Halo pengusaha, wirausahawan, brand managers dan entrepreneurs dimanapun berada! Saat tulisan ini dibuat, tahun baru 2021 baru saja tiba. Bagaimana kabar kamu semua? Bagaimana kesan kamu mengenai 2020 yang baru saja berlalu?
Apapun pelajaran selama 2020 yang lalu, baik dan buruknya bisa kita jadikan kisah tersendiri.
Ngomong-ngomong mengenai kisah atau cerita pribadi, kamu pasti sering berbagi kisah menggunakan media sosial bukan? Mulai dari ketika kamu senang, sedih, kecewa, putus cinta, galau dan lain sebagainya. Media sosial bagaikan buku diary yang bisa kamu akses kapan saja.
Karena media sosial bisa kamu jadikan tempat bercerita, maka fungsi tersebut bisa kamu gunakan juga lho untuk menjual brand kamu! Terutama di masa-masa saat ini dimana hampir semua orang memiliki akun media sosial.
Kamu bisa bercerita apa saja. Mulai dari cerita kamu saat memulai bisnis, apa saja yang kamu alami, dan lain sebagainya.
Bagaimana? Sudah mulai terpikir untuk menuangkan cerita bisnismu di media sosial? Mari kita telaah lebih lanjut yuk!
Sebesar Apa Potensi Kisah Bisnis Brand Kamu akan Dilihat

Sebelum kamu mulai berbagi kisah dan cerita di media sosial milik kamu atau perusahaan kamu, mungkin ada pertanyaan terlintas.
“Memangnya berapa banyak orang yang akan melihat cerita saya?”
Mari lihat data statistik berikut ini:
1. Pengguna Internet di Seluruh Dunia
Tahukah kamu berapa banyak pengguna internet di seluruh dunia? Sebelumnya patut kamu ketahui bahwa populasi di seluruh dunia ini mencapai kurang lebih 7,7 miliar jiwa.
Dari jumlah 7 miliar itu, pengguna mobile sebesar 5,1 miliar jiwa, dengan pengguna internet di seluruh dunia mencapai sekitar 4,5 miliar.
Belum berhenti sampai disitu, pertanyaan paling pentingnya adalah berapa banyak pengguna media sosial? Jawabannya adalah 3,800 miliar total pengguna aktif media sosial!
Bagi kamu yang mampu dan jago berbahasa asing, potensi pasar untuk memasarkan brand kamu ternyata sangat luas. Kamu bisa menyebarkan kisah dan cerita yang kamu miliki bahkan sampai menjangkau seluruh dunia.
2. Pengguna Media Sosial di Indonesia
Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri? Seperti yang kita ketahui, populasi Indonesia mencapai sekitar 200 juta jiwa, tepatnya adalah 272,1 juta jiwa.
Dengan penggunaan perangkat mobile sebanyak 338,2 juta, pengguna internet mencapai 175,4 juta dan pengguna media sosial sebanyak…. 160 juta jiwa pengguna aktif media sosial.
3. Media Sosial Apa yang Paling Banyak Digunakan?
Baiklah, dari sekitar 160 juta pengguna media sosial, tentu penggunanya tersebar ke berbagai platform.
Ternyata platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah:
- YouTube digunakan oleh 88% dari jumlah populasi
- WhatsApp digunakan oleh 84% dari jumlah populasi
- Facebook digunakan oleh 82% dari jumlah populasi
- Instagram digunakan oleh 79% dari jumlah populasi
Selain itu pengguna Twitter sebanyak 56% dari populasi. Bagaimana dengan TikTok yang sedang naik daun itu? TikTok sendiri terus merambah penggunanya termasuk di Indonesia yang mencapai 25% dari populasi selama 2020 yang baru saja berlalu.
Tentunya data ini terus berkembang seiring tahun berlalu. Tetapi dengan melihat data terkini dari tahun 2020 ini, kamu sudah bisa melihat gambaran sebesar apa potensi kisah bisnis kamu akan dilihat oleh pengguna media sosial.
Gunakan Prinsip 3 S pada Kisah Bisnismu

