
WFH lagi artinya Anda harus kembali bekerja di rumah. Sedangkan untuk bekerja di rumah memiliki berbagai tantangan tersendiri, yaitu bagaimana menyeimbangkan antara dunia kerja dengan kehidupan pribadi.
Belum lagi dengan durasi dan suasana kerja yang tentu akan berbeda rasanya jika bekerja di kantor.
Bagaimana caranya mencari work life balance selama pandemi dan WFH? Mari telusuri lebih lanjut!
Apa yang dimaksud dengan Work Life Balance?
Work life balance atau dalam bahasa Indonesianya adalah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan yaitu bagaimana mengalokasikan sejumlah waktu yang sehat baik untuk bekerja dan melakukan aktivitas pribadi.
Karena tidak mungkin bukan jika setiap saat harus memikirkan pekerjaan? Juga tidak mungkin apabila Anda tidak pernah memikirkan pekerjaan dan hanya berdiam diri di rumah. Sedangkan kita semua memerlukan pemasukan untuk menunjang hidup.
Tetapi apa jadinya apabila pekerjaan yang awalnya ada di luar rumah, kini harus dilakukan di rumah?
Bagaimana mencari keseimbangan antara bekerja dengan kehidupan sehari-hari?
1. Gunakan Kalender, Agenda atau Pengingat
Cara terbaik pertama untuk menyeimbangkan kehidupan adalah dengan membuat jadwal. Perbedaan antara stres atau tidaknya seseorang dapat ditentukan dari seberapa “teraturnya” kehidupan yang ia jalani.
Anda dapat memanfaatkan gadget Anda dengan menyetel reminder atau alarm. Misalnya Anda tentukan waktu untuk bekerja sejak pukul 9 pagi sampai 11 siang. Selama pada jam tersebut Anda harus fokus bekerja. Baru setelah jam 11 siang Anda dapat melakukan kegiatan lain.
Anda dapat mencari sendiri jam kerja yang paling sesuai bagi Anda. Atau jika memang ada kebijakan dari tempat kerja untuk hadir pada jam-jam tertentu maka pastikan Anda telah mencatatnya pada kalender Anda.
Jika Anda lebih senang menulis tangan jadwal yang ada, maka ada baiknya Anda gunakan buku agenda custom sesuai selera Anda yang dapat Anda desain sendiri di GradeCipta.com.
2. Bangun Pagi
Walaupun Anda berada di rumah bukan alasan bagi Anda untuk tidak bangun pagi! Sebab dengan bangun pagi, Anda akan memiliki banyak waktu untuk menyiapkan segalanya.
Mulai dari memeriksa jadwal harian, menyiapkan makanan, menyiapkan anak-anak Anda untuk sekolah daring, dan lain sebagainya.
Bangun pagi juga membuat mood lebih baik, karena Anda dapat menghirup udara pagi yang segar. Bangun tidur dengan jadwal yang teratur juga membuat pikiran dan tubuh Anda selalu siap untuk bekerja layaknya saat Anda WFH.
Agar Anda lebih mudah bangun pagi, mengapa tidak menggunakan jam meja estetik yang cantik? Suara alarmnya akan membangunkan Anda setiap pagi! Apalagi jam meja ini dapat Anda desain sendiri. Dijamin bangun pagi Anda akan lebih menyenangkan!
3. Mencoba Sesuatu yang Baru
Bekerja di rumah tidak mengharuskan Anda untuk bepergian jauh. Bahkan bisa jadi rute perjalanan Anda hanya berkisar meja kerja, ruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan ulangi.
Jika seperti itu terus maka kemungkinan untuk merasakan kejenuhan menjadi besar. Bagaimana tidak bosan jika setiap hari hanya berkutat di situ-situ saja?
Nah salah satu triknya adalah Anda bisa mencari sesuatu yang baru. Lakukan hal-hal di luar kebiasaan Anda.
Misalnya saja Anda membeli buku mewarnai untuk dewasa, belajar skill baru di YouTube, belajar memasak menu baru dari resep yang Anda temukan di Google, atau mencari podcast yang seru untuk Anda putar selama bekerja.
Ingatlah, walaupun tubuh “terkurung” di rumah, namun dunia digital tetap terbuka lebar! Segera cari hal-hal baru yang seru!
4. Hindari Input Negatif
Suka tidak suka, kebijakan untuk bekerja dan melakukan segalanya di rumah akan menimbulkan pro dan kontra. Ditambah lagi berita mengenai pandemi yang seolah tak ada habisnya.
Hati-hati karena asupan hal negatif seperti ini dapat menimbulkan stres dan hati yang resah.
Agar Anda tidak stres dan justru berdampak pada produktivitas maka coba hindari input dan berita yang negatif. Mulailah sortir media sosial Anda dari akun-akun yang senang memancing di air keruh.
Jika dirasa perlu, Anda dapat melakukan “puasa” medsos dengan membatasi scrolling maksimal hanya 30 menit setiap harinya.
Namun bagaimana jika yang memberikan input negatif adalah orang di sekitar Anda, seperti tetangga atau saudara? Sudah abaikan saja.
Tutup telinga Anda menggunakan earphone wireless untuk menghalau suara-suara sumbang di luar sana.
5. Istirahat
Jika Anda selama ini sering mengeluhkan bagaimana padatnya pekerjaan, sampai menggumam “Kok nyari uang gini amat.” Maka tidak ada waktu yang lebih tepat lagi untuk beristirahat selain saat ini!
Walaupun yang dimaksud istirahat di sini adalah bukan tidur seharian.
Tetapi bagaimana mensyukuri dan memanfaatkan waktu yang saat ini tersedia bagi Anda untuk tidak melakukan kegiatan yang melelahkan.
Selama bekerja di rumah Anda tidak perlu repot terjebak kemacetan, berdesak-desakan di angkutan umum seperti bus atau kereta, dan lain sebagainya.
Mengapa tidak Anda ubah waktu-waktu yang selama ini habis di jalan dengan kegiatan yang membuat Anda rileks?
Durasi dua jam perjalanan dari rumah sampai kantor dapat Anda ubah menjadi mandi air hangat, meditasi, yoga, atau rebahan sambil menonton serial favorit Anda.
Manfaatkan kesempatan WFH ini untuk mendapatkan keseimbangan waktu beristirahat yang tidak Anda miliki sebelumnya.
Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan adalah hal yang banyak dicari oleh pekerja aktif. Tantangan terbesar ketika WFH adalah bagaimana menyeimbangkan antara keduanya.
Karena saat ini adalah masa yang tepat untuk bekerja di rumah maka mengapa tidak Anda mulai mencari keseimbangan itu di rumah pula?
Buat catatan di agenda, cari hal baru yang menyenangkan sampai dengan manfaatkan waktu untuk beristirahat adalah beberapa cara untuk mencari keseimbangan itu antara bekerja dengan kehidupan pribadi.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki ide work life balance lainnya?
