Apakah Anda Bos yang Baik? Cek Yuk Hasil Survey Ini!

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
bos yang baik
Image by Macrovector from Freepik

Bos yang baik adalah idaman tim dan karyawan. Bagi Anda yang saat ini menjadi pemilik bisnis, manajer, supervisor, brand manager dan apapun jabatan yang membawahi orang lain tentu ingin menjadi seorang atasan yang dihormati karyawan. Apa saja hal yang dianggap penting oleh karyawan mengenai bos mereka? 

Sebuah studi yang dilakukan oleh Gallup mengatakan setidaknya setengah dari pekerja di Amerika Serikat melakukan “quiet quitting,” dalam artian hanya melakukan pekerjaan dengan kualitas standar tanpa memberikan nilai lebih. Fenomena ini dapat dipengaruhi juga dengan pola hubungan antara pimpinan dengan pegawai. 

Lalu seperti apa seorang bos yang baik dan mampu mendorong semangat dan motivasi kerja? Mari selidiki lebih jauh!

Apa Saja Indikator Seorang Bos yang Baik?

Kepuasan seorang karyawan terhadap pekerjaan mereka rupanya bukan melulu berpatokan pada berapa besar gaji yang diterima. Karena tingkat kebahagiaan di tempat kerja lebih dipengaruhi oleh hubungan bersama atasan. Setidaknya 2 dari 3 karyawan mengatakan hubungan bersama atasan mereka lebih berpengaruh terhadap kepuasan kerja dibandingkan faktor lain. 

Beberapa hal yang membuat seseorang dianggap seorang bos yang baik:

  • Gaya Manajemen. Sebanyak 60% menganggap gaya memimpin “sangat berpengaruh” pada kepuasan kerja
  • Gaya Komunikasi. Sebanyak 57% mengatakan gaya berkomunikasi “sangat penting”
  • Gaya Memberikan Masukan. Sebanyak 47% orang menganggap cara pimpinan menyampaikan feedback “sangat penting”

Perilaku Lebih Penting Dibandingkan Keahlian

Ketika sudah membahas kriteria apa yang diperlukan agar menjadi ‘bos yang baik,’ maka survey menunjukkan karyawan lebih menganggap penting perilaku dibandingkan pengalaman atau keahlian. Dari berbagai pekerja profesional yang disurvey, 6 dari 10 karyawan lebih memilih bos yang menyenangkan dibandingkan yang kompeten. 

Lalu apa yang membuat seorang pimpinan dianggap “menyenangkan” untuk bekerja bersamanya? Sebanyak 91% mengatakan “perlakuan yang adil” menjadi satu hal paling penting yang harus dimiliki oleh seorang bos. 

Bahkan pada penelitian yang juga dilansir di QLP ini, perlakuan yang baik kepada karyawan dianggap tiga kali lebih penting dibandingkan hal lain. Komunikasi yang jelas (88%) dan menghargai pendapat orang lain (83%) adalah sifat penting yang dimiliki oleh seorang bos yang baik. 

Dalam hal kepuasan kerja, sebanyak 64% karyawan berpendapat bahwa hubungan baik dengan atasan merupakan hal paling penting di tempat kerja. Begitu pula sebanyak 60% karyawan menganggap bos yang menyenangkan dan mudah diajak kerjasama lebih penting dibandingkan seorang bos kompeten. 

Apa Bedanya Antara Bos yang Baik dan Bos Buruk?

Apabila membahas mengenai bos yang baik maka penting juga untuk mengetahui bos seperti apa yang dianggap buruk. Sebab sebagaimana segala hal di dunia ini yang harus seimbang dan mudah membedakan maka penting untuk membahas lebih dalam seperti apa kriteria ideal dan yang tidak. 

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, seorang bos yang dianggap baik adalah mereka yang mampu menjalin komunikasi dengan baik maka begitu pula sebaliknya. Seorang pimpinan yang dianggap buruk adalah mereka yang buruk pula dalam berkomunikasi. 

Sementara itu salah satu bentuk komunikasi yang paling buruk adalah jika seorang pimpinan menyampaikan berbagai kalimat yang merendahkan. Dari hasil survey yang didapatkan sebanyak 78% karyawan mengamininya. Di samping itu komunikasi yang buruk dan micromanaging juga dianggap problem serius. Bahkan sebanyak 3 dari 4 pekerja profesional menganggap alasan-alasan inilah yang membuat seseorang menjadi pimpinan buruk. 

Lebih Lanjut Mengenai Pimpinan yang Buruk

Diluar dari komunikasi yang buruk, ternyata ada sebuah sifat yang dianggap paling tidak ideal dari seorang pemimpin. Sifat tersebut adalah seorang bos yang justru menciptakan lingkungan tidak nyaman di tempat kerja. 

Sebanyak 45% responden menyampaikan hal ini juga 37% dari survey mengatakan bos yang berkata kasar kepada karyawan merupakan pimpinan yang paling buruk. Apabila lingkungan kerja sudah tidak nyaman maka antar karyawan dapat saling bersinggungan dan pada akhirnya kinerja perusahaan menjadi rusak. 

Sekitar ¼ jumlah responden yang ditanyakan mengenai hal ini menyampaikan jika mereka merasa mampu melakukan berbagai hal lebih baik dari bos mereka. Karakteristik teratas yang menjadi ciri-ciri bos yang buruk adalah mereka yang kasar, tidak cakap, sulit disentuh, terlalu memaksa dan tidak kompeten. 

Mengenai frase ‘tidak kompeten’ ini Anda juga harus kembali mengingat bahwa seseorang tetap dianggap sebagai bos yang baik jika memperlakukan karyawan secara proporsional. Apabila pimpinan mampu memperlakukan karyawannya dengan baik maka masalah kompetensi dapat diperbaiki seiring berjalannya waktu. 

Tips Menjadi Bos yang Baik

Walaupun Anda saat ini menduduki posisi yang tinggi di dalam perusahaan, Anda tetap harus bersikap bijak mengenai bagaimana sebaiknya Anda memperlakukan karyawan. Jadilah seorang pemimpin yang baik dan bijak bagi pegawai Anda. 

Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah melalui apresiasi kecil namun bermakna melalui pemberian hadiah atau merchandise kepada karyawan. Pada waktu-waktu tertentu atau hari besar Anda dapat menghadiahkan berbagai item menarik atas nama perusahaan. Dengan begitu mereka akan merasa dihargai dan dianggap memiliki peran penting untuk kelangsungan bisnis. 

Maka dari itu segera dapatkan berbagai merchandise atau souvenir perusahaan terbaik kepada karyawan Anda. 

Setelah itu perlakukan pegawai Anda secara proporsional. Apabila mereka melakukan kesalahan Anda dapat menegur sesuai dengan porsinya, begitu pula jika mereka berprestasi Anda harus memberikan penghargaan. Bentuk penghargaan ini tidak perlu mewah akan tetapi bermakna. 

Itulah beberapa pandangan mengenai bos seperti apa yang dianggap baik dan buruk. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menjadi seorang pemimpin yang baik bagi jajaran Anda? 

Leave a Reply