Bagi kamu yang sudah memutuskan untuk “menjual” kisah perjalanan bisnis dan brand milik kamu, kamu bisa menggunakan prinsip dan rumus 3 S. Apa itu?
3 S adalah; star, story, solution.
- Star: Star berarti “bintang.” Maka kamu pilih siapa yang menjadi bintang atau tokoh utama dari kisahmu ini. Bisa kamu sendiri sebagai pemilik bisnis, pelanggan setiamu, bahkan toko atau produk kamu juga bisa kamu jadikan star.
- Story: Pada bagian ini kamu ceritakan peristiwa yang dihadapi oleh star. Cari peristiwa yang memiliki keterkaitan dengan konsumen brand kamu. Bisa berupa masalah yang harus diatasi, mengapa tokoh star harus berubah, dan lain sebagainya.
- Solution: Pada bagian ini, kamu menceritakan solusi yang mampu diberikan oleh produk atau brand kamu untuk memecahkan masalah si tokoh star di atas.
Rumusan ini bisa kamu variasikan bergantung pada situasi kamu. Bisa saja kamu menjadikan brand kamu sebagai star. Maka kamu bisa menceritakan kisah perjalanan brand. Misalnya mulai dari kamar kosan, beranjak perlahan sampai memiliki toko, dan lain sebagainya.
Atau kamu juga bisa mengisahkan pelanggan kamu yang setia, ia tetap membeli produk kamu walaupun pandemi melanda. Karena kesetiaanlah yang membuat kamu tetap semangat menjalankan usaha yang kamu rintis.
Hal paling penting adalah kamu gali kisah apa yang relatable dan mampu menarik perhatian siapapun yang melihatnya.
Saatnya Bercerita di Media Sosial

Sudah memiliki kisah yang akan kamu bagi di media sosial? Ada beberapa tips agar kisah kamu semakin menarik perhatian.
- Dramatisasi memang perlu, tetapi yang paling penting adalah kejujuran dari kisah yang kamu bagi. Jangan gunakan cerita yang dibuat-buat atau jauh dari fakta. Percayalah, netizen Indonesia pintar-pintar.
- Jadikan kisah yang kamu bagi itu relatable dan mudah dipahami oleh sebagian besar target pasar kamu. Semakin mudah kisahmu dikaitkan dengan pengalaman yang serupa dengan yang dialami orang lain, disitulah kisah kamu mengenai hati dan pikiran mereka.
- Tema yang menarik. Kamu bisa pilih tema yang menarik. Karena orang Indonesia menyukai karakter from zero to hero, kamu bisa memilih untuk menceritakan dirimu sendiri yang bukan siapa-siapa sampai menjadi sukses.
- Ekspos brand kamu. Karena tujuannya berbagi kisah ini salah satunya adalah untuk meningkatkan awareness brand kamu, maka usahakan di dalam unggahan kisahmu itu berisi display brand yang kamu miliki. Bisa berupa bungkus produk, baju karyawan yang bertuliskan brand, atau barang-barang promosi lainnya.
Gunakan Barang Promosi untuk Meningkatkan Ketertarikan Pelanggan

Agar brand kamu makin dikenal oleh pengguna media sosial, maka kamu perlu menggunakan barang promosi.
Barang promosi memiliki banyak ragam dan rupa. Mulai dari kaos, masker, logo yang tertera pada payung, handuk, dan lain sebagainya.
Penggunaan barang promosi ini bisa kamu gunakan kapan saja. Mari lihat contoh berikut ini:
- Ketika kamu mengunggah video YouTube milikmu, kamu bisa mengenakan kaos dengan logo brand kamu. Bila banyak viewers yang melihatnya, otomatis mereka akan melihat kaos dengan brand kamu disitu.
- Kamu buat video TikTok singkat yang mengisahkan perjalanan bisnis kamu sembari mengenakan masker. Masker yang kamu kenakan bertuliskan atau bergambar brand kamu tentunya!
- Kamu adakan giveaway melalui Instagram. Giveaway bisa berupa barang promosi tertentu yang bermanfaat bagi pelanggan. Misalnya kamu berikan paket new normal ini bagi mereka yang memenuhi syarat pemberian
Penggunaan barang promosi akan sangat membantu mengangkat kisah kamu menjadi lebih menarik. Selain bisa kamu atau pegawai kamu kenakan, barang-barang promosi ini bisa kamu jadikan hadiah bagi pelanggan.
Jadi, sudah tertarik untuk bercerita melalui media sosial? Kira-kira kisah apa yang akan kamu bagi?
Referensi:
https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2020/
