
Di tengah kondisi perekonomian dan politik dunia yang naik turun, Anda harus mulai berpikir bagaimana cara membangun bisnis yang tahan resesi. Dunia bisnis pernah mengalami krisis pada medio akhir 90an dan 2008. Sementara itu kondisi konflik Rusia Ukraina dan ketegangan AS dan China turut membuat cemas pelaku bisnis dunia. Inilah tantangan yang harus dihadapi.
Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Anda pemilik usaha untuk membangun bisnis yang tahan resesi. Ambillah waktu sejenak untuk menilai kembali segala aktivitas bisnis, dan mempelajari apa saja tantangan ke depan.
Dilansir dari readwrite.com, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh business owner untuk membangun bisnis yang recession-proof. Apabila Anda berhasil melakukannya, maka Anda akan mampu untuk terus bertumbuh dan mendapatkan laba yang baik bahkan di waktu sulit.
Apa saja yang bisa Anda lakukan? Simak berikut ini:
1. Mempersiapkan Diri Sejak Awal Bahkan ketika Resesi Belum Terjadi
Sebelum Anda mulai menjalankan bisnis atau beranjak ke kuartal berikutnya, Anda harus memiliki mindset dan menyadari bahwa kondisi ekonomi bagaikan gelombang. Terkadang ia naik, dan bisa juga turun.
Lakukan riset ekonomi untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk belanja inventaris perusahaan. Pelajari juga kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk melakukan pergerakan strategis. Dengan mengetahui segala sesuatunya sejak awal maka Anda akan lebih siap untuk memprediksi apa yang akan terjadi ke depan.
Contohnya Walmart yang melakukan strategi diskon dengan menjaga harga produk tetap rendah. Cara tersebut membuat mereka terus mendapatkan penjualan dan tetap mendapatkan laba.
2. Berpikir Jangka Panjang untuk Membangun Bisnis yang Tahan Resesi
Jangan terpaku pada kondisi ekonomi dan penjualan yang terasa baik-baik saja saat ini. Karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu. Bangunlah visi jangka panjang, salah satunya dengan melakukan analisis pesaing. Perhatikan apa yang mereka lakukan dan berhasil dan apa yang gagal kemudian diadaptasikan ke dalam bisnis Anda.
Hindari belanja perusahaan berlebihan hanya karena modal Anda melimpah. Karena Anda membutuhkan segala sumber dana cadangan dari manapun apabila resesi terjadi.
Contohnya, Anda tidak berpromosi besar-besaran. Anda lebih baik fokus untuk menyebarkan promotional item kepada konsumen. Dengan begitu modal yang Anda keluarkan lebih sedikit namun memiliki dampak yang jauh lebih panjang bahkan sampai hitungan tahun.
3. Bisnis yang Tahan Resesi adalah Mereka yang Mampu Melakukan Diversifikasi
Ketika terjadi resesi, maka cash flow yang sehat menjadi kunci agar bisnis bisa bertahan. Seiring melambatnya ekonomi, perusahaan tetap harus menghasilkan uang segar. Cara paling cerdas agar aliran dana tetap mengalir adalah melalui diversifikasi sumber pendapatan bisnis.
Bayangkan Anda memiliki toko retail. Tambahkan berbagai pelayanan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis Anda. Contohnya dengan menambahkan kolom belanja online di dalam website perusahaan Anda.
Contoh lain Anda bergerak di industri otomotif. Berikan pelayanan service ke rumah sehingga pelanggan tidak perlu mendatangi lokasi bengkel Anda. Intinya, berikan layanan tambahan yang sebelumnya tidak Anda lakukan namun masih sejalan dengan bisnis Anda.
4. Jaga Basis Konsumen Anda
Ketika terjadi resesi, biasanya Anda akan mudah tergoda memberikan diskon serampangan agar pembelian meningkat. Namun hati-hati sebab cara seperti ini tidak selalu berhasil.
Lebih baik Anda fokus pada konsumen tetap Anda dan pastikan mereka selalu merasa puas pada produk dan pelayanan yang Anda berikan. Dengan begitu mereka akan menjadi bahan bakar yang senantiasa menghidupkan bisnis Anda secara berkesinambungan.
Pelanggan yang puas akan merekomendasikan bisnis Anda kepada keluarga, kawan, dan lingkaran sosial mereka. Inilah yang perlu Anda jaga. Karena itu layani mereka sebaik mungkin.
5. Bisnis yang Tahan Resesi Selalu Mengutamakan Kualitas Daripada Kuantitas
Demi menghemat pengeluaran saat resesi seringkali perusahaan mengorbankan hal yang paling penting; KUALITAS. Padahal langkah ini dapat menjadi blunder yang akan disesali nantinya.
Contoh skenario, dana operasional Anda terbatas dan Anda hanya bisa merekrut satu orang pekerja saja. Pilihan terbaik yaitu dengan merekrut seseorang yang paling berkualitas. Apabila Anda memilih karyawan yang yang kurang berpengalaman maka Anda harus mengeluarkan dana yang jauh lebih besar, seperti biaya pelatihan, kerusakan, dan lain sebagainya.
6. Selalu Berinovasi dan Beradaptasi
Inovasi adalah resep jitu untuk bertahan di tengah krisis ekonomi karena orang lain akan melihat perusahaan Anda mampu dipercaya dan memiliki kualitas mumpuni di tengah pesaing yang kolaps karena resesi.
Cobalah untuk membuat produk, layanan atau cara baru untuk membuat bisnis Anda menonjol dibanding yang lain. Apabila Anda selama ini menunda-nunda peluncuran produk baru, bisa jadi ketika kondisi ekonomi melambat justru menjadi momen terbaik Anda.
Ingat Netflix? Ketika pandemi terjadi, bioskop tutup, dan sentra hiburan tidak bisa beroperasi, perusahaan streaming ini merajai bisnis hiburan. Walaupun saat ini sudah banyak bermunculan pesaing baru, namun tidak bisa dipungkiri langkah Netflix untuk bertahan dalam pelayanan streaming dan meluncurkan original series menjadi kunci sukses mereka.
Itulah beberapa tips untuk membangun bisnis yang tahan resesi. Apapun skala usaha Anda saat ini baik mikro, kecil, menengah atau besar, ancaman resesi dapat menimpa siapa saja. Karena itu terapkan aneka strategi tepat agar bisnis Anda terus kuat dan menjadi pilihan pertama konsumen.
