
Anda pasti pernah melihat logo kemanapun Anda pergi. Baik ketika di jalan, di media sosial, saat menunggu si doi yang tak kunjung melamar… ummm…. Daan seterusnya. Intinya kemana saja Anda memalingkan muka pasti Anda akan terekspos pada branding. Rupanya, ada sesuatu yang lebih besar lho dibalik sebuah logo. Fenomena ini disebut sebagai Cause Marketing.
Banyak orang yang mengidentikkan satu buah brand dengan logo tertentu. Bahkan 75% orang mengenali merek tertentu berdasarkan logonya. Maka dari itu logo bukan sekedar simbol, tapi juga nilai dan wakil dari tujuan yang ingin dicapai oleh brand.
Logo dapat dimanfaatkan untuk memberitahukan kepada khalayak ramai mengenai agenda yang diusung oleh brand. Ibarat Anda yang mengenakan baju band rock terkenal untuk menunjukkan jati diri dan selera Anda yang terdalam. Di sinilah hadir cause marketing.
Apa Itu Cause Marketing
Cause Marketing adalah kampanye yang dilakukan oleh sebuah brand untuk menunjukkan komitmen atau pesan tertentu yang diusung berkaitan dengan isu sosial atau lingkungan. Misalnya saja sebuah brand mengubah logonya untuk sementara waktu demi menyebarkan pesan sosial, donasi, atau gerakan non-profit lainnya.
Terhitung cukup banyak brand yang sudah mempraktekkan cause marketing. Sebut saja Uber, Walgreens, VW dan lain sebagainya. Mereka bersedia sedikit mengubah ‘wajah’ demi mengusung sebuah pesan yang lebih mendalam dibanding sekedar promosi. Anda pun bisa melakukan hal ini untuk menunjukkan komitmen perusahaan Anda pada nilai-nilai tertentu.
Supaya lebih jelas, mari simak beberapa contoh brand dengan perubahan logo sementara yang mereka lakukan:
Volkswagen (VW)
Saat pandemi yang baru saja berlalu semua orang diminta untuk melakukan social distancing. Fenomena ini ditangkap oleh Volkswagen untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya semua orang menjaga jarak sementara waktu.
Brand mobil yang di Indonesia pernah fenomenal dengan mobil “VW Kodok’ ini meluncurkan logo baru yang mengandung pesan jaga jarak. Mereka menjauhkan huruf “V” dan “W” pada emblem yang kemudian disebarkan ke seluruh media promosi.
Walaupun pandemi menyurutkan keuntungan VW dan hampir semua jenis industri otomotif, brand ini tetap mengusung pesan yang lebih bermakna. Pesan yang berisi ajakan agar semua orang menjaga diri dan kesehatannya.
NFL
Olahraga football yang dikenal di Indonesia adalah bola sepak. Berbeda dengan warga Amerika Serikat yang memiliki liga NFL, alias liga American Football sebagai tontonan olahraga utama di samping bola basket dan baseball.
Olahraga yang terkesan sangat maskulin ini rupanya memiliki sisi lain dengan menunjukkan kepedulian mereka pada isu kanker payudara. Terhitung sejak 2009, liga football ini mengubah seragam, logo, dan sebagian area lapangan menjadi warna pink demi memperingatkan orang akan penyakit kanker payudara.
Inilah cause marketing yang terlihat sederhana namun berdampak besar. Kampanye ini memancing kesadaran semua penonton NFL mengenai bahaya penyakit yang sering menyerang kaum wanita.
Lacoste
Lacoste merupakan satu perusahaan pakaian asal Prancis yang berdiri sejak 1933. Brand ini menjual aneka pakaian, parfum, sepatu, kacamata, jam tangan dan produk terpopulernya yaitu polo shirt. Logo brand ini sudah dikenal luas dengan gambar buaya.
Pada tahun 2018, Lacoste melakukan cause marketing yang cukup berani. Brand dari negeri Menara Eiffel ini mengubah logonya yang semula bergambar buaya menjadi 10 jenis hewan yang terancam punah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan kelestarian alam dan isinya.
