
Ada apa saja jenis logo yang bisa digunakan? Apakah harus mengikuti aturan tertentu? Atau harus mengandung “pesan” tersembunyi?
Jika kamu saat ini sedang membangun sebuah brand, maka logo tidak bisa kamu anggap remeh. Logo dapat menjadi lambang yang bisa menjadi lokomotif perusahaan kamu. Sebab dengan adanya logo yang baik maka semua orang akan mudah mengingat brand atau perusahaan kamu.
Dari sekian banyak logo yang ada di dunia ini, apakah ada aturan tertentu? Sebetulnya tidak ada. Karena kembali lagi kepada kreativitas kamu untuk membuat logo sesuka hati.
Namun jika untuk bisnis, ada baiknya kamu tidak sembarangan untuk membuat logo. Agar kamu dapat menemukan logo terbaik untuk perusahaan kamu, ada beberapa jenis logo yang bisa kamu jadikan acuan.
1. Wordmark
Logo pertama yang perlu kamu ketahui adalah wordmark. Logo jenis ini menggunakan kata atau brand itu sendiri. Logo wordmark memiliki tujuan agar orang yang melihatnya dapat langsung fokus kepada brand.
Selain kata atau brand, biasanya di dalamnya juga menggunakan variasi font atau warna.
Contoh paling mudah adalah produk mesin pencari yang hampir setiap hari kamu gunakan. Google adalah contoh terbaik dari penggunaan logo dalam bentuk wordmark.
Karena wordmark fokusnya adalah nama brand, maka kamu bisa membuat font sendiri lho! Jika font yang kamu gunakan unik, maka siapapun akan mudah mengingat brand kamu. Contoh lain brand yang menggunakan wordmark adalah Visa, Coca Cola, IKEA dll.
2. Monogram
Masih berkawan dekat dengan wordmark, jenis logo berikutnya adalah monogram. Jika disederhanakan, monogram adalah bentuk yang lebih sederhana dari wordmark.
Jika pada wordmark banyak menggunakan variasi bentuk dan warna, maka pada monogram biasanya hanya berupa inisial nama brand dengan warna setipe.
Tetapi dari kesederhanaan ini juga ada tantangan. Karena untuk membuat logo sederhana namun tidak mudah dilupakan orang bukan pekerjaan yang mudah.
Karena itu jika brand kamu masih ada dalam tahap awal berdiri, kamu bisa menambahkan kepanjangan dari inisial yang kamu jadikan logo.
Contoh logo monogram adalah HBO, NASA, IBM dan lain sebagainya.
3. Pictorial atau Simbol
Selain bermain-main dengan huruf, kamu juga bisa menggunakan simbol untuk brand kamu. Simbol ini bisa menyiratkan apa isi atau penawaran yang dimiliki oleh perusahaan kamu.
Pictorial adalah logo tanpa kata-kata. Jadi sebisa mungkin jika kamu ingin menggunakan logo jenis ini, orang yang melihatnya dapat langsung menerka produk atau jasa apa yang kamu miliki.
Contoh dari logo pictorial adalah burung birunya Twitter, burung birunya Traveloka, dan burung birunya…. Blue Bird. Hmmm… bahkan dari bentuk dan warna yang “serupa tapi tak sama” ini kamu bisa tetap membedakannya bukan?
Contoh lain yang tak kalah terkenal adalah logo buah apel yang sudah tergigit sebagian, dengan nama brand Apple. Ini cukup unik karena jika diperhatikan sekilas tampak tidak ada kaitannya dengan buah apel dengan teknologi informasi.
Nah disinilah letak kekuatan logo berbentuk simbol. Karena kamu bisa memberikan makna yang dalam kepada sebuah gambar atau simbol.

4. Logo Abstrak
Karena logo adalah termasuk ekspresi seni, maka logo juga bisa tertuang dalam bentuk abstrak. Namun berbeda dari lukisan abstrak, dalam logo berbentuk abstrak harus memenuhi satu kaidah. Yaitu mudah dikenali.
Jika lukisan abstrak semua orang bebas menilai dan menangkap pesan yang berbeda, maka dalam logo pastikan konsumen kamu menangkap maksud dari logo tersebut.
Contoh dari produk yang menggunakan logo abstrak ini adalah Adidas, Pepsi, Gojek. Kamu ada contoh lain? Atau kamu sudah ada niat untuk membuat logo dalam bentuk abstrak?
5. Maskot
Salah satu bentuk logo yang unik dan banyak digunakan adalah logo maskot. Maskot adalah sebuah sosok yang mewakili brand kamu. Maskot bisa berbentuk manusia, hewan, atau bahkan tokoh fantasi.
Kamu bisa menuangkan kreativitas kamu disini. Contohnya saja Bear Brand. Dimana isinya susu sapi, memiliki iklan dalam bentuk naga, namun logo pada kalengnya adalah gambar beruang.
Logo maskot lain yang tidak kalah terkenal adalah sosok seorang kolonel. Kolonel sepuh ini berkaitan dengan militer, namun setiap kali melihatnya kamu pasti sudah terbayang lezatnya ayam goreng.
Jika kamu memilih untuk menggunakan maskot, maka kamu sama artinya sudah memiliki brand ambassador bagi brand kamu. Kamu tidak perlu lagi repot mencari model untuk menjadi BA.
Cukup buat saja replika atau boneka karakter sesuai dengan maskot brand yang kamu miliki.
Logo adalah bagian utama dari sebuah brand. Karena dari logo yang baik produk atau jasa kamu dapat mudah mengakrabkan diri dengan target pelanggan kamu.
Logo yang baik juga harus dapat dituangkan ke dalam berbagai media. Mulai dari media cetak, elektronik, media internet, sampai dengan dicetak di atas merchandise.
Logo yang yang dicetak di atas merchandise dapat menjadi pilihan promosi yang murah dan efektif untuk memasarkan produk dan jasa kamu lho! Karena akan tahan lama, mudah direproduksi, dan digunakan untuk berbagai keperluan.
Kira-kira apa jenis logo yang akan kamu buat untuk brand kamu? Buatlah sekreatif mungkin!
Selamat berkreasi dan berbisnis!
