
Selain barang promosi yang ciamik, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk terus mempertahankan posisi bisnis Anda di mata konsumen. Salah satunya mengubah target market Anda. Hal ini sudah dilakukan oleh berbagai perusahaan di dunia.
Mengubah target market adalah hal umum dan biasa terjadi di dunia bisnis. Sebab konsumen pun berubah. Bayangkan diri Anda menjadi konsumen itu sendiri. Bisa jadi Anda ketika kecil membeli sebuah produk tertentu, lalu kemudian ketika dewasa, brand favorit Anda itu sudah tidak cocok lagi bagi Anda.
Maka dari itu tidak heran apabila sebuah bisnis mengubah target target market mereka. Lalu apa saja contohnya? Yuk simak!
1. McDonald’s Mengubah Target Market Menjadi Keluarga
Siapa yang tidak kenal dengan jenama burger dari Amerika Serikat ini? Namun sadarkah Anda jika mereka mengubah target market yang diincar?
Sejak tahun 60-90an, McDonald’s merupakan sebuah tempat yang bagaikan “surga” bagi anak-anak. Jadi pada era tersebut, dengan jelas brand burger ini menargetkan anak-anak sebagai audiens utama mereka.
Mulai dari tampak depan, mainan, tempat bermain, sampai maskot terkenal Ronald McDonald, semuanya menyasar ke anak-anak. Namun seiring berjalan waktu, McDonald’s mengubah total target pasar mereka dengan melakukan rebranding.
Brand fast food ini lebih fokus pada memberikan produk dengan harga terjangkau bagi keluarga umum. Perubahan target pasar ini rupanya berhasil membuat brand burger ini tetap mendominasi selama 30 tahun lebih.
2. Gucci Mengubah Target Market ke Orang Dewasa Muda
Pada awalnya, Gucci adalah sebuah merek tas yang mengarah konsumen dari orang dewasa berpenghasilan tinggi. Namun kemudian, brand ini mengubah sasaran pasar mereka menjadi orang dewasa muda yang progresif.
Jika Gucci dahulu identik dengan produk yang hanya mampu dimiliki oleh orang kaya, kini berubah. Dahulu memang Gucci sering menggandeng desainer kelas dunia untuk produk tas dan busananya. Memakai merek ini merupakan simbol elit dan kesuksesan.
Namun kini Gucci melakukan reposisi sebagai brand yang progresif. Banyak isu sosial yang diangkat oleh Gucci sehingga mendekatkan diri mereka pada konsumen. Hasilnya berbuah manis karena pada tahun 2021, brand ini berhasil mencatat $151.8 juta pendapatan. Luar biasa!
3. Netflix Mengubah Target Market Menjadi Layanan Streaming
Tahukah Anda pada awalnya Netflix merupakan perusahaan yang menyewakan DVD melalui kotak pos? Pilihan film masih terbatas pada medio 1998. Anda juga tidak bisa menyaksikan serial televisi dan belum ada produksi konten original.
Segalanya berubah saat Netflix menawarkan layanan streaming pada tahun 2007. Semua orang bisa mengakses berbagai film dan serial. Selain itu, konsumen bisa menyaksikan dari berbagai gadget seperti telepon, tablet dan layar lainnya.
Terlebih lagi banyak serial original yang diproduksi berhasil menjadi pusat perhatian. Sebut saja Stranger Things dan Squid Game. Walaupun baru-baru ini banyak terjadi persaingan baru, tidak bisa dipungkiri perubahan bisnis Netflix dari penyewaan DVD menjadi layanan streaming telah mendobrak cara berbisnis baru.
4. Dunkin
Pernah menyantap donat klasik Dunkin Donuts? Pada awalnya di tahun 2006, Dunkin Donuts memiliki slogan “American runs on Dunkin.” Jadi ketika itu brand ini mengutamakan target pasar bagi konsumen di Amerika Serikat saja.
Namun seiring perkembangan bisnis yang ada, akhirnya mereka tidak lagi menggunakan slogan lama tersebut. Brand donat ini juga lebih fokus pada bagaimana caranya berbicara banyak di tengah persaingan jaringan fast food yang terus tumbuh di dunia.
Saat ini Dunkin banyak memberikan barang promosi atau merchandise bagi konsumennya. Hal ini mengubah image Dunkin Donuts menjadi kedai kopi yang menyajikan aneka produk kuliner trendy. Perubahan target market ini terbukti berhasil karena mereka mencatat pertumbuhan penjualan sebanyak 5% tahun lalu.
5. Ford
Perusahaan mobil yang belum lama ini menghentikan produk barunya di Indonesia tetap besar secara internasional. Ford adalah sejarah dunia otomotif itu sendiri. Brand kendaraan roda empat ini menembus kancah industri otomotif dengan Model-T pada tahun 1908.
Perusahaan milik Henry Ford ini mengubah “wajah” Amerika ketika itu. Semua penduduk Amerika akhirnya bisa memiliki mobilnya sendiri. Namun ketika itu dan berlanjut sampai tahun 60an, Ford hanya menyasar konsumen pria saja. Karena kondisi sosial pada masa-masa itu belum seperti di era modern.
Seiring berjalannya baru, Ford mengubah strategi pemasaran mereka. Diawali dengan peluncuran Ford Fiesta pada tahun 2013, brand mobil ini menargetkan kaum milenial dengan produk mereka yang terasa fresh, enerjik dan semangat muda.
Pembelinya pun semakin berimbang dengan peningkatan 80% penjualan kepada konsumen pria dan wanita pada rentang usia antara 18-34 tahun. Walaupun memang masih lebih banyak konsumen pria, namun Ford terus berupaya menjangkau seluruh gender. Hal ini terbukti dari jumlah pembeli Ford Maverick yang mencapai 25%.
Perubahan Adalah Sesuatu yang Pasti
Di dunia bisnis, perubahan adalah sesuatu yang pasti. Anda terkadang perlu mengubah target market dengan pertimbangan dan mempelajari perkembangan zaman. Agar Anda bisa terus mendekatkan diri pada konsumen, jangan lupa untuk memberikan barang promosi yang kuat, ramah lingkungan dan berkualitas kepada pelanggan.
Barang promosi adalah unsur efektif pemasaran untuk menjangkau hati konsumen. Mereka mendapatkan hadiah atau sesuatu yang gratis dari brand Anda. Sehingga konsumen akan selalu ingat pada Anda.
Walaupun target market Anda berubah, selalu berikan barang promosi dalam bentuk merchandise, giveaway atau hadiah untuk meraih loyalitas konsumen baru Anda!
