan ribuan film sepuasnya.

Selain itu bisnis hiburan musik juga mulai mencoba mengubah wajah dengan berbagai konser virtual. Contohnya saja musisi-musisi tanah air yang mengadakan acara konser virtual yang dapat dibeli aksesnya melalui layanan aplikasi dompet virtual.

Seperti grup musik Dewa 19 yang di masa lebaran lalu mengadakan konser virtual yang tiketnya dapat dibeli melalui aplikasi pembayaran virtual. Contoh lain adalah pertunjukan Stand Up Comedy yang menjual digital download pertunjukan panggungnya melalui situs tertentu.

Cara Pembayaran Non-Tunai Semakin Diminati

Bisnis apapun yang akan Anda jalankan, pastikan Anda memberikan layanan pembayaran non-tunai.

Bahkan jika bisnis Anda skala UMKM sekalipun.

Karena pembayaran non-tunai membawa banyak keuntungan. Keuntungan pertama tentu saja lebih aman karena tidak ada pertukaran uang dari satu tangan ke tangan lainnya.

Keuntungan berikutnya adalah Anda sebagai pebisnis tidak perlu menyiapkan uang kembalian. Pembeli juga lebih nyaman karena uang yang mereka keluarkan sudah benar-benar sesuai dengan harga barang atau jasa.

Keuntungan lain dari wajah pembayaran yang berubah ini adalah keamanan yang lebih baik. Karena Anda tidak perlu membawa banyak uang tunai di perjalanan, dompet Anda juga lebih tipis karena yang Anda perlukan adalah gadget untuk melakukan transaksi apapun yang ingin Anda lakukan.

***

Jika ditelusuri lebih jauh masih ada banyak sekali wajah bisnis yang berubah setelah pandemi. Namun artikel ini ingin memberikan sekilas gambaran mengenai apa saja perubahan yang kemungkinan besar harus Anda hadapi pasca pandemi.

Referensi:

McKinsey Global Institute

CBN Insights

Leave a Reply