
Saat ini, bukan saja mobil namun cara bekerja juga kini menggunakan pola kerja hybrid. Apa itu pola kerja hybrid?
Jika dibandingkan dengan mobil, mobil hybrid adalah yang menggabungkan antara dua bahan bakar. Antara bahan bakar minyak dengan bahan bakar listrik. Dengan menggunakan sistem hybrid ini, mobil disinyalir dapat menjadi lebih hemat.
Selain menjadi lebih irit dan hemat, kendaraan dengan sistem hybrid juga diyakini lebih ramah lingkungan.
Kini, istilah hybrid juga telah memasuki ranah pekerjaan. Secara singkat, pola kerja hybrid adalah kombinasi bekerja di tempat kerja tradisional seperti di kantor, dan bekerja di rumah.
Akibat pandemi, pola kerja hybrid semakin dianggap wajar. Namun, apakah pola kerja seperti ini efektif? Pada beberapa waktu lalu, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates, Microsoft mengadakan survei untuk mengetahui tentang pola kerja hybrid. Ternyata banyak ditemukan fakta menarik.
1. Pola Kerja Hybrid Menumbuhkan Rasa Nyaman
Ternyata, menurutĀ survei yang dilakukan Microsoft, cara bekerja dengan mengkombinasikan bekerja di tempat kerja dengan di rumah ini membawa dampak baik.
Tercatat sebanyak 73% karyawan puas dengan model kerja fleksibel ini. DImana mereka ingin mempertahankan model bekerja secara hybrid ini. Pada awalnya banyak diantara kita yang ragu apakah bekerja dari rumah mampu menyamai kualitas kerja di kantor.
Namun ternyata kini faktanya bisa jadi diantara Anda justru lebih menyukai pola kerja dengan kombinasi. Apakah Anda merasakan kenyamanan yang sama?
2. Pola Kerja Hibrida Mampu Mempertahankan Produktivitas Sama Seperti Sebelumnya
Dengan menggunakan cara bekerja kombinasi antara kantor dan rumah, ternyata produktivitas dapat tetap terpacu.
Karena hampir semua subjek Microsoft yang diwawancarai mengatakan bahwa dalam model kerja campuran, produktivitas mereka sama seperti sebelumnya. Namun masih terdapat beberapa catatan untuk hal ini.
Sebab ada fakta yang menyebutkan bahwa 54% mengatakan mereka benar-benar bekerja terlalu keras dalam hal beban kerja dan jam kerja.
Bahkan 39% dari mereka merasa terlalu banyak bekerja. Terdapat jumlah rapat mingguan yang meningkat dua kali lipat pada negara yang dilakukan survei oleh Microsoft.
Bahkan beberapa mencapai tiga kali lipat, terutama di negara-negara Asia. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, diskusi tentang pekerjaan di luar kantor juga meningkat sebesar 42%.
3. Karyawan Merasa Lebih Otentik Saat Bekerja Jarak Jauh
Ada hal menarik dari pola kerja hybrid terutama ketika bekerja melalui jarak jauh. Karyawan dapat lebih merasa menjadi dirinya sendiri ketika bekerja online daripada bekerja di lapangan atau di kantor.
Anggota tim kerja dapat melihat langsung bagaimana rumah rekan kerjanya, ruang kerja, hewan peliharaan, dan bahkan menangis di depan rekan kerja tanpa ragu-ragu, sehingga membentuk rasa kedekatan dan ikatan yang baru.
Anggota tim kerja semakin dekat satu sama lain, yang pada gilirannya berdampak positif pada efisiensi kerja. Namun di sisi lain, hubungan dengan pihak di luar tim justru semakin jauh dan seolah asing.
Misalnya internal dalam sebuah divisi sangat erat. Namun ketika harus bekerjasama lintas divisi, hubungan yang ada terkesan menjadi dingin dan eksklusif dimana setiap divisi ingin menunjukkan siapa yang lebih hebat.
Hal ini dapat menjadi hal positif jika persaingan yang ada adalah sebuah kompetisi sehat. Apakah Anda juga mengalami hal ini?
4. Membuat Sekat-Sekat Fisik Semakin Kabur
Bekerja secara hybrid juga menimbulkan kesadaran baru. Salah satu yang paling utama adalah adanya kesadaran bahwa bekerja kini dapat dilakukan dimana saja. Pekerjaan yang dahulu harus dilakukan di dalam kubikel ternyata dapat dilaksanakan dari rumah.
Mulai muncul tren baru dengan adanya layanan jasa virtual office. Karena sekat fisik bangunan kantor sudah tidak diperlukan, maka jika Anda ingin membangun bisnis, Anda cukup menyewa kantor virtual saja.
Anda tidak perlu menyewa atau membeli gedung, tanah dan lain sebagainya. Karyawan Anda juga tidak perlu kerepotan mencari lahan parkir di kawasan perkantoran yang sesak.
Pola kerja hybrid ini sungguh-sungguh memiliki kemungkinan besar untuk menjadi tren yang semakin diterima oleh masyarakat yang lebih luas.
5. Pola Kerja Hybrid Menggantungkan Diri Pada Teknologi Digital
Di setiap perubahan akan selalu ada dampak positif dan negatif. Begitu pula di dalam pola kerja hybrid.
Pola kerja ini semakin mendekatkan manusia pada revolusi digital yang ekstrim dan masif. Hampir semua jenis pekerjaan menggunakan media digital. Bahkan untuk pekerjaan paling sederhana sekalipun sudah dikembangkan teknologi digital untuk itu.
Namun di sisi lain timbul ancaman baru, yaitu betapa tergantungnya manusia terhadap teknologi digital. Kekhawatiran yang wajar karena perlu diingat jika teknologi digital tetaplah teknologi buatan manusia.
Sementara sudah dimaklumi banyak orang jika teknologi buatan manusia, apapun itu bentuknya, ada kalanya akan mengalami kerusakan.
Pertanyaannya adalah bagaimana jika kehidupan manusia yang sudah sangat tergantung dengan teknologi digital ini menghadapi down?
Bagaimana jika tiba-tiba dunia digital mengalami kerusakan dan berhenti? Inilah tantangan baru dan jangka panjang yang masih harus dipikirkan bersama.
***
Pola kerja hybrid yaitu menggabungkan antara bekerja di tempat kerja (kantor) dengan di rumah berhasil menjadi tren baru. Pola kerja kombinasi ini justru mampu mempertahankan produktivitas.
Bekerja secara hybrid menimbulkan kesadaran baru bahwa bekerja tidak memerlukan sekat. Karena selama teknologi tersedia, maka seseorang dapat bekerja dari mana saja.
Bagaimana dengan Anda? Apakah bisnis atau perusahaan Anda menggunakan pola kerja hybrid?
