Hindari Miskonsepsi Digital Marketing Ini Saat Melakukan Promosi Online

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:6 mins read
miskonsepsi digital marketing
Image by Storyset from Freepik

Agar sebuah perusahaan atau brand mampu meraih kesuksesan maka kehadiran secara online saat ini sudah merupakan hal “wajib”. Akan tetapi seringkali terjadi miskonsepsi digital marketing yang menghampiri para pemilik bisnis. Ada beberapa pola pikir yang kurang tepat dan jika dibiarkan dapat mengurangi potensi penjualan online. 

Sebuah data menunjukkan perusahaan atau bisnis yang berinvestasi untuk melakukan promosi online akan mendapatkan pertumbuhan yang stabil. Kemajuan ini dengan catatan mereka melakukannya secara konsisten dan terstruktur. 

Tentu Anda juga menginginkan supaya banyak pembeli yang datang melalui jalur online ini. Apalagi sekarang siapa sih yang tidak menggunakan smartphone? Bayangkan betapa besar calon konsumen yang bisa Anda raih! Oleh karena itu hindari berbagai miskonsepsi tentang digital marketing seperti di bawah ini dilansir dari Promo Marketing agar bisnis Anda mampu meraih pendapatan maksimal. 

1. SEO Hanya Efektif Bagi Perusahaan Besar

Banyak pemilik bisnis berpikir jika optimasi mesin pencari (SEO) hanya akan dimenangkan oleh bisnis dan brand besar. Mereka menganggap percuma membuat konten, riset kata kunci, dan faktor lain yang mampu mendongkrak SEO disebabkan perusahaan besar sudah “menguasai” pasar. 

Padahal ini merupakan salah satu miskonsepsi digital marketing paling fatal. Jika Anda juga berpikiran sama maka ubahlah sudut pandang Anda. SEO memang tidak langsung terlihat dampaknya dalam waktu singkat, hanya saja manfaatnya sangat terasa dalam jangka panjang. 

Anggaplah ini sebagai investasi Anda di masa depan. Tidak usah pedulikan brand raksasa sebab di era digital saat ini apapun jenis bisnisnya pasti memiliki ceruk pasarnya sendiri. 

2. Miskonsepsi Digital Marketing dalam Bentuk Keengganan Membuat Website

Di era serba internet saat ini masih banyak pelaku bisnis yang menganggap tidak perlu membuat website. 

“Ya, untuk apa saya bikin situs? Lha wong setiap kali konsumen saya butuh sesuatu pasti mereka datang ke tempat saya.” Mungkin seperti itu yang ada di benak pemilik bisnis yang belum menyadari betapa pentingnya kehadiran sebuah situs di dunia maya. 

Bayangkan jika konsumen Anda lama kelamaan bosan atau hanya itu-itu saja. Seiring berjalannya waktu jika tidak ada penambahan pembeli baru maka bisnis Anda akan terancam kehilangan pasarnya. 

Mempertahankan konsumen lama sekaligus raih pelanggan baru dengan cara membuat situs yang baik dan cepat. Situs sebuah bisnis tidak harus terlalu mewah yang penting di dalamnya tercantum seluruh informasi jelas, loading cepat dan konten yang diperbarui dengan konsisten. 

Ingatlah, website Anda bagaikan etalase toko Anda hanya saja dalam bentuk digital. Saat ini konsumen sering mencari informasi terlebih dahulu menggunakan internet sebelum membeli sesuatu. Jika produk atau jasa Anda tidak mereka temukan lewat Google misalnya, maka mereka akan pergi ke pesaing Anda. 

3. Miskonsepsi Digital Marketing Berupa Keengganan Menunjukkan Produk Pada Website

Ada pemilik bisnis yang memiliki miskonsepsi digital marketing merasa jika mereka terlalu menonjolkan produk di dalam website akan terasa terlalu hard selling. Di sisi lain jika Anda adalah sebuah bisnis yang menjual produk maka calon konsumen harus langsung memahami itu ketika berkunjung ke situs Anda. 

