POV: Kamu Disuruh Bikin Merch untuk Event Gen Z

  • Post author:
  • Post category:Blog
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:6 mins read

Image by Magnific.com

 

“Kak, merchandise-nya jangan yang biasa ya. Harus yang Gen Z banget!”

Kalimat ini mungkin terdengar simpel, tapi buat kamu yang bertugas menyiapkan merchandise event, justru bisa jadi tantangan tersendiri. Karena ketika targetnya Gen Z, merchandise bukan cuma soal logo ditempel di kaos, tumbler, atau tote bag. Desain, fungsi, warna, bentuk, sampai experience saat menerima merchandise semuanya bisa memengaruhi apakah barang tersebut benar-benar dipakai atau malah berakhir di dalam laci.

Apalagi kalau event yang kamu siapkan ingin punya kesan yang memorable. Merchandise harus terasa relevan dengan karakter audiens sekaligus tetap membawa identitas brand.

Jadi, kalau kamu sedang disuruh bikin merch untuk event Gen Z, apa saja yang harus dipikirkan?

  1. Jangan Mulai dari Logo, Mulai dari Audiens

Kesalahan yang sering terjadi saat membuat merchandise adalah langsung berpikir:

“Logo perusahaan kita mau ditaruh di mana?”

Padahal, pertanyaan pertama yang lebih penting adalah:

“Siapa yang akan memakai merchandise ini?”

Gen Z memiliki karakter audiens yang sangat beragam. Mereka bisa menjadi peserta seminar, pengunjung festival, komunitas, mahasiswa, pekerja muda, hingga followers sebuah brand. Karena itu, pilih merchandise berdasarkan aktivitas dan kebutuhan mereka.

Misalnya:

  • Event kampus → tote bag, kaos, lanyard, pouch
  • Event komunitas → kaos, tumbler, tote bag, topi
  • Event kreatif → notebook, sticker pack, pouch, tote bag
  • Event olahraga → jersey, handuk, tumbler, drawstring bag
  • Brand activation → merchandise yang unik, collectible, atau mudah dibagikan di media sosial

Merchandise yang tepat adalah merchandise yang masuk ke kehidupan penerimanya.

  1. “Bisa Dipakai” Lebih Penting daripada Sekadar “Lucu”

Merchandise yang terlihat menarik memang punya daya tarik pertama. Tapi kalau tidak berguna, kemungkinan besar penggunaannya juga tidak bertahan lama.

Coba bayangkan dua pilihan.

  • Pilihan pertama: merchandise dengan desain yang sangat ramai, tetapi hanya cocok digunakan sekali.
  • Pilihan kedua: merchandise dengan desain yang simpel, fungsional, dan bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Mana yang kemungkinan lebih sering dibawa?

Untuk merchandise event Gen Z, fungsi bisa menjadi nilai tambah yang besar. Tumbler bisa digunakan ke kampus atau kantor. Tote bag bisa dipakai belanja atau membawa barang. Pouch bisa digunakan menyimpan kabel dan charger. Kaos bisa menjadi bagian dari outfit sehari-hari. Semakin sering merchandise digunakan, semakin sering pula brand berpotensi ikut terlihat.

  1. Desain Jangan Terlalu “Branding Banget”

Ini bagian yang sering menjadi dilema. Brand tentu ingin logonya terlihat. Tetapi audiens belum tentu ingin memakai barang yang desainnya terasa seperti iklan berjalan. Solusinya bukan menghilangkan identitas brand, melainkan mengemas branding dengan lebih kreatif.

Logo bisa dibuat lebih kecil. Warna brand dapat dijadikan aksen. Slogan bisa diolah menjadi typography yang menarik. Bahkan elemen visual dari event dapat dibuat menjadi ilustrasi yang tetap relevan meskipun logo tidak menjadi pusat perhatian. Dengan pendekatan ini, merchandise tetap membawa identitas brand tanpa kehilangan daya tarik visual.

