Apa Itu Model AIDA?

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Image by A Priabudiman Dok

 

AIDA adalah singkatan dari attention, interest, desire dan action. Model AIDA sangat berguna diterapkan di dalam bisnis. Model ini telah digunakan di dunia pemasaran untuk menarik perhatian calon konsumen sampai mereka melakukan pembelian.

 

Model AIDA adalah sebuah model yang menjelaskan apa saja langkah-langkah yang dirasakan oleh pembeli saat akan membeli sebuah produk atau jasa. Model AIDA sendiri telah digunakan sejak akhir abad 19.

Selain di dunia bisnis, AIDA juga dapat diaplikasikan baik untuk pemasaran maupun hal lain yang berkaitan dengan hubungan publik.

 

Sekilas Sejarah Model AIDA

Model AIDA itu sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pebisnis asal Amerika. Ia bernama E. St. Elmo Lewis pada tahun 1898. Sudah cukup lama ya? Karena itulah model ini dapat kamu gunakan karena kredibilitasnya yang sudah terbukti selama hitungan abad.

Dalam hal ini, Lewis dapat dianggap sebagai pelopor penggunaan metode sains saat merancang iklan dan kampanye pemasaran.

Teori AIDA yang dikembangkan Lewis ini menitikberatkan pada pengalaman yang didapat oleh pelanggan saat ia akan memutuskan untuk membeli. Secara sederhana, AIDA adalah cara untuk memikat calon pembeli mulai dari bagaimana cara mencuri perhatian mereka sampai dengan ke titik dimana mereka akan membeli.

 

Bagaimana Pendekatan yang Digunakan oleh Model AIDA?

Pada dasarnya model AIDA berdasarkan empat tahap tersendiri yang berusaha menarik perhatian orang yang sedang memutuskan untuk membeli sebuah barang atau jasa.

Seperti apa empat tahap di dalam AIDA? Berikut penjelasannya:

1. Tahap Menarik Perhatian (Attention)

Produk atau jasa yang kamu tawarkan harus mampu menarik perhatian calon konsumen. Bagaimana cara menarik perhatian mereka? Caranya adalah dengan memanfaatkan material periklanan. Sebisa mungkin materi iklan yang kamu berikan mampu membuat mata mereka melirik.

Bahkan lebih baik lagi jika konsentrasi mereka dapat teralihkan menuju iklan yang kamu buat.

Contoh: penggunaan kalimat provokatif yang membuat penasaran, tayangan klip yang hanya berdurasi sekian detik yang mengandung easter egg, atau juga tampilan halaman muka dari sebuah situs yang menarik.

2. Pertahankan Daya Tarik (Interest)

Jika kamu berhasil menarik perhatian calon pembeli pada tahap pertama, maka kamu perlu lanjutkan ke tahap berikutnya. Yaitu interest atau daya tarik.

Prinsipnya adalah jika kamu sudah berhasil menarik perhatian mereka, maka pertahankan selama mungkin untuk membuat mereka semakin ingin tahu dengan penawaran kamu.

Contoh: kamu memberikan informasi yang rinci mengenai barang atau jasa yang kamu miliki. Informasi ini dapat kamu berikan melalui deskripsi produk pada halaman muka situs kamu, brosur, flyer, atau juga postingan di media sosial yang kamu miliki.

3. Pancing Keinginan Calon Konsumen (Desire)

Ibarat cinta dari mata turun ke hati, begitu pula yang terjadi di dalam dunia bisnis. Setelah calon pembeli mulai menaruh perhatian mereka, maka pancing mereka agar mereka memiliki keinginan untuk melakukan pembelian.

Tugas kamu sebagai penjual adalah berupaya mengajak calon konsumen untuk membeli. Buat mereka menginginkan sesuatu yang kamu tawarkan. Buat mereka agar mereka ingin memiliki produk atau jasa kamu.

Skenario terbaik adalah iklan yang kamu berikan mampu menciptakan keinginan atau hasrat untuk membeli.

Contoh: kamu memberikan contoh yang jelas tentang manfaat produk yang kamu miliki. Kamu jelaskan apa saja dampak yang akan didapatkan oleh calon pembeli jika mereka membeli produk kamu. Apa saja pengaruhnya di kehidupan mereka sehari-hari. Kamu juga dapat membangkitkan keinginan ini melalui copywriting dengan kata-kata yang memancing rasa penasaran lebih dalam.

4. Konsumen Mengambil Tindakan (Action)

Tahap terakhir dari perjalanan ini adalah ketika calon konsumen menjadi konsumen. Mereka yang awalnya baru menjadi calon pembeli menjadi pembeli yang sesungguhnya. Tindakan yang kamu inginkan sebagai penjual adalah tindakan pembelian.

Contoh: Kamu menjual produk di toko daring, dan sudah ada beberapa calon pembeli yang memasukkan produk kamu ke dalam keranjang. Kamu pancing keputusan mereka untuk mengubah barang yang ada di dalam keranjang itu ke tombol checkout dan melakukan pembayaran. Bagaimana cara mengubah mereka agar mereka yakin untuk membeli? Kamu berikan informasi dan segala manfaat yang mampu mendorong mereka memindahkan barang dari keranjang menjadi barang yang dibeli. Kamu juga dapat mendorong mereka dengan memberikan notifikasi mengenai penawaran yang bersifat terbatas, diskon, dan lain sebagainya.

 

Penggunaan Model AIDA

Model AIDA telah membentuk cara pandang bagaimana pebisnis memasarkan dan menjual produk mereka. Hampir seluruh strategi penjualan setidaknya mengadaptasi model AIDA. Baik keseluruhan ataupun salah satu tahap yang ada di dalam AIDA.

Selain digunakan di dunia bisnis dan penjualan, model AIDA juga sering dimanfaatkan di dunia public relations untuk menganalisa sejauh mana kepuasan konsumen. Juga digunakan pula untuk menganalisa keefektifan kampanye PR yang dilakukan dalam periode tertentu.

Model AIDA digemari oleh berbagai kalangan pebisnis dan pegiat PR karena memiliki dasar yang kuat. Contohnya saja AIDA merupakan metode yang sederhana dan fleksibel. Sederhana karena mudah dipelajari setiap tahapannya. Fleksibel karena mudah diadaptasi untuk diterapkan di berbagai jenis usaha.

***

Model AIDA adalah model yang dapat kamu gunakan untuk mengubah calon pembeli menjadi pembeli. AIDA adalah tahapan bagaimana cara kamu untuk menarik perhatian calon pembeli, menarik minat mereka, memperdalam rasa penasaran mereka, mempengaruhi mereka sampai akhirnya mereka timbul keinginan untuk membeli.

Model AIDA dapat diadaptasi untuk berbagai jenis bidang usaha. Media yang digunakan juga beragam. Kamu bisa menerapkan model AIDA ke dalam brosur, flyer, pamflet, website, sampai dengan media sosial.

Bagaimana dengan bisnis atau usaha yang kamu jalankan saat ini? Sudahkah kamu menerapkan model AIDA?

 

 

Leave a Reply