
Masih di seputar pembahasan dunia cryptocurrency, ada sebuah mata uang digital yang juga terkenal dan dianggap mampu menyaingi Bitcoin dengan nama Dogecoin. Kripto yang satu ini memiliki logo atau simbol unik berupa hewan anjing dari ras tertentu. Mari selidiki lebih jauh!
Pada awalnya, koin kripto ini hanya digunakan untuk sekedar “lelucon” atau candaan yang dilakukan oleh penggemar crypto. Kebetulan saat itu ada sebuah meme populer dengan gambar anjing dari ras Shiba Inu. Seiring berjalannya waktu, ternyata yang awalnya hanya ‘iseng’ justru menjadi mata uang digital yang ‘serius’ dan bernilai tinggi.
Apa Sebenarnya Dogecoin?
Berbeda dari Bitcoin yang karakter penemunya masih menjadi mitos, Dogecoin ditemukan oleh Billy Marcus dan Jackson Palmer pada tahun 2013, sebagaimana dilansir oleh Forbes. Palmer kemudian menggunakan meme terkenal pada waktu itu untuk kemudian menjadikannya logo pada koin kripto mereka. Sementara itu penamaannya juga merupakan plesetan dari ‘dog’ menjadi ‘doge’ Hal ini dikarenakan meme tersebut menggunakan gambar anjing dari ras Shiba Inu yang terlihat ramah dan lucu.
Di masa-masa awal kehadirannya, koin kripto dengan logo Shiba Inu ini menjadi topik pembicaraan hangat. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya publicity stunts yang melambungkan nama koin ini. Sebut saja pernah terjadi tim dari Jamaican Bobsleigh mengumpulkan dana menggunakan Dogecoin agar bisa turut serta ke dalam Olimpiade. Atau menjadi sponsor dari salah satu pembalap NASCAR, dan lain sebagainya.
Berbagai kehebohan ini mau tidak mau turut mengangkat nama mata uang digital berlogo Shiba Inu tersebut. Salah satu yang paling memiliki andil adalah taipan teknologi Elon Musk yang sering mengatakan Dogecoin adalah koin digital favoritnya. Ini semua terjadi di awal 2021.
Karena banyaknya berita yang mengetengahkan koin dengan logo Shiba Inu ini, akhirnya media massa secara luas (termasuk media sosial) ikut tertarik ke dalam pusaran ini. Sebagaimana layaknya sesuatu yang sedang diperbincangkan banyak orang, Dogecoin menjadi sesuatu yang menarik dan mengundang investor dari berbagai belahan dunia.
Akhirnya pada tahun yang sama, terciptalah efek FOMO (Fear of Missing Out). Banyak orang yang tidak ingin melewatkan peluang dari nilai koin digital ini. Banyak pula bermunculan trader-trader baru. Sehingga kondisi pasar saat itu sangat ramai dan meriah.
Bagaimana Cara Kerja Dogecoin?
Sebagaimana layaknya mata uang, maka diperlukan terjadinya arus keluar-masuk. Bedanya, pada koin digital membutuhkan blockchain. Begitu pula pada Dogecoin. Koin ini berjalan di dalam blockchain-nya sendiri. Buku besar digitalnya terus menerus diperbarui setiap kali terjadi transaksi baru, dan keamanannya terjaga oleh kriptografi jaringan yang digunakan.
Untuk para miner atau penambang, mata uang digital ini cukup menjadi incaran. Di dalam blockchain menggunakan mekanisme konsensus dengan istilah proof of work. Jadi para miners menggunakan komputer untuk memecahkah persamaan matematika yang kompleks untuk memproses transaksi dan mencatatnya ke dalam blockchain. Sebagai imbalannya atas peran serta mereka memberikan support di dalam blockchain, para penambang akan mendapatkan Dogecoin tambahan. Nantinya koin bonus ini dapat mereka simpan atau jual di pasar terbuka.
Beberapa Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Sebagaimana layaknya mata uang digital, pasti ada resiko juga peluang di dalamnya. Apabila Anda ingin berinvestasi pada Dogecoin, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
- Termasuk investasi beresiko tinggi. Perlu Anda perhatikan bahwa koin ini dapat dikatakan instrumen investasi dengan resiko tinggi. Karena pernah terjadi pada tanggal 7-16 April 2021 nilainya melonjak sampai 400%. Akan tetapi seminggu kemudian, anjlok menjadi hanya $0,16 per koinnya, atau sama dengan turun 70%.
- Nilai tukarnya murah. Apabila tertarik pada Dogecoin, Anda perlu perhatikan bahwa nilai tukarnya terhadap rupiah saat ini hanya Rp5.300. Berbeda dengan Bitcoin yang bisa mencapai Rp 500 juta per keping. Akan tetapi di sisi lain, Dogecoin tidak terbatas dalam jumlah koinnya. Berbeda dengan lainnya yang pasokannya terbatas.
- Penerbitannya tinggi. Apabila dibandingkan dengan koin lain terutama Bitcoin, kripto dengan logo Shiba Inu ini penerbitannya jauh lebih tinggi. Miners yang berhasil menambang bisa mendapatkan 10.000 koin per menit. Sementara apabila dibandingkan dengan Bitcoin, hanya 6,25 koin. Resikonya adalah apabila tidak dikendalikan dengan baik, harga Dogecoin menjadi stabil dan susah untuk naik.
- Pengembangan oleh publik. Karena Dogecoin pada awalnya untuk melakukan counter jenaka kepada Bitcoin, maka pengembangannya menjadi lebih non-formal. Lebih tepatnya dikembangkan sendiri oleh masyarakat secara sukarela. Di satu sisi menyebabkan kripto ini dapat tersebar luas ke seluruh masyarakat. Namun di sisi lain pengembangan teknologinya relatif lebih lambat. Terutama apabila dibandingkan dengan mata uang digital yang teknologi di belakangnya dikembangkan oleh suatu perusahaan.
Bergabung Bersama Komunitas Pecinta Kripto
Dogecoin hanyalah salah satu jenis mata uang digital yang populer di dunia. Apabila Anda tertarik, ada baiknya untuk mempelajarinya bersama dengan mereka yang memiliki ketertarikan sama. Bergabung atau bentuklah komunitas kripto bersama rekan, mitra, atau siapa saja. Nantinya, Anda bisa belajar dan mengembangkan diri bersama.
Dengan adanya rekan dan komunitas, Anda tidak akan mudah salah langkah dalam mengambil keputusan investasi.
Demi mempererat hubungan di dalam komunitas, perkuat pula identitas komunitas kripto Anda. Bangun brand image atau ciri khas komunitas dengan menyebarluaskan logo kelompok Anda. Cetak logo-logo tersebut di atas berbagai barang seperti kaos, topi, tas, payung dan sebagainya.
Anda juga bisa mencetak berbagai logo koin favorit Anda bersamaan dengan logo komunitas. Berbagai item yang memiliki cetakan logo ini dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan sesama anggota platform.
Yuk cetak logo cryptocurrency favorit Anda sekarang juga!
Baca juga: Lebih Jauh Tentang Mata Uang Digital Paling Populer, Bitcoin
