
Sudah terlalu sering millennial disebut di dalam seminar marketing namun banyak yang lupa dengan marketing kepada gen z. Semua orang membahas bagaimana caranya memasarkan bisnis kepada millennial.
Padahal sudah waktunya kamu untuk mulai fokus kepada generasi z. Karena merekalah yang nantinya akan menggantikan millenial. Bisa jadi kamu sendiri adalah millenial. Nah maka dari itu kamu harus memperhatikan generasi lanjutan yang meneruskan estafet target konsumen dari bisnis yang kamu punya.
Siapakah Generasi Z?
Jika dilihat sepintas, millennials dengan gen z hampir mirip. Namun jika diperhatikan lebih seksama maka akan terlihat perbedaannya.
Misalnya saja millenials tumbuh besar ketika ekonomi menanjak dan gen z pada saat ekonomi resesi. Millennials cenderung idealis sementara gen z cenderung pragmatis. Millennials fokus pada pengalaman sementara gen z lebih fokus pada menghemat uang.
Millennials adalah pelopor penggunaan teknologi mobile sementara gen z telah ditemani oleh teknologi sejak lahir (mobile natives).
Jika dilihat dari tahun kelahiran maka millennials adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 sampai 1996. Generasi z lahir pada tahun 1997 sampai dengan 2010.
Hal menarik dari gen z adalah rentang perhatian mereka hanya sekitar delapan detik, empat detik lebih sedikit dibandingkan millennial. Maka dari itu jika kamu ingin memasarkan produk atau jasa untuk gen z maka kesan pertama adalah sesuatu yang sangat penting.
Ingin tahu rahasia marketing kepada gen z lebih jauh? Berikut adalah 5 diantaranya:
1. Jual Pengalaman Apa yang Akan Mereka Dapatkan
Percayalah, hard selling tidak akan mempan untuk gen z. Karena mereka semua telah ditemani internet sejak lahir. Karena itu mereka kebal dengan kampanye marketing yang membosankan.
Fitur produk tidak penting bagi mereka, namun pengalaman apa yang mampu diberikan oleh produk tersebut untuk mereka.
Contoh mudah, kamu tidak menjual kopi, melainkan kamu menjual rasa yang enak dan tempat nongkrong yang asyik untuk mereka mengerjakan tugas. Kamu tidak menjual shampo, melainkan kamu menjual rambut yang bebas dari gatal. Generasi Z ingin mendapatkan waktu dan kepraktisan dari layanan ojol yang bebas ngetem dengan tarif yang jelas.
2. Video, Video dan (Lagi-Lagi) Video
Iklan baris di koran sudah bukan zamannya lagi. Karena saat ini adalah eranya YouTube! Sama seperti millennials yang dulunya anak nongkrong MTV, maka generasi Z adalah mereka yang sangat menyukai YouTube dan betah menonton berjam-jam.
Bukan hanya YouTube namun juga platform tayangan video lain. Akan tetapi kamu akan sulit sekali berjualan di Netflix karena mereka adalah platform tersendiri yang menjual produk mereka sendiri.
Sementara YouTube adalah platform milik Google dimana kamu bisa beriklan di dalamnya. Lebih asyiknya lagi, kamu tidak perlu memasang ads. Kamu bisa membuat video review produk kamu sendiri dan mengunggahnya ke YouTube.
Selain YouTube, kamu juga bisa memanfaatkan platform lain seperti TikTok dan Instagram Reels. Dimana kamu bisa membuat video 30 detik sampai 1 menit mengenai produk kamu.
Namun lagi-lagi kamu harus ingat. Hindari hard sell ya! Karena gen Z tidak menyukainya.
3. Pengaruh Influencer yang Besar
Cara-cara marketing kepada generasi z bukan lagi menggunakan iklan yang besar dan mewah. Karena mereka lebih mempercayai influencer. Bahkan pada tahun 2018, banyak brand besar yang menggelontorkan dana $1.8 miliar hanya untuk influencer instagram.
Jika keuanganmu terbatas, kamu tidak harus menyasar influencer besar seperti Cristiano Ronaldo! Kamu bisa mencari micro-influencers yang memiliki 1,000 sampai 100,000 pengikut.
Kelas “mikro” ini tidak bisa kamu anggap remeh. Karena meskipun pengikutnya kecil namun pengaruh mereka terhadap niche sangat kuat. Micro-influencer dapat membawa engagement sampai 60%.
Karena pengikut banyak belum tentu sesuai dengan pasar yang kamu tuju. Lebih baik kamu mengeluarkan dana untuk influencer mikro yang memiliki pangsa pasar yang sesuai daripada harus membayar mereka yang memiliki pengikut jutaan namun pengikutnya tidak sesuai dengan target kamu.
4. Kamu Harus Terlibat Bersama Gen Z
Generasi Z ingin merasakan keterlibatan bersama brand. Contoh mudah adalah brand yang menanggapi ulasan dan masukan dari pembeli adalah brand yang disukai oleh generasi Z.
Generasi Z setidaknya membaca sekitar lima buah ulasan online sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Timbal baliknya adalah mereka akan memberikan masukan positif dua kali lebih banyak dibandingkan masukan negatif.
Kuncinya adalah bagaimana kamu menanggapi ulasan dari gen z. Apabila ulasannya positif kamu harus membalasnya. Begitu pula jika ulasan negatif maka kamu harus menyampaikan jika kamu akan menangani masalah tersebut dengan segera.
5. Optimasi Perangkat Mobile
Kunci untuk memenangkan marketing kepada gen z adalah dengan mengoptimalkan perangkat mobile.
Menurut survey yang dilakukan oleh IBM, sebanyak 75% generasi z memilih menggunakan smartphone mereka sebagai alat yang paling sering mereka gunakan.
Hal ini sangat wajar karena dibandingkan millenials, mereka sudah ditemani oleh perangkat ponsel bahkan sejak lahir. Ditambah lagi kondisi pandemi yang menyebabkan pergeseran kebiasaan dari kegiatan di luar rumah menjadi di dalam rumah.
Jika awalnya gadget hanya untuk rekreasi, kini gadget dibutuhkan sampai ke kegiatan yang esensial seperti belajar dan bekerja. Karena itulah generasi z menjadi sangat akrab dengan perangkat mobile.
Maka jika kamu berniat untuk melakukan marketing kepada gen z, kamu harus mencoba menjual barang atau jasa kamu sebaik mungkin di perangkat mobile atau ponsel.
***
Generasi Z adalah generasi yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Apabila kamu memiliki bisnis dan ingin menjual ke mereka, maka kamu harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh konten digital apa yang akan kamu berikan kepada mereka.
Karena marketing kepada Gen Z memiliki benang merah pada teknologi dan internet.