Prinsip sederhananya: Buat merchandise yang ingin dipakai orang, bukan hanya merchandise yang ingin dilihat brand.

  1. Gen Z Suka Sesuatu yang Punya “Cerita”

Merchandise juga bisa menjadi bagian dari pengalaman event. Misalnya, bukan hanya memberikan tote bag biasa, tetapi membuat desain yang berkaitan dengan tema acara. Atau membuat beberapa desain berbeda yang bisa dikoleksi.

Bisa juga menggunakan elemen seperti:

  • Quote khas event
  • Inside joke komunitas
  • Ilustrasi karakter
  • Typography unik
  • Limited edition
  • Nomor atau seri tertentu
  • Desain yang berkaitan dengan tema acara

Hal sederhana seperti ini dapat membuat merchandise terasa lebih personal. Ketika penerima merasa merchandise tersebut punya cerita, barang tersebut tidak lagi sekadar “souvenir event”.

  1. Jangan Lupa Memikirkan Foto dan Social Media

Kalau target event kamu adalah Gen Z, pikirkan juga bagaimana merchandise tersebut terlihat ketika difoto.

Karena merchandise yang menarik secara visual punya peluang lebih besar untuk muncul dalam konten peserta.

Coba perhatikan: 

Apakah desainnya terlihat menarik ketika difoto?

Apakah warnanya standout? Apakah packaging-nya menarik? Apakah ada elemen yang membuat orang ingin menunjukkan merchandise tersebut kepada teman?

Tidak harus selalu dibuat heboh. Justru desain yang clean dengan satu elemen unik juga bisa menjadi daya tarik. Misalnya, tote bag dengan typography yang relatable, tumbler dengan ilustrasi khas event, atau packaging yang dibuat seperti collectible item.

  1. Tentukan Budget Sebelum Terlalu Jauh Eksplorasi

Merchandise yang keren tentu harus tetap realistis dengan budget. Sebelum memilih produk, tentukan terlebih dahulu:

Jumlah penerima × budget per merchandise = total budget.

Dari sana, kamu bisa menentukan jenis produk, material, teknik cetak, packaging, dan jumlah produksi.

Jika jumlah peserta mencapai ratusan atau ribuan orang, pemilihan produk dan teknik produksi bisa sangat memengaruhi biaya. Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Merchandise apa yang paling keren?”

Tetapi tanyakan juga:

“Merchandise apa yang paling sesuai dengan audiens, konsep event, jumlah produksi, dan budget?”

  1. Jangan Melewatkan Detail Produksi

Sudah menemukan desain yang cocok? Jangan langsung naik cetak. Periksa kembali beberapa hal penting:

  • Ukuran merchandise
  • Material atau bahan
  • Warna produk
  • Ukuran dan posisi logo
  • Teknik printing
  • Kualitas finishing
  • Packaging
  • Jumlah produksi
  • Timeline produksi
  • Deadline pengiriman

Hal-hal kecil ini justru bisa menentukan hasil akhir merchandise. Terutama jika event memiliki tanggal yang sudah ditentukan, jangan sampai merchandise baru selesai ketika event sudah berlangsung.

 

Sedang menyiapkan merchandise event, merchandise perusahaan, atau custom merchandise untuk komunitas dan brand?

Grade Cipta siap membantu dari pemilihan produk hingga proses produksi agar merchandise yang kamu buat tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan event dan target penerimanya.

Sudah punya ide merchandise? Yuk, konsultasikan kebutuhanmu dengan Grade Cipta dan buat merchandise event yang lebih memorable!

Whatsapp : 0817-7088-0911

Email : hello@gradecipta.com

DM Instagram : grade.souvenir

#MerchandiseEvent #MerchandiseGenZ #MerchGenZ #MerchandiseCustom #MerchandiseEventGenZ #SouvenirEvent #MerchandisePerusahaan #CustomMerchandise #MerchandisePromosi #EventGenZ #IdeMerchandise #MerchandiseIndonesia #GradeCipta #Personalize

Leave a Reply