5 Kesalahan Memulai Usaha yang Harus Kamu Hindari

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Image by Cottonbro from Pexels

Hindari kesalahan memulai usaha yang dapat menjebak kamu di kemudian hari. Jangan sampai usaha keras kamu dalam membuka bisnis menjadi sisa-sia!

Ada beberapa kesalahan memulai usaha yang sering dialami oleh banyak orang. Bayangkan kamu sudah mempersiapkan segalanya. Mulai dari konsep bisnis, logo, produk atau jasa, partner yang akan kamu ajak kerjasama, sampai dengan tipe konsumen yang kamu incar.

Kamu sudah persiapkan semua itu namun saat dijalankan ternyata usaha yang kamu harap dapat melejitkan karirmu justru mentok. Apakah ada yang salah?

Coba yuk periksa apakah ada beberapa kesalahan memulai usaha yang kamu lakukan di bawah ini:

1. Salah memilih Bidang Usaha

Kesalahan terbesar namun terkadang luput dari perhatian adalah memulai usaha yang salah. Menjalani usaha yang salah ibarat kamu menjalin hubungan dengan orang yang salah. Kamu berusaha keras namun tidak jelas mau kemana hubungan itu akan menuju.

Begitu pula sebuah bisnis atau usaha.

Godaan terbesar adalah tren. Orang banyak berbisnis boba, kamu ingin bisnis yang sama pula. Tren kopi sedang naik, kamu ingin membuka coffee shop dan langsung membeli alat brewing kopi yang harganya selangit.

Sekeren apapun tren yang sedang berjalan, jika kamu tidak memiliki dasar keahlian atau kemampuan di dalamnya maka pada akhirnya bisnis tersebut akan sulit untuk berkembang.

Pastikan sebelum memulai sebuah usaha, kamu tanyakan dahulu ke diri sendiri. Apakah bidang bisnis yang akan kamu jalani itu memang sesuai passion, minat, atau kamu kuasai?

2. Tidak Menetapkan KPI

Bukan, KPI yang satu ini bukan yang sedang ramai dibahas itu. Tetapi Key Performance Indicator. KPI adalah indikator kinerja yang dapat kamu hitung untuk menentukan apakah langkah kamu sudah tepat atau belum.

Ada beberapa unsur di dalam KPI ini, namun intinya adalah seluruh indikator di dalamnya dapat dikuantifikasi atau ditentukan angkanya. Misalnya saja ada berapa liter air yang kamu perlukan untuk membuat 100 porsi minuman yang kamu jual.

Berapa banyak karyawan yang harus ada? Ada berapa banyak pelanggan yang baru dalam setiap bulan setelah kamu melakukan promo? Seluruh bidang ini dapat kamu hitung dan jelas dalam bentuk angka.

Dengan menetapkan KPI, kamu akan terhindar dari kesalahan memulai usaha yang cenderung sering menjebak kamu di kemudian hari. Ingat, catatan berupa angka adalah sesuatu yang penting. Karena ada istilah numbers never lie.

3. Tidak Ada Visi

Jika KPI adalah indikator berupa angka, maka hal berikutnya yang cukup sering menjadi kesalahan memulai usaha adalah tidak adanya visi. Visi ada yang berupa visi jangka pendek dan jangka panjang.

Sebuah visi akan membuat kamu tahu kemana kamu akan membawa bisnis kamu ke depan. Visi ibarat peta yang akan menuntun kamu sampai ke tempat tujuan.

Bayangkan kamu sedang mengendarai mobil menuju rumah. Kamu sudah membayangkan rute mana yang akan kamu tempuh, jalan seperti apa yang akan kamu lalui, dan akhirnya kamu juga dapat membayangkan seperti apa bentuk rumah kamu.

Seluruh bayangan mengenai tujuan itu akan memudahkan kamu untuk sampai ke tujuan. Dengan memiliki visi, kamu juga dapat melakukan antisipasi yang diperlukan apabila kamu menemui hambatan di jalan.

Jadi, apa kira-kira visi yang kamu miliki?

4. Luput Menentukan Persona Konsumen

Ada sebuah hal penting yang kadang dilupakan pelaku usaha. Hal itu adalah menentukan siapakah kira-kira pembeli yang kamu incar. Karena hampir tidak mungkin produk atau jasa kamu disukai oleh semua orang.

Jika mengutip beat komedi Indra Frimawan, “Bahkan keripik Kusuka saja ada yang tidak suka.”

Karena itu agar kamu tahu target konsumen seperti apa yang sesuai dengan produk atau jasa kamu, kamu harus menentukan dahulu seperti apa persona konsumen kamu.

Mulai dari rentang usia berapa yang akan menjadi konsumen kamu. Apa jenis kelaminnya, profesi, hobi, kebiasaan hidupnya dan lain sebagainya. Semakin rinci kamu membuat persona, akan semakin mudah bagi bisnis kamu untuk menjangkau konsumen yang tepat.

Karena produk hijab tentu akan jauh berbeda jenis konsumennya dengan produk deodoran bagi pria. Kartun Spongebob akan memiliki konsumen yang berbeda dengan tayangan serial Squid Game.

5. Belanja Bisnis yang Tidak Perlu

Jika kamu akan membuka kedai kopi, kamu tidak perlu membeli printer mahal seperti layaknya di kantor. Kamu cukup membeli mesin kasir yang mampu mencetak nota.

Kamu juga tidak perlu menyewa ruko dengan harga milyaran apabila bisnis kamu ditargetkan untuk pembeli dengan metode daring atau take away. Namun apabila kamu ingin membuka resto dengan konsep fine dining maka kamu harus menyewa atau memiliki gedung tersendiri.

Sampai sini apakah gambarannya cukup kamu pahami?

Banyak usaha yang harus tutup hanya karena modalnya habis hanya untuk belanja bisnis yang tidak perlu. Pastikan ketika kamu akan memulai sebuah usaha, kamu belanja sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha yang akan kamu jalankan.

Jika memang belum waktunya untuk membesarkan lahan usaha, maka sebaiknya modal disimpan untuk membeli aset yang lebih berguna.

***

Menjadi pengusaha adalah sebuah perjalanan seru. Akan tetapi kamu juga harus memastikan jalur yang kamu ambil sudah sesuai dengan target usaha kamu.

Menghindari kesalahan memulai usaha sejak tahap awal berbisnis dapat menghindarkan kamu dari kerugian. Ada baiknya sebelum kamu memulai sebuah usaha, kamu banyak membaca buku tentang bisnis, atau berbincang langsung dengan pelaku usaha aktif.

Salam semangat entrepreneur!

Leave a Reply