
Anda pengguna WhatsApp, Line, Messenger, BBM, DM atau aplikasi chatting lainnya? Bagaimana cara chatting yang tepat untuk memikat konsumen Anda?
Bayangkan jika Anda ingin melakukan deal dengan klien atau konsumen, namun Anda hanya bisa dihubungi melalui panggilan telepon. Tentu merepotkan.
Solusi terbaik adalah menggunakan aplikasi chatting untuk berkomunikasi.
Chatting memudahkan Anda untuk berkirim pesan, mengirim gambar, dan lain sebagainya.
Anda bisa menggunakannya kapan saja. Untuk apa saja. Mulai dari keperluan pribadi sampai keperluan bisnis.
Tetapi ada beberapa cara yang harus Anda perhatikan. Sebab chatting dengan klien atau konsumen tentu berbeda dengan ketika Anda chatting bersama keluarga, kekasih atau sahabat.
Jangan sampai niat Anda ingin akrab dengan konsumen menjadi bumerang. Hanya karena Anda tidak menggunakan kata-kata yang tepat ketika chatting. What a bad dream!
Tips Chatting dengan Konsumen Anda
Ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan ketika Anda chatting dengan klien, pelanggan atau konsumen Anda. Berikut di antaranya.
1. Sapa dengan Ramah
Sama seperti percakapan di dunia nyata, maka kalimat sapaan adalah kunci utama yang harus Anda pegang. Kalimat sapaan adalah kesan pertama yang Anda berikan kepada konsumen Anda.
Anda harus membayangkan sedang berbincang secara tatap muka. Tentu Anda lebih menyukai wajah yang ceria daripada wajah yang cemberut.
Sapalah konsumen Anda dengan ramah. Misalnya Anda menggunakan kata-kata berikut:
- “Halo”
- “Selamat pagi/siang/malam”
- “Terimakasih sudah menghubungi saya/kami”
- “Senang sekali mendengar kabar Anda:
- Dll
2. Ajukan Pertanyaan Pembuka
Setelah salam maka kalimat berikutnya adalah Anda bisa menanyakan sesuatu kepada konsumen Anda.
Anda bisa menanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan tertentu. Misalnya, “Ada yang bisa saya bantu?”
Anda juga bisa menanyakan sesuatu untuk memperjelas informasi yang konsumen bawa. Misalnya mereka memiliki keluhan atau pertanyaan, maka Anda bisa memberikan pertanyaan seperti, “Jadi warna yang Anda inginkan tidak sesuai?” “Anda ingin varian coklat seperti kemarin?”, dan lain sebagainya.
3. Gunakan Kalimat Positif
Anda harus menggunakan kalimat positif ketika chatting dengan konsumen Anda. Sebab kalimat negatif bagaikan “pembunuh berdarah dingin.” Jika terus menerus terkena kalimat negatif, konsumen Anda bisa kabur dengan yang lain. Ngeri!
Coba lihat contoh berikut:
- “Kami tidak menyediakan barang yang Anda minta.”
- “Sayangnya kami sudah tidak lagi memproduksi produk itu, tapi saat ini kami sudah membuat produk yang lebih baik berdasarkan produk kami sebelumnya. Bersediakah Anda melihatnya?
Dari contoh diatas mana kalimat yang lebih enak didengar? Intinya adalah Anda tunjukkan keinginan untuk membuat konsumen puas. Jangan sampai konsumen merasa dibiarkan begitu saja.
4. Sebut Nama Konsumen Anda
Tidak ada hal yang lebih membuat orang lain merasa dihargai selain ketika nama mereka disebut. Nama adalah identitas paling penting bagi seseorang. Hal ini berlaku untuk semua orang. Begitu juga konsumen Anda.
Begitu Anda mendapatkan nama konsumen yang chatting dengan Anda, segera sebut namanya!
Pastikan juga karena chatting adalah bahasa tulisan, maka jangan sampai ejaan yang Anda gunakan salah. Misalnya yang seharusnya Andy menjadi Andi. Anggia menjadi Anggita. Suparman menjadi Superman. Berbeda satu huruf saja bisa fatal akibatnya.
5. Gunakan Emoticon yang Sesuai
Chatting memiliki tantangan tersendiri. Karena Anda tidak bisa mendengar nada suara, mimik wajah, ekspresi, bahasa tubuh dan lain sebagainya. Karena itu penggunaan emoticon menjadi penting.
Hal ini untuk menjaga percakapan berlangsung hangat dan akrab. Memang menggunakan emoticon bagaikan sebuah seni tersendiri. Terlalu banyak akan terlihat Anda bagaikan anak alay dan tidak profesional. Penempatan yang tidak tepat juga dapat mengaburkan pesan.
Usahakan jika Anda ingin menggunakan emoticon, Anda sudah cukup mengenal pelanggan Anda. Sehingga Anda tahu bagaimana reaksi serta tanggapan yang mungkin akan mereka berikan.
6. Memanfaatkan Fasilitas Chatting untuk Bisnis
Anda bisa menambah kesan profesionalitas Anda dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Misalnya saja Anda beralih ke WhatsApp untuk bisnis. Atau aplikasi lain yang serupa.
Sebab dengan menggunakan aplikasi seperti ini, Anda bisa mengatur salam pembuka yang mampu menunjukkan profesionalitas bisnis Anda.
Konsumen atau calon konsumen juga akan segera mengetahui sejak detik pertama jika mereka sedang melakukan chat bersama seseorang yang professional.
7. Letakkan Fasilitas Chat di Landing Page Anda
Jika Anda memiliki website, sangat penting untuk menaruh kolom chat sejak halaman pertama. Sehingga bagi siapapun yang tertarik akan dapat langsung menghubungi Anda dengan mudah.
Berbincang menggunakan chatting lebih disukai karena rasa sungkan dapat lebih ditekan. Calon klien atau konsumen Anda juga bisa bebas menanyakan apapun.
8. Selalu Periksa DM Media Sosial Anda
Jika Anda tidak memiliki website, maka Anda bisa memanfaatkan fasilitas chat yang ada di media sosial. Hampir seluruh media sosial memiliki fasilitas ini.
Jika Anda menemukan notifikasi pesan yang masuk di DM Instagram, Twitter, Facebook atau lainnya, segera balas pesan mereka.
Chatting melalui media sosial dapat menjadi pintu gerbang Anda mendapatkan konsumen potensial!
Contoh Chatting yang Baik
Agar Anda mudah membayangkan bagaimana chatting yang baik, Anda bisa lihat tangkapan layar berikut ini:

Bisa Anda lihat bukan, betapa hangatnya percakapan yang terjadi? Admin Grade yang menyediakan souvenir dengan custom design ini akan selalu menyambut konsumen dengan hangat.
Segala pertanyaan akan dijawab. Solusi akan diberikan sesuai dengan pertanyaan yang dimiliki oleh konsumen.
Bagaimana? Sudah ada gambaran mengenai chatting seperti apa yang akan Anda gunakan nanti?
Chatting bukan sekedar percakapan, karena dengan chatting yang tepat maka omset bisnis Anda juga bisa meningkat. Jangan sampai konsumen Anda berpaling kepada yang lain hanya karena mereka merasa tidak disambut dengan ramah.
Referensi:
https://www.comm100.com/blog/professional-chat-tips/
