Evolusi Alat Penyimpanan Data

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read
Ilustrasi alat penyimpanan data. Image from Mozaic Education

Siapa yang tidak kenal alat penyimpanan data seperti flashdisk, atau hardisk, sampai dengan SSD? Ternyata alat penyimpanan data memiliki perjalanan yang cukup panjang lho.

Kamu pasti pernah atau sedang menggunakan beberapa alat penyimpanan data. Tanpa alat-alat ini, kamu mungkin tidak akan mampu bekerja dengan baik. Ingin menyimpan berkas pekerjaan atau keperluan pribadi pasti repot sekali tanpa kehadiran mereka!

Bahkan bukan cuma itu. Kamu tidak akan bisa menikmati lagu, tayangan film, dan berbagai teknologi seperti sekarang tanpa teknologi ini.

Tahukah kamu?

Flashdisk yang kamu gunakan sampai dengan SSD yang kamu pakai untuk menyimpan berkas dan segala keperluan itu, ternyata memiliki sejarah yang panjang.

Bagaimana kisah evolusi dari alat penyimpanan data ini? Yuk kita simak!

Teknologi Punch Card

Sebagai permulaan, kamu harus menengok ke tahun 1890. Wah! Lama juga ya? Tetapi inilah perjalanan awal dari alat penyimpanan data.

Ingin tahu berapa karakter yang sanggup diemban oleh punch cards ini? Hanya 80 karakter saja!

Bayangkan, bahkan satu tweet saja tidak mampu dimuat oleh punch card ini. Tetapi inilah perjalanan awal dari teknologi penyimpanan data. Punch card pada abad ke 19 awalnya digunakan untuk alat tenun dan pemutar piano.

Contoh yang mudah untuk kamu bayangkan adalah mainan kotak piano, yang jika diputar pegasnya akan mengeluarkan sebuah lagu.

Alat Penyimpanan Data Drum Magnetik

Beralih ke tahun 1932, teknologi penyimpanan data kini berkembang ke arah yang lebih maju.

Teknologi ini ditemukan oleh Gustav Tauschek, namun penggunaannya baru gencar pada era Perang Dunia II oleh Navy Amerika Serikat sebagai alat untuk pemecah kode sandi.

Drum magnetik ini memiliki panjang 16 inci, yang berputar sebanyak 12,500 putaran setiap menit dan mampu menyimpan 40 trek.

Jika diadopsi ke ukuran berkas zaman sekarang, drum magnetik ini mampu menyimpan data sebanyak 48 kb. Kira-kira setara dengan lima buah berkas dokumen docs.

Tabung Williams-Kilburn

Teknologi semakin maju perkembangannya. Kini mari memasuki era tahun 1847 pasca perang dunia. Setara dengan usia negara Indonesia yang baru berusia dua tahun!

Teknologi penyimpanan data yang berkembang ketika itu adalah tabung yang mampu menyimpan data dengan cara elektronik secara penuh.

Teknis dari alat ini adalah ia menampilkan kisi-kisi titik pada tabung sinar katoda, dan mengirimkan muatan statis melalui tabung. Tabung ini mampu menyimpan 128 karakter yang setara dengan 128 bytes.

Jika kamu ingin menyimpan satu buah file gambar dengan ekstensi .jpg, maka kamu membutuhkan 72 buah. Hmmm.. Banyak juga ya!

Akan tetapi teknologi ini tidak bertahan lama karena kemudian muncul inovasi baru yang jauh lebih modern. Apa kira-kira inovasi tersebut? Baca terus ya!

Pita Penyimpanan Magnetik

Bisa dibilang, teknologi pita “menghancurkan” reputasi teknologi penyimpanan data tabung. Karena teknologi pita magnetik mampu memuat lebih banyak data, dan dapat diadaptasi untuk berbagai keperluan.

