
Jika Anda bergerak di bisnis entertainment atau pemilik sebuah brand yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara (EO, WO, dsb), maka Anda tidak bisa menganggap remeh merchandise. Sebab kehadiran merchandise bisa jadi sumber cuan sampingan yang cukup signifikan!
Contoh paling jelas mengapa merchandise bisa jadi sumber cuan adalah dunia bisnis pertunjukan musik. Karena bagi para fans, berapapun harga merchandise, mereka akan memburunya. Sebab mereka ingin menunjukkan jika mereka adalah penggemar sejati.
Contoh Cuan dari Merchandise Bisnis Entertainment
Contohnya saja seperti dikutip dari CNN Indonesia, ketika Paramore mengadakan konser pada Agustus tahun 2018 lalu, kaos seharga Rp 400 ribu diburu oleh penggemar. Para fans tidak perlu berpikir dua kali untuk merogoh kocek demi mendapatkan barang yang mewakili minat dan identitas mereka.
Namun angka tersebut masih bisa “dikalahkan” oleh harga merchandise bisnis entertainment dari genre K-Pop. Sebab harga kaos boyband atau girlband Korsel mampu dibanderol dengan harga mulai dari Rp 300 – Rp 700 ribu rupiah.
Patut Anda ingat, harga ini merupakan angka sebelum pandemi. Jadi bisa dibayangkan apabila merujuk pada tahun 2022, ketika konser sudah mulai bisa diadakan, harga merchandise dapat berkali lipat.
Item yang dijadikan barang promosi ini juga bukan hanya kaos. Sebab pada konser Blackpink pada bulan Januari 2019 saja ada banyak pilihan merchandise dalam bentuk unik. Mulai dari sandal, kantung kecil, handuk, bahkan sampai benda sehari-hari seperti selotip!
Tentu saja diantara item itu disajikan pula aneka merchandise “biasa” seperti topi, gantungan kunci, bando, pin, pulpen, stiker dan lightstick.
Lightstick dan kaos bisa dikatakan merupakan merchandise yang paling banyak diburu oleh penggemar K-Pop khususnya Blackpink. Hal ini dikarenakan kedua benda tersebut bagaikan identitas yang mewakili kegemaran dan status penggemar sejati artis yang disukai.
Para penggemar ingin menunjukkan bahwa mereka mendukung artis favoritnya dan mereka rela mengeluarkan sejumlah dana untuk memperlihatkan dukungan itu.
Apalagi merchandise yang diperjualbelikan saat kehadiran artis besar memiliki hak cipta dan lisensi. Maka orisinalitasnya terjamin. Inilah yang semakin meningkatkan daya tarik merchandise bisnis entertainment, terutama dari musisi atau selebritis besar.
Lalu bagaimana keuntungan yang didapat pihak penyelenggara dari penjualan merchandise ini?
Anggap saja pada sebuah konser selama dua hari, hadir 15 ribu pengunjung yang 70% diantaranya memiliki lightstick. Para penggemar ini bisa membelinya melalui offline atau online.
Dari angkat di atas maka diperkirakan sebanyak 10.500 fans memiliki lightstick. Apabila satu buah item tersebut dibanderol pada harga Rp530 ribu, maka omset dari penjualan satu buah item saja dapat mencapai Rp5,5 milyar.
Sebuah angka yang tidak bisa dianggap kecil bukan? Anggap saja promotor hanya mendapatkan keuntungan sebesar 10% dari seluruh penjualan lightstick. Artinya, pihak event organizer bisa meraih potensi pendapatan sebesar Rp556 juta.
Bayangkan jika ada berbagai item lainnya yang terjual. Sudah bisa dibayangkan omset dan kemungkinan cuan yang bisa didapatkan bukan?
Bukan yang Utama, Namun Tetap Signifikan
Ada satu hal yang perlu diingat bahwasanya hasil pendapatan dari merchandise tidak dapat dijadikan sumber utama keuntungan. Sebab di dalam bisnis entertainment juga dibutuhkan pengeluaran dan modal yang besar. Sehingga pemasukan juga harus didapatkan dari berbagai sumber pula.
Akan tetapi, peran merchandise untuk menambah sumber pemasukan penyelenggara tidak dapat dianggap remeh. Karena sebuah merchandise bukan saja diburu oleh fans, namun juga menjadi penanda akan sebuah acara yang abadi.
Siapapun yang memilikinya dapat menggunakan atau memakainya kembali di waktu yang lain sambil mengingat kembali momen-momen saat acara berlangsung. Inilah kekuatan sebuah merchandise.
Karena kehadiran merchandise bukan saja sekedar oleh-oleh atau buah tangan semata. Tetapi merupakan wakil dari identitas dan lokasi yang pernah dikunjungi oleh seseorang. Bahkan, sebuah kaos dari acara tertentu bisa menjadi collectible item di kalangan penggemar.
Begitu pula jika Anda adalah penyelenggara acara tanpa mengundang artis. Misalnya saja acara pernikahan, lepas sambut, pelatihan, dan lain sebagainya.
Dengan menyajikan aneka merchandise, seluruh peserta acara bisa mendapatkan sekeping momen yang dapat mereka bawa pulang. Harga seringkali tidak menjadi masalah sebab nilai dan kenangan di dalamnya akan terasa lebih penting.
Itulah mengapa sebuah merchandise di dalam bisnis entertainment dan penyelenggaraan acara memiliki nilai lebih. Karena yang diburu oleh fans, peserta acara, atau tamu adalah “kisah” dibaliknya.
Jadi, apabila Anda saat ini bergerak di bidang bisnis entertainment dan penyelenggara acara, selalu berikan merchandise terbaik bagi seluruh orang yang hadir. Apalagi saat ini izin acara besar sudah mulai dapat dijalankan.
Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan memesan aneka merchandise di Grade Cipta. Apapun acara atau event Anda, sebuah souvenir atau merchandise dapat memberikan sesuatu yang bermakna lebih dalam kepada semua orang.
