
Mindset atau pola pikir banyak pengaruhnya di dalam kehidupan. Seiring perkembangan ilmu psikologi, kini dikenal istilah growth mindset dan fixed mindset. Kira-kira apa ya beda diantara keduanya?
Pernah gak kamu mengeluh dan merasa jika kemampuan kamu sudah mentok? Kamu merasa jika sekeras apapun kamu berusaha, kamu tidak akan mampu menembus batasan yang sudah kamu bawa dari lahir.
Apa benar begitu?
Hati-hati, karena bisa jadi kamu sedang berada di dalam zona fixed mindset. Agar kamu tidak terjebak di dalamnya, kamu harus ubah diri kamu untuk memiliki growth mindset.
Apabila kamu memiliki growth mindset, maka setiap kali kamu gagal dalam bisnis, usaha, pekerjaan, karir, bahkan cinta, kamu dapat melambung kembali untuk mencapai sukses.
Yuk kenali lebih jauh mengenai growth dan fixed mindset ini!
Awal Mula Konsep Growth Mindset vs Fixed Mindset
Apabila kita membahas konsep Growth Mindset dan Fixed Mindset, maka kamu harus berkenalan dengan Carol Dweck. Sejak lebih dari 30 tahun lalu, Dr. Dweck tertarik untuk mempelajari sikap pelajar ketika mereka menghadapi kegagalan.
Ia mempelajari ribuan sikap yang dimiliki pelajar saat harus merasakan gagal dalam pelajaran.
Dari penelitiannya ini, Dr. Dweck menemukan konsep Growth Mindset dan Fixed Mindset. Jadi, siswa yang merasa yakin jika ia mampu menjadi lebih cerdas, maka siswa itu mampu memahami bahwa ia harus melakukan sesuatu.
Dari situ ia kemudian berupaya keras meluangkan waktu untuk belajar dan memperbaiki diri sampai ia mampu mencapai prestasi yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Semua berawal dari sebuah keyakinan.
Seperti Apa Ciri-Ciri FIxed Mindset?
Agar lebih mudah memahaminya, yuk kita kupas satu persatu tentang perbedaan kedua mindset ini.
Pada orang yang memiliki fixed mindset, ia memiliki beberapa keyakinan seperti berikut:
- Orang yang memiliki fixed mindset menganggap jika kemampuan yang ia miliki disebabkan oleh bakat yang ada sejak lahir. Dimana ia yakin jika bakat yang ia miliki ini menjadi batasan dirinya. Ia merasa tidak memiliki kemampuan lain diluar bakat yang ia punya. Misalnya jika kamu merasa berbakat untuk memasak, maka kamu yakin jika kamu tidak akan mampu menguasai kemampuan lain diluar memasak.
- Apabila kamu memiliki fixed mindset, kamu cenderung tidak berani mengambil resiko. Memang sih, kamu perlu berhati-hati dalam hidup. Namun jika kamu terus menerus menetap di satu tempat yang sama, lama kelamaan kamu tidak akan berkembang.
- Orang dengan fixed mindset merasa jika perubahan hanya akan membawa kesulitan bagi kehidupannya. Maka orang seperti ini sangat tidak suka dengan perubahan. Apakah kamu seperti itu?
- Berikutnya adalah, ia merasa apabila ia mengalami keadaan yang sulit maka itu hanyalah nasib. Memang sudah seperti itu jalannya. Maka dari itu mereka merasa tidak perlu memperjuangkan apa-apa. Pasrah saja.
- Apabila dikritik, maka mereka merasa jika mereka telah gagal. Misalnya kamu dikritik karena proposal kamu banyak kekurangan. Kamu langsung merasa putus asa dan menganggap jika diri kamu telah gagal.
- Begitu pula ketika mereka melihat orang lain yang sukses. Mereka yakin apabila orang-orang kaya, berhasil, dan orang-orang yang sukses adalah karena bakat dan bawaan lahir. Biasanya orang seperti ini sering berkata, “Yaa terang aja, dia kan udah pinter dari zaman SD.”, atau “Wajarlah, namanya juga anak orang kaya. Udah bakatnya cari duit.”
Ciri-Ciri Growth Mindset
Di sisi lain, growth mindset memiliki perbedaan dari mindset sebelumnya. Apa saja perbedaannya? Ini dia:
- Mereka yang memiliki growth mindset menganggap bahwa kemampuan yang mereka miliki itu adalah hasil dari kerja keras. Mereka yakin ketika mereka mendapatkan hasil buruk, mereka mampu mengubahnya dengan kerja keras, belajar, dan latihan.
- Orang yang memiliki growth mindset juga lebih berani untuk mengeluarkan diri dari rasa nyaman. Mereka lebih berani mengambil resiko. Misalnya saja kamu sedang pusing karena bisnis kamu berhenti karena pandemi. Kamu berani mengambil resiko dengan mempelajari peluang-peluang baru yang tersedia di luar sana.
- Orang dengan pemikiran seperti ini yakin jika kesulitan bukanlah sumber kesulitan. Melainkan menjadi sumber tantangan baru yang ingin mereka taklukkan.
- Bagaimana jika gagal? Orang dengan mindset ini menganggap bahwa walaupun gagal, itu adalah harga yang harus dibayar. Mereka tetap mensyukuri pengalaman dan kemampuan baru yang mereka miliki setelah mencoba. Bagaimana? Apakah kamu berani mencoba hal baru?
- Dikritik? Tidak masalah. Apabila kamu memiliki growth mindset, kamu menganggap kritikan sebagai sarana untuk terus mengembangkan diri kamu.
- Apabila kamu memiliki sudut pandang ini, maka kamu juga memandang keberhasilan orang lain karena kerja keras mereka. Kamu tidak minder, tetapi terinspirasi untuk mempelajari bagaimana cara mereka meraih sukses. Kamu yakin jika mereka saja bisa, masa kamu tidak bisa?
Perbedaan sukses dan gagalnya seseorang bisa ditentukan hanya dari bagaimana pola pikir yang kamu gunakan.
Dalam hal ini, sebaiknya kamu memiliki growth mindset. Terutama di masa-masa sulit belakangan ini. Mindset yang tepat dapat menyelamatkan karir, pendidikan, sampai bisnismu.
Bagaimana? Apakah kamu merasa keberhasilan yang bisa kamu raih itu ditentukan dan dibatasi oleh bakat bawaan? Atau justru kamu yakin jika kamu cukup bekerja keras dan pantang menyerah, kamu mampu untuk meraih sukses?
Yuk, tentukan mindsetmu sekarang juga!
