
Belakangan ini banyak kalangan profesional di dunia barang promosi yang mengeksplorasi bagaimana caranya mengubah item di dunia nyata menjadi aset digital. Dengan kehadiran metaverse apakah masa depan merchandise juga ada di dalamnya?
Fenomena ini menarik disimak karena pada tahun 2021 saja, dunia virtual digital semakin diincar oleh banyak orang. Sebut saja satu contoh ketika pada bulan Desember, dilansir dari asicentral.com, seorang penggemar Snoop Dogg rela membayar $450,000 demi menjadi tetangga rapper dan produser ternama itu di dunia digital bernama “Snoopverse.”
Masih pada bulan yang sama, Adidas berhasil menjual non-fungible tokens (NFT) senilai lebih dari $22 juta. Lalu taipan teknologi Elon Musk membuat cuitan bahwa kini semua orang bisa membeli merchandise Tesla menggunakan Dogecoin.
Kemudian Facebook yang mengubah nama menjadi Meta berhasil membuat gaung metaverse semakin mendunia dan heboh. Tentu saja langkah yang dilakukan oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg ini banyak mendapatkan tanggapan.
Bagaimana Pengaruh Metaverse Terhadap Masa Depan Merchandise?
Atas fenomena dunia meta yang semakin menghebohkan ini, lalu seperti apa masa depan merchandise dan barang promosi? Rupanya jika dilihat lebih jauh, kehadiran dunia virtual justru membuka angin segar.
“Kita harus memahami berbagai elemen pemasaran yang ada saat ini,” jata Gerry Barker, presiden dari Cheshire sebuah perusahaan distributor besar di industri promosi. Ia termasuk salah satu orang yang pertama kali mencoba terjun ke digital merchandise, NFT dan metaverse.
Belum lama ini, ia menjadikan salah satu gadget klasik dari museum mainan milik keluarganya menjadi NFT. Barker juga bekerjasama dengan Lisa Fosdick, wakil presiden dari Tribe Socks untuk membuat NFTs4Charity, sebuah organisasi nirlaba untuk menyalurkan donasi dalam bentuk mata uang digital dari para donatur memanfaatkan perkembangan teknologi terkini.
Semakin banyak orang dan perusahaan yang memasuki dunia digital ini, maka peluang barang promosi menjadi bagian di dalamnya semakin besar. Walaupun saat ini masih berada di tahap pengembangan awal, terbuka banyak sekali potensi pemasaran menggunakan merchandise di dunia digital.
Baca juga: Yuk Jelajahi Metaverse untuk Kemajuan Bisnis Anda!
Masa Depan Merchandise Sudah Terjadi di Dunia Gaming & Fashion
Bagaimana sebuah barang promosi dapat berpindah dari satu tangan ke tangan lain secara digital dapat dilihat dari dunia gaming dan fashion. Para pemain game banyak yang bersedia mengeluarkan uang milik mereka demi membeli pakaian atau baju yang hanya tersedia dalam bentuk online.
Mereka bisa mengubah tampilan avatar mereka di platform Roblox atau Fortnite sesuai dengan selera dan mood yang diinginkan.
“Fashion di dalam lingkungan digital itu sangat murni dan tidak dibuat-buat,” kata Nathan Phillips, seorang penemu konsep desain di sebuah agensi periklanan bernama Technology, Human and Taste. “Anda memiliki kebebasan penuh dalam berekspresi dan mendandani avatar milik Anda di dunia digital,” lanjutnya.
Begitu pula dari dunia fashion. Contohnya saja Balenciaga yang berkolaborasi dengan Fortnite menyediakan skin spesial yang memiliki esensi layaknya busana “sungguhan.” Nantinya pemain bisa menggunakan skin tersebut eksklusif milik mereka. Begitu pula Gucci membuat ‘Gucci Garden’ di dalam permainan Roblox selama dua minggu. Di dalamnya mereka meluncurkan aksesoris digital yang dapat dikoleksi khusus hanya selama dua minggu.
Contoh berikutnya bisa dilihat dari perusahaan fast fashion, Forever 21 yang meluncurkan toko online di dalam permainan Roblox bernama Forever 21 Shop City. Toko ini melakukan marketing di kedua jenis lingkungan baik di dunia virtual ataupun di dunia fisik secara nyata. Dengan kata lain, mereka melakukannya baik secara digital maupun fisik.
Setiap bulannya, Forever 21 meluncurkan 2,000 item berbeda di dunia digital dengan kecepatan replikasi tinggi. Sehingga nantinya perusahaan dapat melihat seperti apa minat konsumen. Produk yang paling tinggi peminatnya di metaverse akan mereka luncurkan dalam bentuk fisiknya secara nyata.
Di dalam dunia game, perusahaan Forever 21 dapat memberikan pengalaman konsumen secara utuh kepada siapa saja yang bermain di dalamnya. Mereka dapat membeli, misalnya saja dompet dan tas di dalam Roblox. Bagi siapa saja yang membeli item di dalam game, mereka akan mendapatkan kode rahasia yang bisa ditukarkan dengan produk yang sama dengan harga khusus saat berkunjung ke toko fisik.
Jika ini terjadi terus menerus, maka akan terbentuk sebuah pola berulang di dunia digital dan dunia nyata. Pada akhirnya, sebuah bisnis dapat terus berkembang dengan memanfaatkan baik metaverse dan offline store.
Menggabungkan Dunia Digital dan Nyata
Seperti yang kita tahu, agar konsumen semakin ingat dengan brand Anda, maka mereka perlu mendapatkan sesuatu yang bisa mereka gunakan. Caranya yaitu dengan menggunakan barang promosi atau merchandise. Di tengah perkembangan metaverse, Anda bisa manfaatkan situasi perkembangan teknologi yang ada.
Misalnya saja Anda dapat mengirimkan aneka gift bag, merchandise, souvenir atau hadiah ke alamat konsumen. Siapa yang berhak mendapatkan aneka hadiah itu? Tidak adalah mereka yang pernah mengunjungi acara virtual yang Anda lakukan, atau yang berkunjung ke toko digital Anda. Sehingga walaupun interaksi yang terjadi antara Anda dan konsumen berlangsung secara virtual, Anda tetap bisa mengirimkan merchandise kepada mereka.
Contoh yang terjadi di industri musik dapat kita lihat dari peluncuran album Kings of Leon. Ia membuat album dalam bentuk NFT. Dan di dalamnya terdapat enam “Golden Tickets,” yang bisa ditukarkan dengan spot konser di bagian VIP.
Atau perusahaan Adidas tahun lalu meluncurkan 30,000 NFT yang dapat ditukarkan dengan merchandise fisik di toko atau outlet tertentu.
Bagaimana dengan bisnis Anda? Ingatlah, memberikan merchandise merupakan salah satu cara promosi dengan dampak jangka panjang dan modal ekonomis. Apabila ini digabungkan dengan dunia virtual atau metaverse, maka akan tercipta sebuah kombinasi yang dapat mendatangkan hasil maksimal bagi keuntungan perusahaan Anda.
Siap mengeksplorasi metaverse?
