Tips Membuat Tagline yang Menarik

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Image from Pixabay from Pexels

 

Tips Membuat Tagline yang Menarik

Sebuah bisnis seringkali membutuhkan tagline. Tagline adalah sebuah kata yang mudah diingat dan membuat setiap orang ingat akan brand kamu setiap kali mereka mendengarnya. Bagaimana cara membuat tagline yang menarik?

Pasti kamu pernah mendengar “Jagonya ayam,” “I’m lovin’ it,” “Just Do It,” dan lain sebagainya. Ya, yang kamu dengar itu adalah tagline. Setiap kali kamu mendengar atau membacanya, maka pikiran kamu akan ingat pada nama brand tertentu.

Lalu bagaimana caranya agar kamu yang saat ini sedang membangun bisnis mampu membuat tagline yang menarik? Yuk simak terus!

1. Buatlah Sederhana

Banyak pebisnis pemula yang ingin membuat tagline namun terjebak ke penulisan memo! Banyak sekali tagline yang mencoba menjelaskan terlalu detail.

Kuncinya adalah kamu harus mampu menjelaskan apa yang bisnis kamu lakukan sesingkat mungkin. Upayakan orang yang membaca tagline kamu mampu memahami pesan yang kamu bawa hanya dalam tiga sampai lima kata.

Semakin singkat dan jelas semakin baik pula tagline yang kamu buat.

2. Sampaikan Manfaat Apa yang Kamu Berikan

Tagline yang menarik adalah tagline yang menyampaikan manfaat kepada penggunanya. Orang tidak peduli dengan apa fitur yang barang atau jasa kamu miliki. Mereka hanya ingin tahu “Manfaat apa yang engkau berikan hey? Cepat katakan!”

Misalnya saja konsumen kamu tidak perlu mengantri saat menggunakan aplikasi buatan kamu. Pembeli produk kamu hanya perlu menunggu lima menit untuk mendapatkan ayam goreng yang lezatnya tak kalah dengan brand ternama.

Ungkapkan manfaat apa yang kamu miliki, maka calon konsumen akan melirik tagline brand kamu.

3. Sampaikan Sebuah Kisah

Kekuatan sebuah kisah bukan hanya berlaku untuk buku dongeng. Karena dalam berbisnis pun kamu perlu menyampaikan kisah. Lebih baik lagi apabila kisah tersebut kamu masukkan ke dalam tagline.

Contoh tagline yang menjual kisah adalah brand ponsel legendaris bernama Nokia. Mereka membuat tagline “connecting people.” Dari dua kata ini mereka menyampaikan kisah bagaimana orang yang berjauhan mampu menjadi dekat.

Nokia berhasil mendekatkan dan menghubungkan orang yang jauh. Bahkan saat ini banyak orang yang merindukan tagline ini. Karena di zaman sekarang banyak yang merasa jika teknologi justru menjauhkan yang dekat. Sementara Nokia di masa lalu walaupun dengan keterbatasan teknologinya mampu mendekatkan yang jauh.

3. Sampaikan Sejelas-Jelasnya

Jika kamu sedang memikirkan bagaimana cara memasarkan bisnis maka kamu harus mampu menyampaikan informasi sejelas mungkin. Kamu tidak perlu merangkai kata bagaikan sedang merayu si dia. Ingat, tujuan kamu adalah memasarkan dan memperkenalkan bisnis kamu.

Coba lihat tagline dari brand mobil mewah Lexus. Brand ini mengusung tagline “Pursuit of Perfection.”

Dari tagline tersebut Lexus menyampaikan bahwa produk kendaraan mereka ditujukan kepada mereka yang mengejar kesempurnaan. Sementara kesempurnaan sangat dekat dengan kemewahan.

Hanya dengan mendengar taglinenya saja, semua orang merasakan aura kesempurnaan dan bayangan kemewahan Lexus. Bahkan sebelum mereka melihat wujud dari mobil tersebut.

4. Jelaskan Siapa Dirimu

Masih membahas mengenai kejelasan. Dalam membuat tagline pastikan kamu mampu menjelaskan siapakah dirimu atau brand kamu.

Tagline kamu harus mampu mengungkapkan siapa sesungguhnya brand kamu hanya dalam beberapa kata saja. Kamu tidak usah berupaya terlalu keras untuk terlihat keren atau manis.

Ungkapkan saja siapa diri kamu. Hal apa yang ada di dalam produk atau jasa kamu yang mampu membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik? Dampak apa yang akan mereka dapatkan setelah menggunakan brand milik kamu?

5. Memanfaatkan Kearifan Lokal

Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan kearifan lokal saat membuat tagline. Apalagi di Indonesia sendiri tersimpan banyak sekali budaya dan nilai yang dapat diangkat.

Misalnya saja kamu menjual produk kaos atau t shirt. Saat ini sudah banyak sekali penjual t-shirt yang ada di pasaran. Namun kamu memanfaatkan kearifan lokal seperti produk kamu menjual t-shirt dengan pola batik nusantara.

Contoh lain kamu menjual kopi. Kamu dapat menawarkan sebuah lini produk kopi yang berasal dari sebuah daerah di Indonesia yang kamu racik sendiri. Satukan kearifan lokal dengan produk atau jasa yang kamu miliki. Kemudian cobalah susun menjadi sebuah tagline.

6. Hindari Kata-Kata yang Terlalu Umum

Dalam membuat slogan, kamu perlu menghindari kata-kata yang terlalu umum. Karena kata-kata seperti itu dapat menjadi rancu dan membuat bingung calon konsumen.

Contohnya saja kamu menggunakan kata “enak banget.” Kata enak itu sendiri bersifat umum dan dapat digunakan oleh seluruh produk makanan dan minuman yang ada di dunia ini. Kamu harus lebih spesifik lagi daripada sekedar kata yang mengatakan “enak.”

Sebab calon pembeli ingin mendapatkan jawaban. “Apa yang enak?” “Mengapa saya harus mencobanya?” “Seenak apa rasanya?”

Kata yang bersifat umum dan tidak jelas subjeknya akan berbahaya. Karena bisa saja calon pembeli kamu akan memikirkan brand kompetitor dibandingkan brand milikmu.

***

Membuat tagline memang memiliki tantangan tersendiri. Ada baiknya kamu tidak perlu terlalu terburu-buru saat membuat tagline. Hal yang paling utama adalah kualitas barang atau jasa yang ingin kamu jual kepada konsumen.

Apabila produk atau layanan kamu memang berkualitas maka mereka akan berbicara dengan sendirinya kepada pelanggan kamu. Tagline memang penting, namun dapat kamu susun secara bertahap.

Apabila kamu memang merasa sudah saatnya membuat tagline maka buatlah dengan sangat sederhana, tepat sasaran, tanpa basa-basi. Hal paling penting berikutnya adalah kamu harus mampu menyampaikan manfaat apa yang akan konsumen kamu rasakan.

Apakah kamu saat ini sudah memiliki tagline yang menarik? Bagaimana tagline tersebut? Silahkan yuk di share!

Leave a Reply