Ilustrasi Ternyata Memilih Merchandise Itu Ada Seninya. Bukan Asal Pilih Barang
Image by ChatGPT.ai

 

Pernah melihat merchandise yang kelihatannya bagus, tetapi ternyata jarang digunakan setelah dibagikan? Atau sebaliknya, sebuah barang sederhana justru menjadi favorit karena fungsional, desainnya menarik, dan terasa cocok dengan kebutuhan penerimanya?. Di sinilah seni memilih merchandise sebenarnya dimulai.

Bagi perusahaan, merchandise bukan sekadar barang yang diberi logo lalu dibagikan kepada pelanggan, karyawan, atau peserta event. Merchandise juga menjadi bagian dari cara brand berinteraksi dengan audiensnya. Pilihan produk, desain, hingga kualitasnya dapat memengaruhi bagaimana penerima merasakan dan mengingat sebuah brand.

Karena itu, memilih custom merchandise untuk perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar selera. Ada strategi yang perlu dipertimbangkan agar produk yang dipilih sesuai dengan tujuan, karakter audiens, dan identitas brand. 

Lalu, bagaimana cara memilih merchandise yang tepat tanpa asal pilih barang?

Seni Memilih Merchandise Dimulai dari Tujuan

Kesalahan yang cukup umum dalam perencanaan merchandise adalah menentukan produknya terlebih dahulu, baru memikirkan tujuan penggunaannya. Padahal, langkah pertama seharusnya justru sebaliknya: tentukan apa yang ingin dicapai.

Apakah merchandise akan digunakan untuk meningkatkan brand awareness, mendukung peluncuran produk, melengkapi acara perusahaan, membangun hubungan dengan pelanggan, atau menjadi bagian dari program employee engagement?

Setiap tujuan memiliki kebutuhan yang berbeda. Misalnya, merchandise untuk seminar perlu mempertimbangkan kenyamanan peserta selama acara. Sementara itu, corporate gift untuk klien mungkin membutuhkan perhatian lebih pada pemilihan produk, presentasi, dan detail personalisasi. Dengan tujuan yang jelas, proses memilih merchandise promosi menjadi lebih terarah dan tidak sekadar mengikuti tren.

2. Kenali Audiens, Jangan Hanya Mengikuti Tren

Produk yang sedang populer belum tentu cocok untuk semua target audiens.

Bayangkan sebuah perusahaan memberikan merchandise yang sebenarnya menarik, tetapi kurang relevan dengan kebiasaan penerimanya. Produk tersebut mungkin terlihat bagus saat dibagikan, tetapi belum tentu digunakan setelahnya.

Itulah mengapa memahami audiens menjadi bagian penting dalam memilih merchandise perusahaan. Pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Siapa penerimanya? Pelanggan, calon pelanggan, karyawan, mitra bisnis, atau peserta event?
  • Apa kebutuhannya? Produk praktis untuk aktivitas sehari-hari, perlengkapan kerja, atau hadiah yang lebih personal?
  • Dalam konteks apa produk digunakan? Acara formal, kegiatan outdoor, program internal, atau campaign pemasaran?
  • Kesan apa yang ingin dibangun? Profesional, kreatif, ramah lingkungan, premium, atau dekat dengan keseharian audiens?

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu mempersempit pilihan produk sekaligus membuat merchandise terasa lebih relevan.

3. Fungsi dan Estetika Harus Berjalan Bersama

Merchandise yang menarik secara visual memang memiliki daya tarik tersendiri. Namun, desain yang bagus saja belum tentu cukup. Produk juga perlu memiliki fungsi yang jelas dan nyaman digunakan sesuai peruntukannya.

Tote bag, misalnya, dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan membawa barang. Tumbler dapat dipertimbangkan untuk aktivitas sehari-hari, sedangkan notebook dan alat tulis dapat relevan untuk kegiatan kantor atau seminar.

Meski begitu, tidak ada satu jenis merchandise yang otomatis cocok untuk semua kebutuhan. Pilihan terbaik tetap bergantung pada karakter audiens, konteks penggunaan, serta tujuan campaign. 

Prinsipnya sederhana: merchandise yang baik bukan hanya enak dilihat, tetapi juga masuk akal untuk digunakan. Ketika fungsi dan estetika dipertimbangkan bersama, produk berpeluang memberikan pengalaman yang lebih baik kepada penerimanya.

4. Desain Branding Juga Punya Peran Penting

Logo memang menjadi elemen penting dalam merchandise perusahaan. Namun, mencantumkan logo bukan berarti seluruh permukaan produk harus dipenuhi identitas brand.

Desain yang terlalu ramai, pemilihan warna yang kurang harmonis, atau penempatan logo yang tidak proporsional dapat membuat produk terlihat kurang nyaman secara visual.

Sebaliknya, desain yang terencana dapat membantu identitas brand tampil dengan lebih jelas tanpa mengorbankan estetika produk. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Penempatan logo: pastikan terlihat jelas dan proporsional.
  • Pemilihan warna: sesuaikan dengan identitas visual brand dan karakter produk.
  • Teknik kustomisasi: pertimbangkan jenis material, detail desain, serta hasil akhir yang diharapkan.
  • Konsistensi visual: pastikan merchandise tetap selaras dengan identitas brand dan kebutuhan campaign.

