Bagaimana Cara Memikat Konsumen yang Masih Konvensional

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:4 mins read
cara memikat konsumen konvensional
Image by Andrea Piacquadio from Paxels

Patut diakui, walaupun saat ini sudah memasuki era serba digital, namun ada kalanya konsumen atau pembeli bisnis Anda masih bersifat konvensional. Karena dengan demografi Indonesia yang beragam, Anda juga perlu memikirkan bagaimana cara memikat konsumen yang masih konvensional ini.

Lakukan beberapa hal berikut ini agar konsumen Anda yang masih konvensional juga dapat menikmati produk dan jasa yang Anda tawarkan.

1. Menggunakan Brand Ambassador

Sebenarnya brand ambassador disini mirip dengan influencer di dunia digital marketing. Misalnya saja sebuah produk sabun menggunakan beberapa artis sebagai brand ambassador mereka. Tujuannya adalah untuk membentuk gambaran di mata konsumen bahwa sang brand ambassador identik dengan brand tertentu.

Contoh paling mudah adalah idiom “Duta shampo lain.” Ketika melihat sosok sang artis, maka ingatan masyarakat akan langsung teringat dengan brand produk perawatan rambut tertentu.

Tetapi memang cara pemasaran seperti ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. Sehingga, jika bisnis Anda belum mencapai ke taraf ini maka Anda dapat mencari cara pemasaran konvensional lainnya.

Di sisi lain, apabila brand Anda sudah mampu merekrut seorang selebritas menjadi brand ambassador, pastikan agar figur yang Anda pilih sudah tepat. Karena nantinya, sosok itulah yang akan menjadi “wajah” dari brand Anda.

2. Memberikan Sampel Gratis

Cara berikutnya untuk memikat konsumen yang masih konvensional adalah memberikan sampel gratis. Cara ini cukup efektif karena tidak ada yang akan menolak gratisan bukan?

Tujuan dari metode ini adalah agar calon pembeli mengetahui manfaat apa yang akan mereka dapatkan jika membeli produk tersebut. Dengan membiarkan pembeli mencoba sampel terlebih dahulu, penjual juga dapat memberikan jaminan bahwa calon pembeli tidak akan kehilangannya.

Metode ini bukanlah hal baru, tetapi Anda tetap dapat menggunakannya secara efektif.

Cukup lama, para pelaku usaha membiarkan calon pembeli mencicipi produk yang dijualnya sehingga mereka tertarik untuk membeli setelah mencobanya.

Anda juga dapat menggunakan metode promosi murah hati ini untuk produk yang lebih modern. Misalnya, coba produk desain online gratis selama satu bulan sebelum berlangganan. Ini adalah contoh penerapan metode lama pada produk baru.

3. Memasang Iklan di Billboard

Memasarkan sesuatu di billboard memang sudah terkesan kuno. Apalagi saat ini sudah banyak cara pemasaran yang jauh lebih efektif misalnya saja dengan memberikan souvenir, giveaway, dan lain sebagainya.

Akan tetapi cara ini masih bisa Anda lakukan jika kebanyakan konsumen Anda merupakan pembeli konvensional. Hal ini dapat dilihat dari berbagai billboard yang masih digunakan untuk berbagai promosi. Bahkan tokoh politik pun masih banyak yang menggunakan cara ini.

Walaupun mungkin terkesan kurang efektif, tetapi dengan pengemasan dan desain yang menarik, sebuah billboard tetap mampu memikat hati konsumen. Terutama bagi mereka yang jarang menggunakan gadget namun masih masuk ke dalam ceruk pasar yang Anda jadikan sasaran.

4. Selebaran atau Flyer

Flyer atau selebaran masih menjadi sarana utama bagi pelaku komersial untuk memperkenalkan produk pemasarannya. Meskipun media tersebut berbeda antara media tradisional dan media digital.

Alasan yang kuat adalah karena murah dan mudah dibuat. Menemukan layanan pencetakan selebaran juga tidak memerlukan kerja keras. Karena ada banyak jasa percetakan di setiap sudut kota.

Selain itu, leaflet atau selebaran dapat memuat semua informasi yang dibutuhkan calon pembeli untuk memahami seluk beluk produk. Tidak heran jika selebaran masih dianggap sebagai media pemasaran yang kuat.

Selebaran atau flyer ini bahkan masih digunakan untuk produk-produk mewah dan mahal. Sebut saja apartemen, rumah, atau bahkan mobil. Hal ini karena masih banyak konsumen dari produk-produk itu yang masih menggunakan pola pikir konvensional.

Ingat, konsumen yang konvensional juga memiliki potensi pembelian yang sama besarnya seperti konsumen modern. Yang berbeda hanya perlakuan dan kebiasaan saja. Disinilah Anda perlu berpikir cerdas bagaimana memikat hati konsumen konvensional dengan media yang berbeda dari pembeli modern.

5. Potongan Harga atau Diskon

Bisa jadi, sebuah diskon bukan saja berlaku untuk memikat konsumen yang masih konvensional. Sebab pembeli yang berada di kawasan urban pun menyukai diskon.

Siapa yang bisa menahan godaan diskon? Strategi pemasaran ini merupakan salah satu metode promosi yang paling lama berjalan.

Metode diskon juga dianggap sebagai metode yang paling berhasil dalam menarik pelanggan untuk membeli. Di masa lalu dan sekarang, diskon dianggap sebagai cara termudah untuk mendorong angka penjualan.

Anda dapat mengkombinasikan diskon ini dengan melakukan bundling produk, atau memasukkan unsur FOMO. Contohnya saja, Anda menjual produk atau jasa tertentu hanya sampai kurun waktu tertentu. Sehingga pembeli akan merasa sayang jika melewatkan kesempatan untuk memiliki penawaran dari Anda.

***

Walaupun Anda sudah berada di era digital, jangan lupakan konsumen Anda yang masih bersifat konvensional. Karena potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga tetap besar dari konsumen dalam golongan ini.

Dengan metode yang tepat, Anda akan mampu memikat konsumen yang masih konvensional. Kira-kira metode dan media pemasaran apa yang akan Anda gunakan?

Leave a Reply