Apabila Anda tidak memberikan kesan jelas sejak awal maka mereka akan bingung dan malas berlama-lama di dalam website Anda. Sama seperti calon pembeli yang masuk ke toko tapi tidak jelas apa yang ditawarkan oleh toko tersebut. Jika ini terjadi maka mereka pasti lebih memilih pindah lokasi dan membatalkan niatnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang bisnis Anda. 

Inti dari digital marketing adalah komunikasi yang jelas. Anda harus menunjukkan apa yang Anda tawarkan begitu pertama kali seseorang masuk ke dalam website Anda. 

4. Menganggap Pembeli Online Hanya Ingin Harga Murah

Perang harga di marketplace atau online platform lain bisa jadi menyumbang miskonsepsi digital marketing yang satu ini. Memang patut diakui jika banyak sekali orang yang ketika akan membeli sesuatu maka hal pertama yang mereka tanyakan adalah harga. Tapi siapa pula yang tidak begitu? 

Jika Anda berpikiran pembeli online hanya pemburu harga murah atau diskonan cobalah untuk mengubah miskonsepsi ini. Sebab sama halnya seperti pembeli offline, mereka yang tidak cocok dengan harga yang Anda tawarkan biasanya bukanlah pangsa pasar Anda. 

Selama Anda memberikan value, pelayanan dan kualitas terbaik maka pertimbangan mengenai harga tidak akan terlalu berpengaruh. Bukankah berlian yang sangat mahal itu selalu diburu oleh konsumen? Oleh karena itu hindari miskonsepsi ini dan mulailah lakukan promosi online. 

5. Miskonsepsi Digital Marketing yang Menganggap Email Tidak Penting Lagi

Banyak orang yang berkata mereka akan langsung menghapus email promosi dari perusahaan apapun yang masuk ke dalam kotak masuk mereka. Ternyata tindakan ini juga banyak mempengaruhi pola pikir pemilik bisnis hingga merasa itu yang akan terjadi jika mereka mengirimkan email promosi kepada konsumen. 

Padahal jika sesuatu tidak disukai oleh seseorang bukan berarti orang lain memiliki ketidaksukaan yang sama. Sementara faktanya bisa jadi berbeda. 

Memang benar dan tidak salah jika seseorang menghapus email promosi yang terlalu banyak itu. Akan tetapi selalu ada beberapa brand yang penawarannya tidak akan dihapus. Hal ini dapat terjadi jika konsumen merasa membutuhkan informasi tersebut dan selalu percaya pada brand yang mengirimkan surat elektronik itu. 

Oleh sebab itu email marketing yang Anda jalankan pasti memiliki pangsa pasarnya sendiri. Selain itu surat elektronik yang diterima konsumen merupakan pengingat yang baik bahwa produk atau jasa Anda selalu dapat diandalkan oleh konsumen. 

Ingin diingat lebih jauh lagi? Berikan aneka merchandise di dalam email promosi Anda. Anda bisa lakukan penawaran berupa paket pembelian tertentu. Nantinya bagi konsumen yang membeli paket tersebut berhak mendapatkan merchandise menarik dan keren dari brand Anda. Ini merupakan cara efektif dan murah untuk berpromosi sekaligus menjual aneka barang dan jasa Anda serta berdampak dalam jangka waktu panjang.

Apakah Anda Memiliki Miskonsepsi Digital Marketing?

Setelah menelaah lebih jauh kini cobalah perhatikan apakah Anda termasuk salah satu yang memiliki miskonsepsi tentang dunia pemasaran digital? Ingatlah bahwa persepsi dan sudut pandang mengenai sesuatu merupakan sebuah hal penting. 

Jangan biarkan potensi konsumen dan pangsa pasar Anda berkurang hanya karena Anda tidak maksimal dalam memanfaatkan saluran promosi dengan cara digital. 

Leave a Reply