
Seperti yang Anda tahu, Google adalah mesin pencari terbesar yang paling banyak digunakan saat ini. Maka sudah sewajarnya jika kita simak tips dari Google mengenai iklan yang ramai diperbincangkan selama Ramadhan.
Ada hal menarik selama bulan Ramadhan menyangkut perilaku konsumen di Indonesia. Sebab selama melaksanakan puasa, terjadi peningkatan konsumsi akses internet, menonton video online, dan peningkatan jumlah belanja yang signifikan.
Bahkan menurut data, konsumsi menonton YouTube bagi orang Indonesia meningkat sebanyak 50% selama bulan puasa. Sehingga bijak kiranya selama Ramadhan untuk lebih fokus pada konten iklan video.
Berikut ini tips dari Google untuk membuat iklan Ramadhan Anda mampu menemui sasaran.
1. Tunjukkan Brand Sejak 5 Detik Awal
Sebagus dan seindah apapun sebuah iklan, ingat tujuan Anda sejatinya adalah bagaimana menjual barang atau jasa sebanyak mungkin. Lima detik pertama adalah masa krusial bagi seseorang untuk menilai apakah iklan tersebut berguna atau tidak.
Segera masukkan brand Anda di awal durasi sesuai dengan skenario atau script iklan. Namun jika tidak memungkinkan untuk memusatkan brand di bagian tengah layar, letakkan di sudut konten Anda.
2. Tips dari Google Berikutnya adalah Segera Tunjukkan Produk
Di dalam sebuah iklan, ada yang disebut sebagai product placement. Jika audiens sudah tertarik dengan konten iklan Anda, mereka akan penasaran produk atau jasa apa yang ditawarkan oleh brand yang mereka lihat.
Maka tidak heran jika hampir 80% iklan video online menempatkan produknya pada 10 detik pertama. Anda dapat memperlihatkan produk secara gamblang dan mudah dilihat, atau Anda bisa menyebutkan produk atau jasa Anda di tengah-tengah dialog.
3. Jangan Jual Produk! Melainkan Jual Cerita Anda
Di era media sosial ini, video atau konten bagus saja belum cukup. Sebab kini pengguna internet dan audiens lebih menginginkan keaslian dan cerita yang tulus. Ibarat Anda sedang mendongeng hingga anak Anda terbuai, usahakan target konsumen Anda juga hanyut di dalam cerita Anda.
Sebelum Anda mencoba untuk selling, lakukan dahulu story telling. Anda dapat menengok iklan-iklan dari negeri Thailand yang terkenal dengan kisah yang bagus dan memiliki makna mendalam.
Melalui cerita, konsumen dapat memposisikan diri sebagai protagonis. Protagonis biasanya menghadapi masalah yang sering dialami oleh sebagian besar penonton. Dengan cara ini, penonton dapat merasakan bagaimana perasaan protagonis dalam cerita iklan. Selain itu, dengan plot, penonton juga dapat merefleksikan protagonis ketika menghadapi kontradiksi yang dihadapi.
4. Sentuh Sisi Emosional Audiens Anda
Dari 10 video iklan yang dipelajari Google, 8 memiliki cerita yang mengharukan.
Bahkan, konten emosional juga bisa diterapkan di luar Ramadhan. Namun selama Ramadhan, dampak dari konten emosional lebih terasa, karena kebanyakan orang menggunakan momen tersebut untuk refleksi diri.
Misalnya, video iklan “Kasih Ibu” Downy dan Pantene mengingatkan pemirsa akan jasa dan perjuangan seorang ibu untuk anaknya. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, anak sering kali melupakan ibunya saat bekerja atau kuliah.
5. Selipkan Pesan Moral di Dalam Materi Iklan Anda
Selain cerita emosional, Anda juga bisa memasukkan pesan moral di dalamnya. Cerita dengan pesan moral yang baik lebih disukai karena kebanyakan orang berlomba untuk berbuat kebaikan di bulan Ramadhan ini.
Manfaatkan momen Ramadhan ini untuk mengajak konsumen Anda berbuat kebaikan. Munculkan ide bahwa pelanggan Anda dapat melakukan hal-hal baik dengan menggunakan produk yang Anda jual.
Ide lainnya, Anda dapat membuat produk Anda sebagai hadiah atau giveaway berharga di momen Ramadhan tahun ini. Lengkapi pemberian produk Anda itu dengan berbagai merchandise yang bisa Anda order khusus di Grade Cipta.
Misalnya Anda membuat video tentang seseorang yang memberikan hadiah kepada sanak saudara yang selama ini banyak berjasa. Hadiah tersebut berupa kotak bingkisan berisi item bermanfaat. Tentunya lengkap dengan nama atau logo brand Anda di atas kotak tersebut.
Dengan begitu momen Ramadhan menjadi semakin berarti dan bermakna baik bagi si pemberi maupun penerima.
6. Gunakan Sosok Keluarga
Tidak ada yang mampu memancing rasa haru selain sosok keluarga. Apalagi jika sosok tersebut adalah orang tua.
Misalnya saja brand JD.ID yang mengisahkan kerinduan seorang kakek kepada anak cucunya di rumah. Atau marketplace berwarna hijau TokoPedia yang mengisahkan seorang anak yang nyaris tidak dapat bertemu dengan ibunya saat lebaran karena tenggelam oleh kesibukan.
Dari brand besar itu, Anda bisa menerapkan konsep serupa apapun skala bisnis Anda. Anda bisa meluncurkan sebuah konten yang menggugah rasa haru seperti mengirimkan bingkisan tote bag kepada orang tua yang jauh berada di kampung halaman.
Lengkapi isi tote bag tersebut dengan rangkaian produk andalan Anda. Sehingga banyak calon konsumen yang tertarik pada paket tote bag tersebut untuk diberikan keapda orang yang mereka sayangi di rumah.
Ada beraneka ragam tote bag yang dapat Anda desain sendiri di Grade Cipta. Pilih yang terbaik dengan warna dan bahan yang sesuai dengan konsep produk Anda.
***
Itulah beberapa tips dari Google yang bisa Anda gunakan saat akan membuat iklan di bulan Ramadhan tahun ini. Kira-kira konsep cerita seperti apa yang akan Anda buat nanti?



