
Dari menggantungkan rangkaian bunga di pintu depan hingga menjalin serangkaian lampu di pohon, ada banyak cara untuk merayakan liburan. Berikut adalah sejarah dekorasi Natal favorit Anda!
Sejarah Dekorasi Natal untuk Inspirasi Anda
Perayaan Natal identik dengan banyaknya hiasan dan dekorasi. Tim Grade Souvenir menelusuri sumber mengenai sejarah dekorasi Natal yang sangat menarik. Berbagai dekorasi ini juga dapat Anda jadikan ide souvenir perusahaan atau bisnis kepada pelanggan Anda.
Beberapa dekorasi Natal yang unik dan ikonik antara lain:
1. Pohon Natal
Sejarawan tidak yakin dari mana tepatnya asal-usul pohon Natal, tetapi sebagian besar menunjuk pada tradisi pagan di Jerman. Ceritanya bermula dari seorang misionaris yang mengorbankan pohon suci raksasa untuk dewa, Thor.
Sebagai penghormatan terhadap mitos ini, orang Jerman akan mendirikan pohon di rumah mereka dan menghiasnya dengan lilin. Ketika Kekristenan mengambil alih pada abad ke-16, orang Jerman mengubah nama pohon tersebut menjadi “pohon surga” dan menghiasnya dengan apel.

2. Kaus Kaki (Stockings)
Musim dingin pada akhir tahun membuat semua orang ingin menghangatkan kaki menggunakan kaos kaki. Tetapi bukan karena itu saja mengapa kaus kaki menjadi dekorasi Natal populer. Kebiasaan menggantungkan kaus kaki di perapian setiap Natal ternyata karena puisi oleh Clement Clarke Moore.
Diterbitkan pada tahun 1823, puisi populer ini merujuk pada St. Nick yang mengisi semua kaus kaki dan kemudian naik ke cerobong asap.

3. Karangan Bunga (Wreaths) dari Era Romawi
Jejak sejarah dekorasi Natal ini dapat ditelusuri hingga ke era Romawi kuno. Mereka memiliki kebiasaan untuk menggantungkan karangan bunga saat perayaan festival musim dingin yang dikenal sebagai Saturnalia.
Beberapa sumber juga percaya bahwa karangan bunga digunakan untuk menghitung mundur empat minggu sebelum Natal di Jerman abad pertengahan.

4. Lampu Natal
Bicara mengenai lampu, maka sulit lepas dari sosok ini. Ialah Thomas Edison yang juga menciptakan lampu Natal luar ruangan sebagai cara untuk menunjukkan semangat hari libur.
Dia menggantungkan lampu berkelap-kelip tepat di luar laboratoriumnya, sehingga penumpang kereta api di luar laboratoriumnya bisa melihat tampilan tersebut pada malam hari. Beberapa tahun kemudian, murid Edison, Edward Johnson, menciptakan rangkaian lampu pertama.

5. Rumah Jahe (Gingerbread Houses)
Anda mungkin pernah mendengar dongeng “Hansel & Gretel.” Cerita Jerman ini adalah salah satu alasan mengapa kita menghias rumah jahe untuk liburan. Inspirasi lainnya berasal dari para biarawan di Jerman abad ke-13 yang membuat kue jahe yang dikenal sebagai Lebkuchen.

6. Nutcrackers
Selama Perang Dunia II, orang Amerika yang ditempatkan di Jerman harus membeli hadiah Natal dari toko-toko setempat untuk dikirim pulang. Salah satu hadiah paling populer adalah nut crackers. Sejak saat itu menjadi favorit selama musim liburan Natal.

7. Permen Tongkat (Candy Canes)
Permen tongkat adalah camilan klasik yang berasal dari Jerman. Menurut cerita, seorang ketua paduan suara di Cologne memberikan permen ini kepada penyanyi muda agar mereka tetap tenang selama upacara keagamaan. Dia membentuknya seperti tongkat sebagai penghormatan kepada gembala.

8. Dekorasi Tiup (Inflatable Christmas Decorations)
Hiaslah halaman depan Anda dengan dekorasi besar yang bisa ditiup! Dekorasi Natal luar ruangan ini sudah ada lebih dari 20 tahun. Sebuah perusahaan di Texas bernama Gemmy Industries adalah yang pertama menciptakan hiasan Natal yang dapat ditiup. Hiasan itu berupa seorang Santa Claus setinggi 8 kaki!

9. Kalender Advent
Apakah Anda suka cokelat? Hitung mundur hari-hari hingga Natal dengan kalender advent. Seperti banyak tradisi liburan lainnya, kalender ini berasal dari Jerman pada pertengahan hingga akhir abad ke-19. Mereka digunakan oleh gereja Kristen untuk menandai setiap Minggu dari hari perayaan Santo Andreas (30 November) hingga Hari Natal.

10. Ranting Mistletoe
Tanaman hijau telah terkait dengan musim Natal sejak zaman kuno. Romawi menghias dengan karangan bunga, holly, dan rangkaian, sementara Druid Kelt menggantungkan mistletoe dengan buah beri putih sebagai tanda kesuburan.
Seiring dengan itu muncullah tradisi mencium di bawah mistletoe. Kemungkinan budaya ini berasal dari Abad Pertengahan, ketika pertama kali para pelayan di Inggris melihatnya.

Jadikan Inspirasi Souvenir Akhir Tahun
Menggali sejarah dekorasi Natal dapat memberikan inspirasi yang berharga untuk menciptakan souvenir akhir tahun unik dan berkesan. Dengan merenungkan asal-usul setiap elemen dekorasi, Anda dapat menggabungkan nuansa tradisional dan nilai-nilai modern dalam souvenir Anda.
Dapatkan momen akhir tahun yang tak terlupakan dengan memesan souvenir kreatif dan bermakna di Grade Cipta, vendor souvenir terpercaya di Indonesia.
Kunjungi situs www.gradecipta.com untuk menjelajahi berbagai pilihan souvenir akhir tahun unik dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Dari merchandise kantor hingga barang-barang kreatif yang penuh gaya, Grade Cipta menawarkan solusi souvenir yang dapat memberikan kesan positif dan meninggalkan ingatan yang mendalam!
