
Dengan memberikan merchandise yang tepat, konsumen Anda akan menjadi lebih “sayang” kepada brand Anda.
Apa saja bisnis yang membutuhkan merchandising?
Apakah Anda salah satu dari pemilik usaha yang sedang berjuang meningkatkan omset? Kami yakin Anda adalah seseorang yang penuh inovasi dan kreativitas untuk terus memajukan usaha Anda. Anda juga terus mengupgrade pengetahuan Anda mengenai seluk beluk bisnis.
Tetapi tahukah Anda? Dari sekian banyak bisnis yang sedang berjalan saat ini, ternyata ada banyak jenis bisnis yang perlu menggunakan merchandise.
Segera cek apakah bisnis Anda termasuk salah satu diantaranya!
Daftar Bisnis yang Memerlukan Merchandising
Sebelum membahas apa saja bisnis yang memerlukan berbagai jenis merchandising, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan merchandise.
Merchandise adalah berbagai jenis barang atau produk atau komoditi yang dijual kepada anggota retail atau bisnis lainnya.
Merchandise juga dapat berupa “gratisan.” Dalam hal ini merchandise bersifat sebagai barang promosi yang didistribusikan atau dijual gratis.
Contoh paling mudah adalah ketika dalam masa kampanye banyak sekali caleg yang memberikan kaos, topi, dan berbagai barang lain. Hal ini bertujuan agar para calon pemilih mengingat mereka.
Trik ini juga sangat efektif dalam dunia usaha. Mari simak jenis bisnis apa saja yang perlu memanfaatkan taktik merchandising.
1. Usaha Kuliner Rumahan
Usaha kuliner terus menerus berkembang sampai saat ini. Bahkan ketika pandemi menyerang banyak sekali usaha kuliner rumahan yang sukses.
Jika Anda bergerak di bidang usaha kuliner rumahan, ada baiknya Anda meningkatkan minat konsumen Anda dengan merchandise. Tetapi mungkin Anda bertanya apa kira-kira merchandise yang paling tepat?
Anda bisa memberikan sumpit, sedotan atau kertas pembungkus makanan kepada pelanggan Anda. Tetapi tidak terbatas di situ saja. Anda bebas memilih merchandise apa yang ingin Anda berikan.
2. Cafe atau Restoran
Masih ada kaitannya dengan kebutuhan sandang. Kali ini bergerak ke usaha cafe atau resto. Cafe atau resto biasanya bertumpu pada gaya hidup konsumennya. Semakin sebuah cafe mampu membuat pengunjungnya betah berlama-lama di dalamnya, semakin baik pula image cafe tersebut.
Menu yang baik saja belum cukup. Karena yang diinginkan oleh pembeli adalah pengalaman atau kesan yang didapatkan mereka ketika dine-in.
Di sinilah merchandise dapat mendorong minat dan kepuasan pelanggan Anda. Tidak perlu mewah. Intinya Anda mampu memberikan nilai tambah dari brand Anda.
3. Reseller
Menjadi reseller atau dropshipper merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Apalagi pola konsumen yang saat ini semakin bergeser. Jika tadinya mereka membeli sepatu ke mall, kini mereka lebih nyaman dan merasa aman apabila melakukannya dari rumah.
Anda selaku pelaku bisnis juga tidak harus memiliki pabrik. Karena toh yang Anda jual juga berasal dari produsen lain.
Akan tetapi Anda tetap perlu menggunakan merchandise. Agar pelanggan Anda tidak “kabur” dan berpaling. Anda bisa memilih merchandise yang sederhana. Misalnya saja tote bag atau tas lipat sebagai pembungkus produk yang Anda jual.
4. Jasa Titip
Pernah mendengar istilah jastip? Jasa titip ini sebetulnya adalah usaha sederhana. Dari namanya saja kita sudah bisa mengartikannya. Yaitu ada seseorang yang akan pergi ke tempat tertentu lalu ada orang lain yang menitip untuk dibelikan barang yang mereka inginkan.
Sama seperti ketika teman Anda akan pergi ke warung lalu Anda mengatakan “Eh titip dong!”
Jika Anda berminat untuk menggeluti usaha jastip ini, Anda bisa melengkapinya dengan merchandising.
Merchandise paling mudah adalah Anda memberikan kantong daur ulang untuk setiap produk yang dititipkan kepada Anda. Dengan begitu mereka akan selalu mengingat jasa yang Anda miliki di kemudian hari.
5. Kursus Online
Aplikasi teleconference saat ini semakin menjamur. Perpindahan gaya belajar menjadi online adalah penyebabnya. Hal ini membuka peluang bisnis baru dalam bentuk kursus online.
Apabila Anda memiliki latar belakang yang tepat dengan niat mengajar yang tinggi, bisnis ini cocok untuk Anda.
Agar murid Anda semakin terpikat, Anda bisa memberikan merchandise berupa custom agenda dilengkapi dengan alat tulis. Pastikan merchandise yang Anda berikan ini telah tercetak logo atau nama Anda di atasnya.
6. Wedding Organizer
Apa yang diinginkan oleh tamu undangan pesta pernikahan? Tentu saja souvenir! (Selain momen indah bersama kedua mempelai tentunya.)
Souvenir yang indah dapat membuat banyak orang selalu mendoakan dan mengingat pesta pernikahan yang telah berlalu.
Apabila Anda bergerak di bidang wedding organizer, maka memberikan souvenir pernikahan kepada klien Anda dapat meningkatkan kepuasan klien. Merchandise untuk dijadikan souvenir ini tidak harus mahal. Namun yang paling penting adalah makna dan memori yang terkandung di dalam pemberian tersebut.

7. Otomotif
Industri otomotif juga tidak lepas dari merchandising. Bahkan di dalam jenis bisnis ini ada banyak sekali yang bisa Anda pilih.
Anda bisa memberikan kaos dengan tulisan brand otomotif tertentu kepada pelanggan Anda. Apalagi jika brand otomotif tersebut memiliki nilai gengsi dan kemewahan.
Anda juga bisa memberikan konsumen Anda barang-barang fungsional yang dapat digunakan sehari-hari. Seperti kotak tissue custom, sarung kemudi mobil, sarung tangan untuk pengendara sepeda motor, sampai dengan cover kendaraan.
Itulah beberapa contoh dari jenis bisnis atau usaha yang memerlukan merchandise. Merchandise dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan Anda.
Mereka akan mudah mengingat barang dan jasa yang Anda miliki. Selain itu mereka juga akan merasakan manfaat dari merchandise yang Anda berikan kepada mereka.
Tetapi bisnis lain pun dapat menggunakan cara ini. Apapun bisnis Anda, pastikan membuat merchandise pilihan Anda bersama Grade Cipta!