Hewan seperti lumba-lumba, penyu, sampai badak diletakkan di bagian depan polo shirt Lacoste. Sebuah upaya mulia yang membuat reputasi brand pakaian ini menjadi sangat positif di mata khalayak ramai.
McDonald’s
Brand fast food ternama McDonald’s juga pernah melakukan cause marketing yang sederhana namun memiliki makna besar. Demi memperingati Hari Wanita Internasional pada tahun 2018, jenama makanan cepat saji ini memutarbalikkan logo huruf “M” ikoniknya menjadi huruf “W.”
Tak kurang dari 100 gerai McDonald’s di Amerika Serikat terlibat dalam gerakan ini. Mereka memutar balikkan huruf logo andalan mereka baik dalam bentuk fisik di toko, pada media sosial, sampai dengan logo yang tertera pada seragam karyawan.
Starbucks
Perusahaan kopi ternama Starbucks tak ketinggalan juga pernah melakukan gerakan cause marketing. Mereka melakukannya saat musim liburan di Amerika Serikat dengan peluncuran gelas berwarna merah.
Kampanye tersebut bertajuk Red Cup Cheer yang dilakukan di benua Eropa. Gerakan ini dilakukan untuk memancing jumlah donasi yang lebih banyak kepada mereka yang kurang beruntung. Nantinya seluruh hasil sumbangan akan disalurkan kepada korban bencana alam, tunawisma, sampai anak-anak cacat dan terlantar.
Sungguh sebuah tujuan mulia untuk membantu sesama. Walaupun brand ini sudah sangat besar, namun mereka tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama yang kurang beruntung.
Pernahkah Anda menyadari jika sewaktu-waktu logo Google berubah pada saat-saat tertentu? Bisa dikatakan mesin pencari terpopuler di dunia ini termasuk yang paling sering melakukan cause marketing. Mereka membuat sebuah inovasi cerdas dan sederhana bernama Google Doodle untuk menunjukkan pesan-pesan yang mereka usung.
Contohnya saja pada tahun 2022, perusahaan mesin pencari ini meluncurkan peringatan Hari Bumi dengan logo bergambar lebah yang interaktif. Dasar dari cause marketing ini dilakukan karena banyak orang yang takut pada lebah. Padahal di sisi lain hewan ini sangat penting bagi ekosistem bumi. Bahkan jika tanpa lebah maka manusia akan kesulitan mendapatkan pepohonan dan tumbuhan subur, sebab merekalah yang berperan sebagai perantara perkembangbiakan tumbuhan.
Walaupun perubahan logo Google tersebut tidak langsung menyelesaikan masalah, namun langkah ini dilakukan demi menyebarkan kesadaran lebih luas akan pentingnya kehadiran lebah di bumi.
Seberapa Efektif Cause Marketing?
Apabila Anda bertanya-tanya sejauh mana keefektifan cause marketing, terdapat sebuah studi yang menyampaikan 91% orang akan mengganti brand kepada mereka yang mendukung tujuan baik. Cara pemasaran seperti ini merupakan cara efektif yang bisa dilakukan oleh brand agar selalu sejalan dengan isu-isu terkini.
Akan tetapi patut diperhatikan bahwa dalam melakukan pemasaran seperti ini harus berangkat dari niat tulus. Konsumen akan mudah menangkap jika kampanye yang Anda lakukan itu sungguhan atau hanya sekedar demi meraih cuan semata.
Berikan aneka souvenir kepada konsumen Anda saat melakukan cause marketing. Misalnya melalui merchandise edisi khusus selama periode kampanye atau paket pembelian tertentu. Dengan melakukan hal itu Anda menjadi lebih mudah menyentuh hati konsumen sekaligus membangun persepsi positif dari pembeli terhadap perusahaan Anda.
Pastikan Anda memproduksi souvenir bermutu hanya dari Grade Cipta!
Baiklah, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menemukan tujuan dan isu apa yang akan Anda usung? Pastikan cause marketing yang Anda lakukan berangkat dari niat tulus dan kepedulian akan lingkungan dan kepentingan lebih besar.
