
Apakah kamu sudah menggunakan souvenir di dalam perjalanan bisnis kamu? Ternyata souvenir mampu mendorong brand awareness kepada pelanggan kamu lho!
Bagi kamu yang saat ini sedang menjalankan sebuah usaha, maka ada satu unsur yang tidak bisa kamu abaikan. Unsur itu disebut sebagai brand awareness.
Apakah kamu sudah pernah mendengarnya? Jika belum mari simak artikel ini sampai tuntas ya!
Apa yang Dimaksud dengan Brand Awareness?
Dari segi bahasa, awareness memiliki arti “kesadaran.” Kesadaran disini berbeda dari jika kamu pingsan lalu sadar. Bukan itu ya. Tetapi mengacu kepada sejauh mana seseorang menyadari apa yang sedang ia lihat atau alami.
Jika dikaitkan dengan brand, maka bisa dibilang seseorang memiliki brand awareness yang tinggi apabila ia mampu mengenali brand kamu dengan mudah.
Seseorang yang memiliki brand awareness yang baik akan merasa tidak asing lagi dengan brand kamu. Ia akan merasa nyaman dan aman melihat brand kamu.
Contoh mudahnya begini. Ada dua brand air mineral. Ada yang masih baru dan ada yang sudah menjadi pelopor air mineral di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia yang sudah akrab sekali dengan salah satu brand, mereka menyebut air mineral dengan sebutan brand tersebut. Walaupun produk yang mereka beli memiliki nama yang berbeda. Namun tetap mereka menyebutnya menggunakan merek yang sudah lama ada tersebut.
Kata kuncinya disini adalah “akrab” atau “familiar.” Sejauh mana kamu bisa mengakrabkan diri dengan konsumen kamu? Jika sudah akrab sekali layaknya sahabat, maka brand awareness kamu dapat dibilang tinggi.
Tiga Tingkat Brand Awareness
Di dalam brand awareness terdapat tiga jenis tingkatan yang perlu kamu ketahui. Berikut pembahasan mulai dari tingkat satu dan seterusnya.
1. Pelanggan Mengenali Produk/Jasa
Tingkat pertama di dalam kesadaran akan brand tertentu adalah sebuah produk atau jasa mampu dikenali oleh pelanggan mereka. Namun ibarat seseorang yang baru kenal.
Jadi disini, pelanggan mampu mengenali brand Anda. Namun seringkali lupa akan namanya. Anda pasti pernah bukan mengenali seseorang dari wajahnya namun lupa nama?
Hal ini juga terjadi di dalam dunia bisnis. Fenomena ini disebut juga sebagai aided recall. Mereka kenal dengan brand kamu. Tetapi untuk mengingat sepenuhnya maka mereka membutuhkan bimbingan atau petunjuk lebih banyak. Mereka hanya mengenal bahwa brand kamu bergerak di bidang tertentu.
2. Pelanggan Mengingat dengan Spontan
Tingkatan kedua dari brand awareness adalah aided recall. Jika sebelumnya pelanggan tidak mampu mengingat nama brand, pada tingkatan ini mereka mampu mengenali secara spontan produk atau jasa kamu.
Mereka mampu mengenali brand tertentu hanya cukup melihatnya sekelebat saja. Atau berdasarkan kategorinya. Misalnya dengan melihat warna hijau, pelanggan akan mengenali layanan transportasi daring.
Pertanyaannya adalah brand mana yang akan mereka pilih? Sebab seperti yang kita ketahui, pelaku bisnis transportasi daring yang berwarna hijau ada lebih dari satu.
Begitu juga dengan brand kamu. Apakah bisnis kamu mampu dikenali dengan baik sehingga jika mengingat kategori tertentu, merek yang dipilih adalah produk atau jasa yang kamu sediakan?
Jika pelanggan mampu langsung ingat dengan brand kamu maka artinya kamu sudah memasuki tahap brand awareness yang ketiga yaitu…..
3. Top of Mind
Ini adalah tingkatan brand awareness yang diidam-idamkan oleh banyak pebisnis. Mungkin juga kamu menginginkan hal yang serupa.
Sebab jika sebuah brand mampu mencapai tahap ini artinya brand itu menjadi kata pertama yang terlintas di pikiran. Hal ini terjadi ketika pelanggan memikirkan kategori tertentu maka yang muncul pertama kali di kepala adalah brand “A.”
Contoh mudah adalah produk pembasmi nyamuk. Bahkan ketika kompetitornya mengatakan produk lain hanya lebih mahal. Namun konsumen tetap merasa lebih akrab dengan salah satu merk pembasmi nyamuk. Sehingga setiap kali konsumen membeli produk pembasmi nyamuk, mereka akan menyebut satu merek.
Contoh lain adalah produk air mineral. Apapun brand air mineral yang disediakan, pelanggan akan menyebut semua brand dengan sebuah brand yang terkenal memiliki sumber mata air pegunungan Sukabumi. Kamu pasti sudah tahu kan apa brand tersebut? Ya betul…. Aqua.
Mendorong Brand Awareness Menggunakan Souvenir

Tentu semua orang ingin brandnya menjadi top of mind. Akan tetapi jika top of mind masih terasa cukup sulit, tak ada salahnya kamu berusaha agar setidaknya pelanggan mampu mengingat brand kamu dengan mudah.
Salah satu caranya adalah dengan menggunakan souvenir. Souvenir dapat kamu berikan secara cuma-cuma Kamu juga bisa memberikan souvenir ke dalam satu paket pembelian. Intinya adalah kamu bebas menentukan akan dijadikan apa souvenir yang kamu berikan.
Hal paling penting adalah sifat dari souvenir itu sendiri. Berbeda dari iklan yang hanya tayang dalam periode waktu tertentu, souvenir akan bertahan lama. Bahkan bisa digunakan sampai rusak dan melewati batas penggunaannya.
Sebuah souvenir yang digunakan oleh pelanggan akan terus menerus mengingatkan kembali kepada pengalaman pembelian yang mereka lakukan. Efeknya akan lebih terasa apabila souvenir tersebut memiliki bentuk dan desain yang menarik.
Ingat, hal yang ingin kamu dapatkan adalah agar pelanggan mampu mengenali brand kamu dengan mudah.
Sebuah tas yang tergantung pada dinding kamar akan terus menerus dilihat oleh pelanggan kamu. Jika dibandingkan dengan iklan di YouTube atau TV, tas yang memiliki cetakan logo dari brand kamu tidak bisa di skip!
Perlahan namun pasti pelanggan akan mengenali brand kamu semakin baik setiap harinya.
Brand awareness adalah salah satu bagian di dalam bisnis yang perlu kamu kejar. Salah satu cara untuk mendorong brand awareness adalah dengan memberikan souvenir kepada pelanggan.
Apakah kamu sudah menentukan souvenir apa yang akan kamu gunakan untuk merebut brand awareness dari calon konsumen?