Bagaimana contoh bentuk pita penyimpanan data menggunakan pita ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah kaset lagu yang pernah dimiliki oleh generasi orang tua kamu dan generasi 70 sampai 80an lalu.

1200 kaki gulungan pita ini mampu menyimpan data sebanyak 230 KB. Kira-kira setara dengan 10 berkas PDF dan berkas dokumen sebanyak 23 buah.

Pita penyimpanan data ini pertama kali digunakan tahun 1951 pada  Eckert-Mauchly UNIVAC I. Untuk menggunakannya, pita digulung dari satu gulungan ke gulungan, dimana terdapat kepala pita untuk membaca, menulis, atau menghapus data.

Kalau ungkapan orang tua zaman dahulu jika kaset Koes Plus atau Broery Marantika mereka rusak biasanya yang langsung diperiksa adalah bagian “head,” atau kepalanya.

Selain digunakan untuk kaset, pita juga diadaptasikan ke dalam teknologi VHS. Bahkan sampai saat ini, masih digunakan karena materialnya yang murah dan praktis.

Teknologi Alat Penyimpanan Data Berupa Hardisk

Seiring kemajuan era komputerisasi, IBM memperkenalkan teknologi HDD pada tahun 1956. Pada waktu itu, ukuran hardisk masih sebesar lemari pendingin dengan berat mencapai satu ton!

Bagaimana Hard Disk Drive atau HDD bekerja? Caranya adalah dengan menyimpan data pada satu atau lebih piringan logam magnetik yang berputar cepat yang disebut juga dengan disk.

Generasi pertama HDD mampu menyimpan data sebanyak 3.75 MB. Kira-kira sama dengan satu buah lagu mp3, dan video beresolusi rendah dengan durasi 45 detik.

Penggunaan HDD terus digunakan oleh berbagai brand produsen komputer ternama, dengan berbagai pengembangannya. Mulai dari hard disk portable, sampai dengan ukuran yang semakin kecil.

Floppy DIsk

Perkembangan alat penyimpanan data yang sangat penting berikutnya adalah floppy disk. Bahkan ikon floppy disk masih digunakan sampai saat ini setiap kali kamu akan menyimpan berkas.

Floppy disk mampu menyimpan data sebanyak 80 KB. Teknologi ini lagi-lagi dikembangkan pertama kali oleh IBM pada tahun 1967. Inilah “eyang” dari flashdisk yang kamu gunakan saat ini.

Pada tahun 1978, floppy disk memiliki dua ukuran yaitu 5¼ dan 3½ inci. Apakah teknologi ini sudah punah? Ternyata belum, karena masih digunakan di fasilitas nuklir di Amerika Serikat. Luar biasa!

SD Card dan USB Flash Drive

Menarik lebih jauh menjelang tahun 2000, tepatnya pada tahun 1999, muncullah teknologi SD card, dan USB Flash Drive atau yang biasa kamu kenal sebagai flashdisk.

Teknologi SD card menggunakan memori flash, yang menyimpan data dalam sel yang terbuat dari transistor. Ukurannya yang kecil membuat penggunaannya mudah dan praktis. Dapat diaplikasikan untuk menyimpan berkas di kamera, gadget, dan lain sebagainya.

Kapasita SD card modern kini mampu mencapai 1 terabyte.

Lalu bagaimana dengan flashdisk? Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh M-Systems pada tahun 1999. Sama seperti SD card, flashdisk juga menggunakan memori flash. Dengan kapasitas saat ini mampu mencapai 2 terabyte.

Kedua jenis alat penyimpanan data ini terus berkembang dengan kapasitas yang semakin hari semakin besar. Selain praktis, kamu juga bisa menggunakannya dengan mudah di berbagai alat dan gadget.

Itulah sekilas tentang beberapa evolusi alat penyimpanan data sejak awal sampai dengan era penyimpanan portabel.

Alat penyimpanan data mana yang saat ini kamu gunakan?

Leave a Reply