Sebelum masuk ke produksi, diskusikan detail desain dan teknik branding yang sesuai dengan produk. Jika diperlukan, evaluasi sampel terlebih dahulu agar tampilan akhir dapat diperiksa sebelum produksi dalam jumlah besar.

5. Kualitas Produk Tidak Boleh Diabaikan

Memilih merchandise juga berarti mempertimbangkan bagaimana produk tersebut dibuat dan digunakan.

Material, kerapian finishing, fungsi komponen, dan kualitas hasil kustomisasi merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Detail yang terlihat kecil dapat memengaruhi pengalaman penerima ketika menggunakan produk. Misalnya, jahitan tote bag, tutup tumbler, permukaan hasil cetak, atau kekuatan pengait pada lanyard dapat menjadi pertimbangan sesuai jenis produknya.

Untuk kebutuhan perusahaan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan foto katalog. Pastikan spesifikasi produk dijelaskan dengan jelas dan tanyakan kemungkinan pemeriksaan sampel sebelum produksi jika sesuai dengan kebutuhan proyek.

Dengan demikian, tim dapat mengevaluasi produk berdasarkan ekspektasi yang lebih konkret, bukan sekadar perkiraan dari tampilan visual.

6. Sesuaikan Pilihan dengan Anggaran dan Kebutuhan Produksi

Dalam pengadaan merchandise, anggaran tentu menjadi salah satu faktor utama. Namun, memilih produk berdasarkan harga saja dapat membuat pertimbangan penting lainnya terlewat. Sebaiknya, evaluasi kebutuhan secara menyeluruh, termasuk:

  • Jumlah merchandise yang dibutuhkan.
  • Spesifikasi dan material produk.
  • Teknik kustomisasi yang diperlukan.
  • Kemasan dan kebutuhan pendukung lainnya.
  • Waktu yang tersedia untuk proses produksi dan pengiriman.

Jika anggaran terbatas, bukan berarti merchandise harus kehilangan nilai atau daya tariknya. Tim dapat mempertimbangkan produk yang lebih sederhana, mengutamakan fungsi, dan menyesuaikan detail kustomisasi dengan prioritas campaign. Diskusikan kebutuhan jumlah, spesifikasi, serta jadwal proyek sejak awal dengan partner produksi agar pilihan yang tersedia dapat dievaluasi secara realistis.

7. Partner Merchandise yang Tepat Membantu Proses Lebih Terarah

Memilih merchandise bukan hanya tentang menentukan produk akhir. Ada proses di baliknya, mulai dari memahami kebutuhan, memilih material, merancang kustomisasi, mengevaluasi sampel, hingga memeriksa hasil produksi.

Karena itu, bekerja sama dengan partner merchandise yang komunikatif dan memahami kebutuhan perusahaan dapat membantu tim mengambil keputusan dengan lebih terarah.

Partner yang tepat idealnya mampu mendiskusikan pilihan produk, menjelaskan aspek teknis yang relevan, serta membantu menyelaraskan kebutuhan brand dengan spesifikasi dan anggaran yang tersedia.

Bagi tim marketing, procurement, HR, maupun penyelenggara event, komunikasi yang jelas sejak awal juga membantu mengurangi risiko perbedaan ekspektasi terhadap hasil akhir.

Jadi, Apa Rahasia Memilih Merchandise yang Tepat?

Seni memilih merchandise sebenarnya terletak pada kemampuan menghubungkan beberapa hal sekaligus: tujuan campaign, kebutuhan audiens, fungsi produk, desain branding, kualitas, dan anggaran.

Tidak harus selalu memilih produk yang paling mahal, paling unik, atau paling populer. Yang lebih penting adalah menemukan produk yang sesuai dengan konteks penggunaannya dan mampu mendukung tujuan brand.

Ketika setiap keputusan dibuat dengan pertimbangan yang tepat, merchandise tidak lagi sekadar barang promosi. Produk tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman brand yang lebih relevan bagi penerimanya.

Sedang merencanakan merchandise untuk event, campaign pemasaran, corporate gift, atau kebutuhan perusahaan?

Grade Cipta membantu perusahaan mendiskusikan kebutuhan custom merchandise, mulai dari pemilihan produk hingga kustomisasi sesuai kebutuhan brand dan campaign.

Konsultasikan kebutuhan merchandise perusahaan Anda melalui gradecipta.com agar proses pemilihan produk dapat dimulai dengan perencanaan yang lebih matang.

Whatsapp : 0817-7088-0911

Diskusikan brief Anda melalui halaman Contact Grade Cipta.

Email : hello@gradecipta.com

DM Instagram : grade.souvenir

#CustomMerchandise #MerchandisePerusahaan #MerchandisePromosi #TipsMemilihMerchandise #MerchandiseEvent #CorporateGift #BrandingPerusahaan #BrandActivation #MarketingIndonesia #MerchandiseCustom #SolusiMerchandise #GradeCipta #Personalize