
Masa-masa sulit dan genting memang tidak bisa dilepaskan dari dunia bisnis. Apapun jenis usaha yang Anda jalankan, terkadang Anda harus melalui badai dan ombak yang besar. Namun ada cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan bisnis dari krisis.
Tidak bisa dipungkiri juga apabila reaksi setiap pebisnis dapat berbeda saat situasi genting. Beberapa ada yang menyerah, panik, namun ada juga yang tetap tenang dan mencoba melewatinya. Satu hal yang pasti, mereka yang melakukan segala daya upaya untuk menyelamatkan bisnis dari krisis memiliki peluang lebih besar untuk segera pulih.
Hal ini semakin jelas ketika pandemi lalu. Anda bisa menilai bisnis mana saja yang mampu melewati masa-masa sulit itu dan mana yang sampai saat ini masih kesulitan.
Agar Anda lebih siap dan segera keluar dari situasi gawat yang mengancam kelangsungan bisnis Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Dilansir dari Legal Reader, berikut tips nya:
1. Segera Keluar dari Kedalaman
Situasi krisis ibarat Anda terjebak di dalam pasir hisap. Satu-satunya cara agar Anda bisa selamat yaitu dengan segera mengeluarkan kepala Anda dari kedalaman ke permukaan. Bagaimana melakukannya?
Satu hal yang penting, Anda jangan mengabaikan masalah yang ada. Segera keluar dari tahap penyangkalan seolah semuanya baik-baik saja dan segera melihat seperti apa situasi yang Anda hadapi.
Memang hal ini cukup menantang. Karena manusia cenderung mengabaikan dan menolak bahwa situasi sudah berubah. Kondisi yang memaksa untuk beradaptasi memang tidak nyaman. Namun semakin cepat Anda menyadarinya, semakin besar Anda menyelamatkan bisnis dari krisis.
2. Memotong Biaya dapat Menyelamatkan Bisnis dari Krisis
Langkah berikutnya agar Anda bisa menyelamatkan usaha Anda yaitu dengan audit. Seluruh pengeluaran perusahaan akan dapat diketahui dan Anda bisa membekukan segala pos pengeluaran yang tidak memberikan keuntungan.
Memang Anda bisa saja terpaksa harus pindah ke tempat yang lebih kecil, menghentikan beberapa fasilitas seperti snack atau kopi, dan lain sebagainya. Selain itu Anda juga perlu mengelola staff yang Anda miliki. Bahkan bukan tidak mungkin mengurangi jumlah pegawai.
Memang pahit dan menyakitkan, namun sebagai pemimpin terkadang Anda harus mengambil keputusan sulit demi keselamatan bisnis. Tetapi tentu saja sebelum Anda melayangkan surat pemberhentian kerja, Anda bisa melakukan dua hal berikut:
- Mengurangi gaji, tunjangan, atau fasilitas
- Berupaya keras agar tim yang sudah ada tidak berubah
3. Fokus Pada Pemasaran
Karena Anda sedang krisis, sangat penting untuk mengalokasikan segala sumber daya pemasaran ke produk dan promosi yang menguntungkan dengan modal lebih ekonomis. Apalagi jika selama ini Anda beriklan secara random. Tentu akan ada kebocoran anggaran pada iklan yang tidak tepat sasaran itu.
Carilah cara promosi yang lebih hemat, namun mampu mengenai target konsumen secara presisi. Cara yang paling jitu yaitu melalui pengedaran barang promosi.
Aneka barang promosi ini bisa berupa giveaway, hadiah atau gift bag kepada konsumen. Cara ini jauh lebih hemat dibandingkan memasang iklan konvensional. Sebab barang promosi itu bisa dibawa pulang oleh konsumen dan digunakan kembali bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.
Berbeda dengan iklan di media massa, baliho, atau lainnya. Tentu konsumen Anda tidak akan membawa pulang iklan-iklan seperti itu! Namun promosi dalam bentuk item menarik seperti payung, apparel, peralatan elektronik atau berbagai jenis tas dapat dimiliki oleh konsumen Anda. Setiap kali mereka melihat dan memakainya, logo brand Anda akan terlihat dan membuat mereka ingat pada Anda. Begitu pula orang lain yang melihat saat item promosi tersebut digunakan!
4. Ubah Penawaran Anda
Di situasi krisis seperti pandemi lalu, permintaan konsumen juga serta merta mengalami perubahan. Karena itu Anda harus mampu dan bersedia melakukan perubahan pada penawaran Anda. Misalnya saja Anda mengubah paket, kemasan, atau ukuran produk. Cara promosi juga perlu Anda perhatikan.
Contohnya saja, Anda mempromosikan tempat pangkas rambut. Bagi siapapun yang datang, akan mendapatkan diskon 10%. Tentu saja cara ini tidak akan efektif ketika dilakukan di masa pandemi. Selain tidak tepat sasaran, harapan konsumen juga sedang berubah saat itu.
Karena itu ubah penawaran Anda agar selalu relevan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi oleh konsumen Anda.
5. Hindari Menurunkan Harga
Cara yang paling sering digunakan oleh pebisnis untuk menyelamatkan bisnis dari krisis dengan cara menurunkan harga. Memang, program diskon selalu diburu pembeli. Akan tetapi hal ini tidak akan efektif apabila sebelum krisis saja Anda hanya mengambil margin yang sangat tipis dari penjualan Anda.
Jika Anda menurunkannya lebih rendah lagi, ada kemungkinan Anda justru akan merugi! Lakukan cara lain yang lebih efektif tanpa mengurangi laba dan harga.
Misalnya Anda bisa memberikan berbagai paket pembelian menarik. Atau program ‘Buy 1 Get 1.” Cara lain jika Anda bergerak di bidang makanan dan minuman dapat dengan cara mengurangi ukuran produk yang Anda jual.
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan tanpa harus mengurangi harga jual bahkan ketika situasi sedang krisis. Carilah jalan keluar dengan melihat peluang yang ada dengan sudut pandang kreatif.
Baca juga: Platform Media Sosial Apa yang Paling Tepat Bagi Bisnis Anda?
Penutup
Masa-masa krisis adalah suatu fase yang bisa jadi akan dilalui oleh semua jenis bisnis. Anda sebagai brand manager atau pemilik bisnis harus siap ketika hal itu terjadi. Namun dengan langkah-langkah yang tepat, Anda akan mampu keluar dari situasi genting dan berdiri lebih kuat dibanding sebelumnya.
Selamat berjuang dan terus semangat para entrepreneurs
