Tips Mempersiapkan Anak Agar Siap Divaksin

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Image by CDC from Pexels

 

Vaksin kini sangat diperlukan agar seluruh anggota keluarga terlindungi. Begitu pula bagi anak-anak Anda. Bagaimana cara mempersiapkan anak agar siap divaksin?

Demi melindungi masyarakat, pemerintah semakin gencar menggalakkan vaksinasi. Gerakan dan program pemerintah ini diperlukan agar seluruh masyarakat dari berbagai lapisan dapat terlindungi dari pandemi.

Kini, vaksinasi juga mulai diberikan kepada anak-anak. Namun terkadang mempersiapkan anak agar siap di vaksin memiliki tantangan tersendiri. Hal ini dapat dimaklumi karena bahkan kita sebagai orang dewasa sekalipun memiliki rasa khawatir dan takut.

Agar anak-anak siap di vaksin, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

 

1. Memberi Penjelasan Bahwa Vaksinasi Sama Seperti Imunisasi

Hampir seluruh anak-anak di Indonesia pernah mendapatkan imunisasi. Anda dapat membawa ingatan anak Anda ke masa mereka berusia lebih muda saat menerima imunisasi.

Akan lebih baik jika Anda memiliki dokumentasi pada saat anak-anak Anda menerima imunisasi. Dengan begitu, mental mereka akan lebih siap saat akan diberikan vaksin.

Jelaskan kepada mereka bahwa vaksinasi dan imunisasi memiliki fungsi yang serupa.

Yaitu setelah mereka diberikan vaksin, maka tubuh mereka akan lebih kuat menghadapi potensi serangan virus.

 

2. Berikan Contoh Nyata

Satu hal yang perlu Anda ingat, bahwa anak-anak merupakan peniru ulung. Apa yang dilakukan oleh orang tua mereka, dapat mereka tiru dengan baik. Maka dari itu, ada baiknya Anda memberikan contoh dengan melakukan vaksinasi terlebih dahulu.

Usahakan Anda mendokumentasikan bagaimana proses yang Anda alami saat Anda melakukan vaksinasi. Ceritakan pula apa yang Anda rasakan setelah vaksinasi.

Misalnya saja, kondisi tubuh Anda menjadi lebih kuat dan sehat setelah di vaksin, jarum suntik yang digunakan bentuknya kecil dan hanya terasa sedikit sakit, dan lain sebagainya.

 

3. Beri Jarak Minimal Dua Minggu Jika Anak Menerima Vaksin Jenis Lain

Vaksinasi pada anak bukan saja vaksinasi untuk mengatasi Covid-19. Karena ada banyak sekali jenis vaksinasi untuk meningkatkan imun tubuh terhadap resiko virus atau penyakit tertentu.

Apabila Anak Anda pernah mendapatkan vaksin jenis lain sebelumnya, pastikan untuk memberikan jarak setidaknya selama dua minggu sebelum memberikan vaksinasi melawan Covid-19.

Hal ini akan membuat tubuh anak lebih siap menerima vaksinasi. Mental anak pun lebih siap karena ia sudah pernah mendapatkan vaksinasi belum lama ini.

 

4. Pastikan Anak Sudah Makan Sebelum Vaksinasi

Menurut dokter bernama Farid Agung, yang juga diadaptasi dari harian Kompas di RSIA Anugrah Semarang, mengatakan bahwa anak-anak perlu sarapan atau makan sebelum divaksinasi.

Dokter berkata: “Pada prinsipnya, sebelum vaksinasi, pastikan anak sudah sarapan dan makan siang.”

Hal ini perlu mengingat jika kondisi antrian vaksinasi yang terkadang berbeda hari demi hari. Apabila antrian cukup panjang, anak tidak perlu merasa kelaparan hanya demi menunggu giliran divaksin.

Anak pun akan memiliki energi dan tenaga yang cukup untuk menjalani proses vaksinasi dari awal sampai dengan selesai.

 

5. Perhatikan Apakah Anak Anda Termasuk ke Dalam Kriteria

Ada beberapa kriteria anak yang sebaiknya tidak diberikan vaksinasi terlebih dahulu. Kriteria ini diberikan agar pemberian vaksin tepat sasaran dan tidak berdampak negatif kepada anak.

Berikut ini adalah anak-anak yang tidak boleh atau tidak boleh menjadi yang pertama mengikuti program vaksinasi Covid-19:

  • Anak-anak yang pernah mengalami reaksi alergi akibat komponen vaksin dari vaksin sebelumnya.
  • Anak-anak dengan sindrom Guillain-Barré, mielitis transversa, dan encefalomielitis demielinasi akut.
  • Anak-anak yang menerima terapi imunosupresif atau sitosupresif yang parah.
  • Dalam 7 hari terakhir, anak dirawat di rumah sakit atau mengalami situasi darurat seperti sesak napas, epilepsi, tidak sadarkan diri, jantung berdebar, pendarahan, tekanan darah tinggi, dan tremor parah.

Apabila anak-anak Anda tidak mengalami beberapa hal di atas, maka Anda dapat melanjutkan pemberian vaksinasi kepada anak Anda.

 

6. Berikan Kelengkapan Perkakas Kesehatan Kepada Anak

Rangkaian prosedur kesehatan (prokes) masih perlu dilakukan walaupun anak Anda sudah divaksin. Agar anak-anak tetap semangat mematuhi prokes, maka berikan berbagai perkakas kesehatan yang dapat Anda desain sendiri.

Anda dapat membekali anak-anak dengan masker unik dan lucu. Selain itu, Anda juga dapat mendesain sendiri masker kain untuk mereka. Anda dapat mencantumkan tulisan, gambar, foto atau apapun di atas masker.

Kemudian Anda juga perlu bekali mereka dengan hand sanitizer yang praktis. Nantinya, alat pembersih tangan ini dapat dibawa dengan mudah di dalam tas atau kantong anak. Agar mereka tidak lupa untuk membawa perkakas-perkakas ini, Anda dapat menggabungkannya ke dalam sebuah pouch yang elegan.

Jadi, seluruh isi peralatan kesehatan tersebut akan mudah dicari oleh anak Anda kemanapun mereka bepergian.

 

7. Ikuti Jadwal Vaksin dari Sekolah

Agar anak-anak tidak stres, ada baiknya mereka melakukan vaksinasi bersama-sama dengan teman sebayanya. Maka, cara terbaik adalah dengan mengikutsertakan anak dalam jadwal vaksinasi yang sudah ditentukan oleh sekolah.

Dengan mengikuti jadwal ini, anak akan merasa tidak sendirian. Mereka dapat saling bermain, bersenda gurau dan bercerita satu sama lain baik saat sebelum maupun sesudah vaksin.

Lakukan komunikasi bersama pihak sekolah atau guru anak-anak Anda. Sehingga Anda dapat mempersiapkan anak-anak Anda sejak jauh hari sebelum melakukan vaksinasi.

***

Vaksinasi kini sudah menjadi sesuatu yang penting demi melindungi masyarakat dari pandemi. Anak-anak pun kini perlu mendapatkan vaksinasi.

Pastikan anak-anak Anda yang berusia 6-11 tahun menerima vaksinasi. Dengan mempersiapkan anak agar siap divaksin, Anda telah berperan serta menguatkan imun dan daya tahan keluarga.

 

 

Leave a Reply