
Pemanasan global, polusi, sampai pencemaran laut terus menjadi berita yang tidak sedap di telinga kita. Oleh karena itu Anda sebagai pelaku bisnis bisa mengambil peran aktif dengan meluncurkan berbagai item promosi ramah lingkungan.
Ekosistem alam bumi ini patut kita jaga bersama, dan jika Anda memiliki bisnis yang mampu menjangkau banyak orang, maka sudah sepatutnya untuk berperan serta menjaga lingkungan. Menurut sebuah sumber, Timbunan Sampah Samudera Pasifik terus bertambah banyak. Bahkan studi menunjukkan jika pada tahun 2050, jumlah limbah plastik di lautan akan melampaui jumlah ikan!
Karena itu, saat ini merupakan momen yang tepat untuk menunjukkan kepedulian brand Anda melalui aneka item ramah lingkungan berikut ini:
1. Produk Ramah Lingkungan dari Plastik Daur Ulang
Sejumlah perusahaan sudah memulai langkahnya untuk membuat produk atau barang promosi dari bahan kain daur ulang menjadi baju baru atau bentuk lainnya. Namun ternyata ada sebuah perusahaan di Amerika bernama Leed’s yang melangkah lebih jauh.
Mereka menggunakan bahan dari plastik daur ulang yang biasa dibuang ke laut menjadi rangkaian tas yang keren dan kuat. Bahan-bahan dari sampah yang sepintas terlihat tidak berguna itu diolah kembali menjadi serat sintetis untuk kemudian dijadikan bahan mentah untuk memproduksi item baru.
Ada pula perusahaan seperti Waterhaul yang membuat kacamata hitam dari jala daur ulang. Dengan begitu ekosistem kehidupan biota laut dapat terus terjaga.
2. Apparel yang Dibuat dari Bahan Non-Mikroplastik
Tahukah Anda bahwa ada sebuah limbah plastik yang jauh lebih berbahaya bernama mikroplastik? Sebagaimana yang Anda tahu, mungkin selama ini Anda mengira apabila hanya botol, kantong dan bahan dari plastik lainnya yang mampu mencemari lingkungan. Ternyata ada partikel plastik lain yang berukuran lebih kecil dan menjadi ancaman baru terhadap lingkungan.
Mikroplastik adalah plastik yang berukuran 5 mm atau lebih kecil dari itu. Bahan ini sering ditemukan pada berbagai produk seperti sikat gigi, fleece, legging, perlengkapan outdoor, dan pakaian lain yang mengandung akrilik, poliester, poliamida, spandeks, dan nilon. Seluruh bahan-bahan ini mampu melepaskan hingga 700.000 serat mikro setiap kali dicuci.
Serat mikro ini dapat terbang ke udara bercampur dengan debu dan berisiko pada kondisi kesehatan apabila terhirup baik oleh manusia atau hewan. Selain itu dapat jatuh ke saluran air dan berakhir di lautan yang kemudian menyakiti hewan air. Mikroplastik yang tidak sengaja dikonsumsi akan mengganggu sistem usus hewan dan akhirnya berdampak buruk pada seluruh populasi.
Karena itu sebagai sebuah bisnis dan brand yang peduli pada lingkungan, sebaiknya Anda memilih apparel dari bahan dan serat alami dibanding menggunakan bahan sintetis. Selain menjaga lingkungan, bahan alami ini juga lebih sehat bagi konsumen atau karyawan Anda.
Baca juga: Alasan Utama Mengapa Brand Anda Harus Menggunakan Reusable Bags
3. Beralih ke Bambu yang Ramah Lingkungan
Semakin sedikit produksi plastik yang ada maka semakin baik pengaruhnya bagi bumi. Tetapi bisa jadi Anda bertanya, bahan apa yang mampu menggantikan plastik namun tetap memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih baik?
Jawabannya ternyata ada pada bambu. Ya, bambu yang banyak tumbuh di Indonesia banyak diyakini sebagai G.O.A.T atau Greatest of All Time dari rangkaian bahan yang ramah lingkungan. Bambu benar-benar biodegradable, padat, tahan lama, sangat terbarukan dan tidak memerlukan pestisida untuk tumbuh. Lihat bukan? Bahkan dari masa pertumbuhannya saja, tanaman yang satu ini tidak membutuhkan bahan kimia yang juga membantu kelangsungan ekosistem di sekitarnya.
Bambu dapat dijadikan berbagai item promosi seperti sumpit, tatakan gelas, peralatan makan, dan lain sebagainya. Bahkan saat ini sudah diproduksi pula tekstil dan apparel dari bahan dasar bambu!
4. Menghindari Senyawa Oxybenzone dan Benzophenone-1
Berbagai produk dapat mengandung senyawa berbahaya. Salah satu yang cukup umum ditemukan adalah Oxybenzone dan Benzophenone-1. Apabila bahan ini dicuci, dapat jatuh ke air dan merusak pertumbuhan algae, batu koral, bahkan dapat mengurangi reproduksi ikan.
Biasanya senyawa seperti ini ditemukan pada produk sunscreen yang sering digunakan pada saat terik matahari. Selain itu bisa juga ditemukan pada berbagai produk lain dengan pengaplikasian yang sama pada kulit mengandung bahan-bahan ini.
Apabila brand Anda ingin menjaga lingkungan, Anda bisa memproduksi barang promosi atau produk yang dibuat dari mineral-based. Biasanya bahan yang bisa Anda gunakan yaitu zinc oxide dan titanium dioxide. Berbagai senyawa yang aman bagi lingkungan ini dapat dibuat menjadi tabir surya, lip balm dan produk perawatan kulit lainnya.
5. Meluncurkan Kampanye Promosi Ramah Lingkungan
Agar pesan kepedulian pada lingkungan semakin kuat terdengar, cobalah untuk meluncurkan kampanye promosi ramah lingkungan. Anda bisa mengeluarkan berbagai item promosi kreatif yang mampu melindungi lingkungan. Misalnya saja dengan meluncurkan aneka tumbler, reusable cutlery set, atau tas ramah lingkungan yang dibuat dari bahan daur ulang.
Selain itu, Anda juga bisa membuat sebuah lokasi bagi konsumen Anda untuk mendaur ulang sampah plastik yang mereka punya. Kemudian setiap kali mencapai ukuran tertentu mereka berpeluang mendapatkan giveaway atau produk gratis dari Anda.
Misalnya saja bagi mereka yang menaruh 50 botol plastik ke tempat daur ulang di gerai Anda, mereka berhak mendapatkan satu produk gratis dari brand Anda. Kampanye seperti ini bisa Anda lakukan pula di media sosial untuk memperluas jangkauannya. Dengan begitu bukan saja Anda turut serta melestarikan lingkungan, tetapi juga nama brand Anda akan lebih dikenal lagi secara luas.
Mari tunjukkan Anda peduli dengan meluncurkan produk dan barang promosi ramah lingkungan!
Baca juga: Tas Lipat Fungsional, Souvenir Praktis & Ramah Lingkungan
